Cina Uji Meriam Raksasa 155mm di Kapal Perang, Alternatif Murah Pengganti Rudal dengan Jangkauan Masif

Jagad artileri kapal perang dikejutkan kabar dari Cina, dengan berani Angkatan Laut Cina (PLAN) memasang meriam raksasa berkaliber 155mm, yang terpantau telah terpasang pada kapal uji jenis landing ship tank (LST) Type 072III “Haiyang Shan”.
Meriam ini tercatat sebagai senjata artileri kapal modern terbesar yang pernah dibuat oleh Cina, melampaui standar meriam 130 mm yang saat ini terpasang pada kapal perusak Type 055.
Seperti dikutip The War Zone, pemilihan kaliber 155 mm membawa ekspektasi tinggi terkait jarak jangkau tembakannya. Secara teknis, jika menggunakan amunisi konvensional, meriam ini diperkirakan mampu menjangkau target pada jarak 30 hingga 40 kilometer. Namun, kekuatan sesungguhnya muncul saat menggunakan amunisi pintar berpendorong roket (Rocket-Assisted Projectiles atau RAP) atau peluru berpemandu presisi. Dengan teknologi tersebut, para analis militer mengestimasi meriam 155mm Cina ini mampu menghantam target dengan akurasi tinggi pada jarak 70 hingga 100 kilometer, bahkan lebih.
Jangkauan sejauh itu memungkinan kapal perang Cina untuk membombardir pertahanan pantai lawan tanpa harus masuk ke dalam zona bahaya rudal pertahanan pantai musuh.

Dilihat dari sisi strategis, meriam ini merupakan solusi efisiensi biaya yang luar biasa. Menghancurkan target di pesisir menggunakan peluru meriam jauh lebih murah dibandingkan meluncurkan rudal jelajah yang harganya bisa mencapai puluhan kali lipat per unitnya.
Selain itu, dengan jangkauan yang mencapai 100 km, meriam ini memberikan fleksibilitas luar biasa untuk memberikan dukungan tembakan presisi bagi pasukan amfibi, menghancurkan bunker, hingga melumpuhkan kapal permukaan lawan dari jarak yang sangat aman.
Kapal uji “Haiyang Shan” yang digunakan sebelumnya juga pernah menjadi wahana uji coba electromagnetic railgun. Meski belum dikonfirmasi apakah meriam 155mm ini merupakan sistem konvensional murni atau hibrida, kemunculannya menandai ambisi besar Cina dalam menguasai teknologi serangan darat dari laut (sea-to-shore).
Jika uji coba ini sukses, meriam raksasa ini diprediksi akan menjadi tulang punggung baru bagi kapal-kapal penjelajah masa depan Cina, memberikan kombinasi mematikan antara daya hancur artileri berat dan presisi rudal modern. (Gilang Perdana)
Haiyang Shan 936: Kapal Perang Pertama dengan Electromagnetic Railgun


