Ikuti Jejak Uzbekistan, Kazakhstan Kepincut Beli Jet Tempur Rafale

Setelah Uzbekistan yang minat membeli 24 jet tempur Rafale, kini deman jet tempur buatan Dassault Aviation seperti menular. Negara tetangga Uzbekistan, yakni Kazakhstan dikabarkan juga ingin membeli Rafale. Berbeda dengan Uzbekistan yang telah menyebut jumlah yang diinginkan, negara di Asia Tengah yang juga pecahan Uni Soviet ini belum merinci jumlah Rafale yang ingin dibeli.

Baca juga: Perancis Butuh Uranium, Uzbekistan Kepincut Jet Tempur Rafale

Selama kunjungan Presiden Perancis Emmanuel Macron ke Kazakhstan pada tanggal 29-30 Oktober 2023, tidak hanya enam kontrak besar yang ditandatangani, khususnya terkait dengan penyediaan radar intai Thales Ground Master (GM) 400, melainkan juga pembicaraan tentang Kazakhstan yang ingin mengikuti jejak Uzbekistan yang menyatakan minat untuk membeli jet tempur Rafale.

Dikutip Defense Expess (27/11/2023), belum diungkapkan berapa jumlah pesawat yang ingin dibeli Kazakhstan dan dalam jangka waktu berapa pesawat ingin didatangkan. Kabar minat Kazakhstan pada jet tempur Rafale pertama kali dipublikasi oleh portal berita Perancis La Tribune, yang mengacu pada pernyataan orang di dalam industri militer Prancis yang berwenang, Michel Cabirol.

Armada MiG-29 Fulcrum AU Kazakhstan.

Kenginan Kazakhstan untuk mengakuisisi Rafale muncul setelah rencana Angkatan Udara Kazakhstan untuk menjual secara lelang armada jet tempur era Soviet, seperti pembom tempur Su-24, dan jet tempur MiG-27, MiG-29 dan bahkan MiG-31.

Media Kazakh mengumumkan rencana mengadakan lelang penjualan pesawat yang dinonaktifkan pada pertengahan Oktober 2023 lalu, namun sejauh ini belum ada laporan mengenai hasilnya. Penjualan jet tempur yang sudah tidak bisa digunakan lagi sesuai peruntukannya, sehingga ratusan jet tempur yang dijual hanya cocok untuk dibongkar menjadi logam non-ferrous.

MiG-31 AU Kazakhstan.

Yang paling modern di armada pesawat tempur Angkatan Udara Kazakhstan adalah 23 unit Su-30SM, yang diterima dari Rusia dalam beberapa batch selama periode 2015-2022, satu lagi pesawat jenis ini hilang karena bencana.

Tapi kecil kemungkinannya Kazakhstan ingin mengganti Su-30SM Rusia dengan pembelian Rafale Prancis, melainkan mungkin mengganti MiG-29 dan MiG-31 yang sama, yang telah dinonaktifkan dan dilelang.

Su-30SM AU Kazakhstan.

Baca juga: Jerman Embargo Senjata ke Kazakhstan, Pengadaan Airbus A400M Terancam

Pada saat yang sama, Kazakhstan sudah memiliki pengalaman membeli pesawat Barat. Angkatan Udara Kazakhstan sudah memiliki 8 pesawat angkut sedang C295 yang diproduksi oleh Airbus, dan pada tahun 2024 akan mulai menerima unit perdana (dari dua yang dipesan) pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas. (Gilang Perdana)

2 Comments