
Kehadiran kapal selam Hai Kun class, yang menjadi tonggak kemandirian pertahanan Taiwan, membawa berbagai kecanggihan teknologi tersembunyi yang membuatnya sejajar dengan kapal selam modern dunia. Salah satu komponen paling krusial yang menyita perhatian adalah sistem penglihatan atau periskopnya. (more…)

Dinamika pembangunan armada bawah laut Taiwan mencatatkan akselerasi yang mengejutkan pada awal tahun 2026. Setelah melewati masa penantian panjang yang sempat diwarnai tantangan teknis, kapal selam pertama dari Hai Kun class (ROCS Hai Kun SS-711) akhirnya mencatatkan tonggak sejarah krusial dengan berhasil melakukan uji penyelaman perdana. (more…)

Setelah melewati masa penundaan (delay) yang cukup panjang dan menjadi sorotan publik, kapal selam perdana buatan Taiwan, ROCS Hai Kun (SS-711), akhirnya kembali melaut untuk menjalani uji pelayaran (Sea Acceptance Test) yang keenam pada Senin, 26 Januari 2026. (more…)

Angkatan Laut Cina (PLA-N) menutup tahun 2025 dengan mengirimkan sinyal peringatan keras melalui demonstrasi kekuatan militer yang signifikan di Laut Cina Timur. Di tengah rangkaian latihan militer besar-besaran yang mendekati wilayah Taiwan, media resmi Cina pada 28 Desember 2025 merilis rekaman perdana peluncuran rudal balistik anti-kapal (ASBM) hipersonik terbaru, YJ-20. (more…)

Dengan ambisi kuat plus dukungan finansial memadai, Taiwan sangat progresif dalam rancang bangun kapal selam produksi dalam negeri – (Indigenous Defense Submarine – IDS) ROCS Hai Kun (SS-711), yang diluncurkan pada 28 September 2023 di galangan CSBC Corporation di Kaohsiung. Namun, belakangan muncul batu sandungan, yang mana jadwal penyerahannya kepada Angkatan Laut Taiwan mengalami penundaan. (more…)

Pada 1 November 2025, Taiwan secara resmi meluncurkan kapal patroli samudera barunya, Siraya (CG-603), sebuah High Latitude Oceanic Patrol Vessel (Kapal Patroli Samudera Lintang Tinggi), menandai langkah penting dalam upaya modernisasi armada Coast Guard mereka. Yang paling menarik, kapal ini mengadopsi desain haluan yang futuristik, inverted bow, yang terinspirasi dari kapal perang canggih Eropa. (more…)

Setelah mampu membangun kapal selam modern Hai Kun dan LPD (Landing Platform Dock) Yu Shan, Taiwan terpacu untuk membangun kapal kombatan bertonase besar di dalam negeri, yakn fregat dengan berat 6.000 ton. Bukan sekedar omon-omon, proyek fregat 6.000 ton ini telah dianggarakan untuk tahun 2026. (more…)

Sebanyak 139 unit F-16 Viper memang sudah dioperasikan oleh Angkatan Udara Taiwan, namun ini adalah versi upgrade dari F-16 A/B lawas. Sementara Taiwan tetap mengharapkan kedatangan 66 unit F-16 Block 70 Viper keluaran baru produksi Lockheed Martin. Setelah mengalami satu tahun penundaan, akhirnya ada kabar, pada akhir September ini Angkatan Udara Taiwan akan kedatangan batch pertama F-16 Viper dari Amerika Serikat. (more…)

Di tengah ketegangan dengan Cina daratan, Angkatan Laut Taiwan meluncurkan kembali (relaunch) proyek frigat berpeluru kendali yang dilengkapi radar buatan AS, Lockheed Martin AN/SPY-7. Merujuk informasi dari Taipei Times (27/5/2024), Angkatan Laut Taiwan telah melanjutkan upaya untuk mengembangkan frigat baru yang berbobot 6.000 ton, yang mana sebelumya proyek ini sempat tertunda dan kini dihidupkan kembali. (more…)

Mirip insiden yang menimpa awak kapal selam SAS Manthatisi (S101) – Type 209/1400 milik Angkatan Laut Afrika Selatan di Samudra Atlantik Selatan, kejadian yang sama kembali berulang, namun kali ini menimpa awak kapal selam ROCS Hai Hu (SS-794) – Zwaardvis-class Angkatan Laut Taiwan. Tiga awak kapal selam yang sedang berada di dek atas dalam rangka pelatihan, tersapu gelombang tinggi dan sampai saat ini belum ditemukan. (more…)