Intersepsi Serangan Rudal Balistik Iran di Al Udeid Ternyata Jadi Momen Peluncuran Rudal Patriot Terbesar dalam Sejarah AS

Sebagai serangan balasan dari Operasi Midnight Hammer yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Fordow dan Natanz, maka Iran menggelar “Operation Bashayer al-Fath” atau dalam bahasa Inggris disebut “Glad Tidings of Victory”. Operasi ini diluncurkan pada 23 Juni 2025 dengan menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, dilaporkan ada 14 rudal balistik jarak pendek dan menengah yang diluncurkan Iran.
Selain tidak menyebabkan korban jiwa, dengan kondisi pangkalan yang telah dikosongkan, praktis tidak ada kerugian signifikan yang dialami oleh AS. Pihak AS menyebut keseluruhan rudal balistik yang menargetkan Al Udeid berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara (hanud) Patriot (MIM-104 Patriot). Dan menarik dicermati, pasalnya petinggi militer AS menyebut apa yang dilakukan artileri pertahanan udara (arhanud) untuk melindungi Al Udeid, sebagai peluncuran rudal Patriot terbesar dalam sejarah miliiter AS.
Mengingat sudah ada informasi intelijen dan peringatan dari Iran akan serangan balasan, Al Udeid telah dikosongkan, begitu juga dengan kapal-kapal perang AS telah digeser posisinya untuk menghindari serangan balasan. Citra satelit menunjukkan bahwa sebagian besar pesawat telah meninggalkan Al Udeid beberapa hari sebelumnya, dan kapal-kapal Angkatan Laut berangkat dari pangkalan mereka di Bahrain untuk mengantisipasi respons Iran terhadap tindakan AS apa pun.
Namun, tidak semua personel di Al Udeid diungsikan, ada sekitar 44 prajurit yang disiapkan untuk bertahan saat serangan terjadi. Jenderal Angkatan Udara, John Daniel “Razin” Caine, selaku Chairman of the Joint Chiefs of Staff, memberikan rincian yang mengejutkan tentang upaya sistem pertahanan udara di Al Udeid, yang menurutnya menghasilkan peluncuran rudal pencegat (interceptor) Patriot terbesar dalam sejarah militer AS.

Pada saat itu, hanya dua baterai (kompi) Patriot yang tersisa di pangkalan dengan sekitar 44 prajurit pengawak yang bertanggung jawab untuk mempertahankan seluruh pangkalan, termasuk markas besar USCENTCOM yang berada di Al Udeid. “Prajurit tertua adalah seorang kapten berusia 28 tahun,” kata Caine. “Yang termuda adalah seorang prajurit berusia 21 tahun yang telah bertugas di militer kurang dari dua tahun.”
“Awak Patriot yang mempertahankan Al Udeid dikerahkan dari Korea dan Jepang, sebagai bagian dari pasukan AS di sana untuk memastikan bahwa kami memiliki rudal paling mumpuni di wilayah tanggung jawab USCENTCOM,” imbuh Caine.

Menjadi pengawak sistem Patriot bukan perkara mudah, mesti tugasnya kebanyakan adalah menunggu serangan, namun awak Patriot hanya memiliki sekitar dua menit, 120 detik untuk mengeliminasi serangan rudal balistik. Menambah tekanan psikologis adalah kenyataan bahwa baterai pertahanan udara mereka akan menjadi yang teratas dalam daftar target Iran.
Menghancurkan Patriot akan memungkinkan jalur yang jauh lebih mudah bagi rudal lainnya dan membuat pangkalan rentan terhadap serangan susulan.
AS Kekurangan Stok Rudal Patriot, Jepang Umumkan Pasok Rudal PAC-3 Patriot Produksi Mitsubishi
Sekitar pukul 19.30 waktu setempat, “saat matahari terbenam di barat, Iran menyerang saat target terdeteksi,” kata Caine kepada wartawan. “Serangkaian rudal Patriot dikeluarkan dari tabungnya oleh muatan peluncuran awal. Kemudian motor roket padat utama menyala. Anda dapat merasakannya di tubuh Anda jika Anda pernah berada di sekitar Patriot yang melepaskan tembakan. Dan serangkaian peluru keluar dan mengarahkan rudal-rudal itu ke sasaran.”
“Kami yakin bahwa ini adalah pertempuran Patriot tunggal terbesar dalam sejarah militer AS,” Caine berpendapat. “Dan kami bergabung dalam pertempuran ini dengan awak Patriot Qatar.” Sebagai catatan, Qatar mengoperasikan MIM-104 Patriot PAC-3 (Patriot Advanced Capability-3). Sistem ini dioperasikan oleh militer Qatar, tetapi berintegrasi secara teknis dengan sistem pertahanan sekutu, termasuk AS di kawasan Teluk.

Seperti dikutip The War Zone, Caine menolak untuk mengatakan berapa banyak rudal pencegat yang ditembakkan oleh sistem hanud Patriot, “tetapi jumlahnya banyak.” Berdasarkan doktrin Angkatan Darat AS, David Shank, pensiunan kolonel Angkatan Darat dan mantan komandan Sekolah Artileri Pertahanan Udara Angkatan Darat di Ft. Sill, Oklahoma, Ia memperkirakan ada antara dua dan empat rudal pencegat yang ditembakkan untuk merespon per rudal (Iran) yang masuk. Trump sebelumnya mengatakan bahwa Iran memperingatkan akan meluncurkan 14 rudal di Al Udeid.
Para awak Patriot disebut sebagai manusia hebat, yang bersama saudara seperjuangan Qatar, berdiri di antara salvo rudal Iran dan keselamatan Al Udeid. “Mereka adalah pahlawan tak dikenal dari Angkatan Darat AS abad ke-21. Ini benar-benar menunjukkan kemampuan tempur dan kapasitas pertahanan udara Angkatan Darat kami. Sederhananya, mereka benar-benar menghancurkannya,” kata Caine.
Donatur Terancam ‘Tekor’, Ukraina Luncurkan 30 Rudal Hanud Patriot PAC-3 Hanya Dalam 120 Detik
Pola Intersepsi yang dijalankan pengawak Patriot sedikit banyak mengikuti pengalaman terjadi sebelumnya, yaitu yang diperoleh Ukraina dalam mempertahankan diri dari serangan kompleks dari Rusia dengan sistem Patriot. Kemudian dari upaya Arab Saudi melawan Houthi sebelum perang Ukraina juga memberikan banyak data nyata.
Pengalaman sebelumnya ini telah digunakan untuk memperbarui perangkat lunak, menyempurnakan taktik, dan mengembangkan perbaikan pada sistem Patriot yang telah meningkatkan kemampuannya secara signifikan dan membantu menentukan jalur pertumbuhannya di masa mendatang.
[the_ad id=”77299″]
Angkatan Darat AS saat ini memiliki total 17 batalion Patriot, dan mereka dikerahkan secara besar-besaran, terutama ke Timur Tengah. Sistem hanud Patriot dioperasikan oleh Air Defense Artillery units di bawah US Army Air and Missile Defense Command (AAMDC).
Jumlah Peluncur per baterai (kompi) rata-rata terdiri dari 4 hingga 8 peluncur. Setiap peluncur (trailer atau truk) bisa membawa 4 rudal PAC-2 GEM, atau hingga 16 rudal PAC-3 MSE (lebih kecil dan canggih), seperti yang digunakan di Al Udeid. Sementara beberapa baterai digabung menjadi satu batalion. Satu batalion bisa terdiri dari 4–6 baterai, tergantung konfigurasi. (Gilang Perdana)
Jadi yang Pertama, Sistem Hanud NASAMS Qatar Menggunakan Rudal AMRAAM-ER



ciri khas netizen 62, emang rudal kalo ada hulu ledaknya kalo bertabrakan di udara bakal meledak?
kalo logika nya begitu, jika rudal balistik di tanam hulu ledak nuklir , ketika dicegat akan meledak dong nuklir nya di udara? ayo jawab bisa ga?
Ngga usah kecewa 😂…Kata siapa rudal kosong ? kayak elo jadi pejabat iran aja…Sini sumber berita nya biar gw baca…Kalo rudal kosong ketika rudal saling benturan di udara kagak mungkin ledakan di udara nya itu sangat besar
rudal iran yang dicegat rudal patriot di qatar, itu bukan rudal iran hipersonik? soalnya US sudah dikasih tahu pangkalannya akan diserang rudal iran.. jadi kosong, ditembakkan itu rudal biasa. jadi tidak ada perlu dibanggakan..