Cina Rilis NOTAM: Rudal Balistik Anti Kapal Hipersonik YJ-20 Diuji di Dekat Taiwan

Angkatan Laut Cina (PLA-N) menutup tahun 2025 dengan mengirimkan sinyal peringatan keras melalui demonstrasi kekuatan militer yang signifikan di Laut Cina Timur. Di tengah rangkaian latihan militer besar-besaran yang mendekati wilayah Taiwan, media resmi Cina pada 28 Desember 2025 merilis rekaman perdana peluncuran rudal balistik anti-kapal (ASBM) hipersonik terbaru, YJ-20.

Baca juga: Dalam Empat Tahun, Angkatan Laut Cina ‘Ketambahan’ Delapan Unit Destroyer Type 055 Renhai Class

Uji coba peluncuran ini dilakukan dari atas kapal perusak Wuxi (Renhai class/Type 055), yang merupakan salah satu kapal perang paling kuat dan canggih di dunia saat ini. Momen ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan tahap finalisasi peluru tajam yang membuktikan kesiapan tempur sistem senjata hipersonik Cina di medan laut yang sebenarnya.

Dalam rekaman yang dipublikasikan oleh China Military Bugle, rudal YJ-20 terlihat keluar dari sel peluncuran vertikal (Vertical Launch System/VLS) menggunakan metode cold-launch sebelum melesat menuju atmosfer. Berbeda dengan rudal jelajah konvensional, YJ-20 adalah rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik yang mampu bermanuver pada kecepatan melebihi Mach 10 saat memasuki fase terminal.

Keunggulan utama yang ditekankan dalam uji coba ini adalah kemampuan rudal untuk menghantam target dari sudut yang hampir vertikal. Karakteristik ini dirancang khusus untuk menembus celah sistem pertahanan udara kapal perang modern yang umumnya lebih lemah pada serangan tegak lurus dari atas. Dengan kemampuan manuver hipersonik, rudal ini dipandang sebagai ancaman nyata bagi kapal induk dan kapal penjelajah besar di kawasan Pasifik.

Peluncuran YJ-20 ini dilakukan dalam kerangka latihan militer terintegrasi yang berlangsung di dekat Taiwan dan Selat Miyako. Sebelumnya, otoritas maritim Cina telah mengeluarkan notifikasi larangan melintas (Notice to Airmen/NOTAM) di beberapa zona di Laut Cina Timur, yang mengindikasikan adanya penggunaan peluru tajam dalam skala besar.

Para analis keamanan internasional melihat bahwa pemilihan waktu dan lokasi latihan ini adalah langkah yang sangat diperhitungkan. Dengan menguji rudal “pembunuh kapal induk” ini di halaman depan Taiwan, Beijing secara transparan menunjukkan kemampuan anti-akses/penolakan area (Anti-Access/Area Denial) mereka. Pesan tersebut ditujukan tidak hanya untuk pertahanan lokal, tetapi juga sebagai peringatan bagi kekuatan militer asing agar tidak melakukan intervensi di wilayah tersebut.

Klarifikasi Identitas Senjata
Hadirnya laporan resmi ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai identitas rudal hipersonik berbasis kapal Cina. Selama ini, banyak pihak salah mengidentifikasi senjata ini sebagai YJ-21.

Namun, melalui pengumuman di penghujung Desember ini, terkonfirmasi bahwa YJ-20 adalah kode resmi untuk varian yang diluncurkan dari kapal permukaan, sementara YJ-21 diperuntukkan bagi platform udara melalui pesawat udara – pengebom dan jet tempur.

Guncang Indo Pasifik: Jet Tempur J-10C Tertangkap Kamera Gendong Rudal Anti Kapal Hipersonik YJ-21

Keberhasilan uji coba finalisasi pada kapal perusak Wuxi menandakan bahwa YJ-20 kini telah siap diproduksi massal dan diintegrasikan sepenuhnya ke dalam armada perusak Type 055 lainnya. Hal ini secara drastis mengubah peta keseimbangan kekuatan maritim di Asia Timur, menjadikan perairan tersebut semakin menantang bagi navigasi armada laut asing.

Keberhasilan uji coba YJ-20 yang dibarengi dengan penerbitan NOTAM di perbatasan Taiwan menandai babak baru dalam strategi pertahanan laut Cina. Dengan operasionalnya rudal hipersonik ini di kapal perusak Type 055, Beijing tidak hanya sekadar memodernisasi alutsista, tetapi sedang membangun “tembok api” yang memaksa kekuatan militer asing untuk berpikir dua kali sebelum mendekati wilayah sengketa.

Bagi Taiwan dan sekutunya di kawasan Pasifik, kehadiran YJ-20 adalah tantangan nyata yang menuntut respons cepat dalam pengembangan sistem intersepsi rudal masa depan. Kecepatan dan profil serangan vertikal rudal ini telah mengubah aturan main (game changer), membuat sistem pertahanan konvensional yang ada saat ini tampak rentan. (Bayu Pamungkas)

Cina Tampilkan Kuartet Rudal Jelajah Anti Kapal “YJ Series” Terbaru , Diduga untuk Karamkan Kapal Perang AS