Gantikan Armbrust, Korps Marinir Thailand Mulai Gunakan Senjata Anti Tank M72 EC Mk1

(Foto: Sompong Nondhasa/Battlefield Defense)

Ada kesamaan selera antara militer Indonesia dan Thailand, salah satunya untuk adopsi senjata anti tank dan perkubuan sekali pakai (disposable), yaitu sama-sama mengadopsi Armbrust buatan Jerman. Namun, karena usia Armbrust yang sudah terbilang tua, yang mungkin usia pakainya telah lewat. Dan update kabar terbaru datang dari Korps Marinir Thailand yang telah mulai menggantikan Armbrust dengan jenis senjata baru.

Baca juga: Armbrust – Senjata Anti Tank Satuan Elite TNI

Jenis senjata pengganti Armbrust juga bergenre peluncur sekali pakai buang, dan yang dimaksud adalah M72 EC Mk1 Light Anti Armor Weapon (LAW), label EC diartikan sebagai Enhanced Capacity, dimana senjata berupa roket ini dapat menembus lapisan Rolled Homogeneous Armor (RHA) setebal 450 mm.

M72 EC Mk1 merupakan varian pengembangan dari M72 LAW yang populer digunakan dalam banyak laga pertempuran, mulai dari Perang Vietnam sampai Perang di Afghanistan. M72 EC Mk1 diproduksi oleh Nammo Raufoss AS di Norwegia dan anak perusahaannya, Nammo Talley, Inc. di Arizona.

Mengusung roket dengan kaliber 66 mm, senjata ini dilengkapi dengan dual safe fuze dan on-axis trigger melengkapi prajurit infanteri dengan sistem senjata yang ditingkatkan dengan aman dan efektif.

Dari spesifikasi yang disebutkan dalam situs resminya, disebutkan senjata anti tank ini punya berat hanya 3,4 kg. Panjang senjata saat tidak digunakan 780 mm dan ketika akan digunakan menjadi 980 mm. Jenis hulu ledak yang terpasang adalah heavy armor dan shaped charge.

Baca juga: M72 LAW – Berjaya dari Era Perang Vietnam, Indonesia Dikabarkan Juga Punya Senjata Ini

Kecepatan luncur roket disebut mencapai 200 meter per detik. M72 EC Mk1 tak sembarangan bisa ditembakan, jarak tembak minimum senjata ini dipatok 20 meter dan jarak tembak efektif 350 meter. Lepas dari itu, jarak tembak maksimumnya mencapai 1.200 meter. Meski terbukti bandel dan battle proven dalam banyak laga pertempuran, operasional senjata ini dibatasi pada rentang suhu -40 sampai 63 derajat celcius. (Gilang Perdana)

3 Comments