Di tengah dinamika keamanan Eropa Timur yang kian memanas, Polandia dilaporkan tengah melakukan lompatan besar dalam industri pertahanan mandiri. Warsawa kini secara resmi memperkenalkan PLargonia, sebuah drone kamikaze (loitering munition) nasional yang dirancang sebagai jawaban langsung sekaligus alternatif dari platform Shahed-136 buatan Iran yang telah mengubah wajah peperangan modern. (more…)
Industri pertahanan Turki kembali mengejutkan dunia dengan memperkenalkan inovasi teranyar yang mengaburkan batasan antara drone intai-tempur (UCAV) dan amunisi presisi. Baru-baru ini, publik diperkenalkan dengan Bayraktar K2, sebuah drone serang sekali pakai (kamikaze) yang memiliki kemampuan jarak jauh masif. Menariknya, bagi mata yang jeli, siluet drone ini tampak sangat akrab—memang benar, K2 mengusung desain yang sangat mirip dengan drone tempur terlaris, Bayraktar TB2. (more…)
Di tengah meningkatnya ancaman asimetris di wilayah perairan paling strategis di dunia, sebuah teknologi baru muncul sebagai jawaban atas dominasi drone kamikaze. Drone Octopus, sebuah sistem udara tak berawak hasil kolaborasi intensif antara Ukraina dan Inggris, kini menjadi kandidat kuat untuk memperkuat pertahanan di Selat Hormuz. (more…)
Keamanan kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Green Zone, Baghdad, Irak, kembali menjadi sorotan setelah sebuah serangan drone kamikaze dilaporkan berhasil menembus lapisan pertahanan udara dan menghantam aset krusial di atap gedung. Dalam insiden yang terjadi pada fajar 14 Maret 2026 tersebut, sebuah drone Shahed milik milisi pro-Iran—menargetkan struktur mini-dome di atas rooftop kedutaan. (more…)
Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Australia akan mengirimkan sejumlah besar pasokan rudal udara-ke-udara canggih, AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile), guna membantu UEA mengatasi gelombang serangan drone dan roket yang terus meluas. (more…)
Industri pertahanan Iran kembali mengejutkan para pengamat militer dengan memperkenalkan versi terbaru dari drone kamikaze (loitering munition) Shahed-101. Berbeda dengan keluarga “Shahed” lainnya yang dikenal karena suara mesin bensinnya yang khas dan berisik, varian terbaru ini hadir dengan serangkaian inovasi yang membuatnya jauh lebih sulit untuk dideteksi oleh sistem pertahanan udara lawan. (more…)
Angkatan Darat AS (US Army) secara resmi mengumumkan pemilihan sistem drone kamikaze (loitering munition) terbaru yang akan menjadi ujung tombak pasukan infanteri mereka. Melalui program Low Altitude Stalking and Strike Ordnance (LASSO), US Army menjatuhkan pilihannya pada Damocles, sebuah drone kamikaze canggih yang dikembangkan oleh Textron Systems. (more…)
Nama Shahed-136 tidak lagi asing dalam peta konflik global, mulai dari garis depan Ukraina hingga misi serangan balasan terbaru Iran terhadap basis militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Dikenal karena efektivitasnya dalam menembus sistem pertahanan udara yang jauh lebih mahal, drone “bunuh diri” ini menyimpan rahasia besar mengenai biaya produksinya. (more…)
Di tengah kebuntuan negosiasi nuklir di Jenewa, sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Pentagon. Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa sistem drone murah terbaru mereka, LUCAS (Low-Cost Unmanned Aircraft System), kini telah mencapai status siap operasional untuk misi ofensif. (more…)
Kalashnikov Concern kembali menggebrak dunia teknologi pertahanan dengan memperkenalkan sistem munisi berpemandu taktis terbaru, KUB-10ME. Ini merupakan sejarah baru bagi industri militer Rusia, karena untuk pertama kalinya mereka berhasil mengembangkan sistem loitering munition (drone kamikaze) yang mampu menjangkau target hingga jarak lebih dari 100 kilometer. (more…)