Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Lindungi Satelit dari Hantaman Keping Puing Luar Angkasa, Atomic-6 Luncurkan Space Armor Tiles

Lebih dari 130 juta keping puing dalam berbagai ukuran saat ini mengorbit di atas Bumi, yang secara langsung menjadi ancaman bagi operasional satelit. Selama ini, tabrakan atau hantaman puing di luar angkasa telah menjadi masalah besar. Satelit yang ditabrak puing, tak sedikit yang akhirnya hancur dan berakhir sebagai kepingan puing.

Baca juga: Roket Cina Pembawa Satelit ‘Tandingan’ Starlink Meledak, Puingnya Ancam Lebih dari 1.000 Satelit di Luar Angkasa

Sebagian besar keping puing di luar angkasa lebih kecil dari serpihan cat, mungkin tampak tidak terlalu berbahaya. Namun, ketika serpihan cat tersebut terbang dengan kecepatan hipersonik dan bertabrakan dengan satelit yang terbang dengan kecepatan hipersonik ke arah yang berlawanan, akibatnya bisa sangat fatal.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada dorongan besar untuk mengurangi puing-puing luar angkasa dengan membangun sistem pelacakan, meningkatkan desain pesawat ruang angkasa dan peluncur, serta menetapkan protokol agar satelit yang tidak berfungsi dinonaktifkan dengan benar sebelum diorbitkan atau dikirim ke orbit kuburan (graveyard orbit).

Cara lain untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memasang pelindung pada pesawat ruang angkasa. Awalnya dirancang untuk menangkal mikrometeorit, perisai ini juga digunakan untuk meminimalkan dampak benturan dengan puing-puing.

Puing Roket Milik Cina Seberat 18 Ton Nyaris Menghujam New York

Perisai yang paling umum adalah Whipple Shield, yang dikembangkan oleh astronom Fred Whipple pada tahun 1940-an. Digunakan pada Modul Komando Apollo dan Modul Lunar, Whipple Shield terdiri dari lapisan-lapisan lembaran aluminium sekelas pesawat terbang yang dipisahkan satu sama lain oleh celah atau isian polimer busa. Idenya adalah jika mikrometeorit mengenai perisai, energinya akan hilang saat melewati setiap lapisan hingga diharapkan energinya habis saat mencapai lambung pesawat.

Whipple Shield memang berfungsi, tetapi jauh dari ideal. Pembuatannya rumit, berat, dan mahal. Lebih buruk lagi, aluminiumnya cenderung melepaskan pecahan-pecahan ketika terkena benturan, menghasilkan lebih banyak puing, yang cukup kontraproduktif.

Nah, guna memutus siklus maut di atas, Atomic-6, startup teknologi tinggi yang berbasis di Marietta, Georgia, AS, telah mengembangkan ubin pelindung luar angkasa (Space Armor Tiles) baru yang lebih ringan dan lebih efektif daripada sistem yang ada saat ini.

Atomic-6 mengklaim telah menciptakan penyempurnaan pada Whipple Shield dengan produk Space Armor-nya. Dikembangkan selama 18 bulan, Space Armor terdiri dari ubin polimer eksklusif yang terbuat dari rasio serat dan resin yang tidak diungkapkan, yang dibentuk melalui proses yang sama. Ubin ini berperekat, berukuran 30 cm x 30 cm dan tebal 2,5 cm, atau dapat dibuat sesuai pesanan hingga ukuran 1 x 1 meter.

Atomic-6 menyebut, Space Armor dapat menahan benturan dengan kecepatan lebih dari 7 km per detik dengan puing yang dihasilkan jauh lebih sedikit. Variannya mencakup lapisan pelindung yang lebih ringan dan lebih tipis yang dapat menahan 90 persen kemungkinan puing antariksa berdiameter hingga 3 mm, atau versi yang lebih berat untuk puing dengan lebar hingga 12,5 mm.

Selain itu, Space Armor memiliki keunggulan lain dibandingkan Whipple Shield, yaitu transparan radio, sementara Whipple Shield bertindak seperti sangkar Faraday yang memblokir sinyal radio. Ini berarti lapisan polimer baru ini dapat dibuat menjadi radome dan struktur lain untuk melindungi radar dan antena komunikasi.

Oleh para pengamat pertahanan, meningkatnya ketegangan geopolitik dan meningkatnya kekhawatiran atas serangan berbasis ruang angkasa, maka melindungi satelit dan astronot dari serangan yang disengaja maupun tabrakan puing-puing yang tidak disengaja bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. (Bayu Pamungkas)

Long March 3B/E – Inilah Profil Roket yang Gagal Meluncurkan Satelit Palapa N-1