Rusia Incar Pasar Timur Tengah: Sarma MLRS 300mm Unjuk Gigi di World Defense Show 2026

Persiapan pameran pertahanan World Defense Show 2026 (8-12 Februari 2026) di Riyadh, Arab Saudi, semakin memanas dengan tibanya jet kargo raksasa Ilyushin Il-76 milik Rusia. Selain membawa panser BTR-22 8×8, pesawat tersebut juga membawa aset strategis dari lini artileri medan, Sarma MLRS (Multiple Launch Rocket System) kaliber 300 mm.
Baca juga: BTR-22 8×8: Revolusi Ranpur Rusia Bergaya Barat di World Defense Show 2026
Langkah ini menegaskan ambisi Rusia untuk kembali mendominasi pasar alutsista di Timur Tengah, dengan menawarkan sistem roket yang tidak hanya mematikan, tetapi juga lebih lincah dan ekonomis dibandingkan pendahulunya yang legendaris, BM-30 Smerch.
Sarma MLRS merupakan evolusi dari sistem roket berat Rusia yang kini mengusung konsep mobilitas tinggi. Jika Smerch menggunakan sasis truk berat yang besar, Sarma dibangun di atas platform truk Kamaz-63501 8×8 yang lebih ringan namun tangguh. Penggunaan sasis Kamaz memungkinkan Sarma untuk berpindah posisi dengan sangat cepat (shoot-and-scoot), sebuah fitur krusial untuk menghindari serangan balasan artileri lawan di medan perang modern.
Meskipun sasisnya lebih ringan, Sarma tetap mempertahankan kaliber 300 mm. Ia mampu meluncurkan berbagai jenis amunisi, mulai dari hulu ledak konvensional hingga roket berpemandu presisi (guided rockets) dengan jangkauan yang diperluas.

Secara teknis, jangkauan amunisi 300 mm pada Sarma dibagi menjadi, jangkauan standar 70 km hingga 90 km (menggunakan roket konvensional seperti yang digunakan pada BM-30 Smerch), dan jangkauan jarak jauh (Extended Range) hingga 120 km. Beberapa laporan teknis menyebutkan bahwa dengan amunisi berpemandu satelit terbaru yang sedang dikembangkan NPO Splav, jangkauannya bisa mencapai 150 km hingga 200 km dalam kondisi optimal.
Sarma dilengkapi dengan sistem navigasi satelit dan kontrol tembak digital terbaru. Hal ini memungkinkan unit kecil untuk beroperasi secara mandiri dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem MLRS generasi lama.

NPO Splav (Research and Production Association SPLAV) merancang Sarma agar dapat masuk ke dalam ruang kargo pesawat Il-76 dengan mudah tanpa perlu pembongkaran besar-besaran, menjadikannya aset yang mudah dikirim ke zona konflik mana pun di seluruh dunia dalam waktu singkat.
Kehadiran Sarma di Riyadh bukan tanpa alasan. Negara-negara di Timur Tengah saat ini tengah mencari alternatif sistem artileri yang memiliki daya jangkau jauh namun tetap fleksibel untuk dioperasikan di gurun pasir yang luas.
Rusia Luncurkan Sarma Self Propelled MLRS – Modifikasi Terbaru Artileri Roket Kaliber Berat 300mm
Rusia lewat Rosoboronexport menawarkan Sarma sebagai pesaing langsung bagi sistem seperti HIMARS milik Amerika Serikat atau Astros II milik Brasil. Keunggulan Sarma terletak pada kemampuannya membawa jumlah roket yang signifikan dengan daya hancur hulu ledak 300 mm yang sudah terbukti efektif dalam berbagai konflik berskala besar.
World Defense Show 2026 menjadi panggung pembuktian bagi industri pertahanan Rusia bahwa mereka tetap mampu berinovasi di tengah tekanan geopolitik. Dengan mengandalkan kombinasi antara BTR-22 dan Sarma MLRS, Rusia mengirimkan pesan kuat bahwa mereka memiliki solusi tempur yang komprehensif, mulai dari mobilitas pasukan di darat hingga perlindungan artileri jarak jauh yang presisi. (Bayu Pamungkas)
BM-27 Uragan – MLRS Kelas Berat yang Menyatukan Selera Rusia dan Ukraina


