Lawan Iran, AS Siapkan Drone Kamikaze LUCAS ‘Tiruan Shahed-136’

Di tengah kebuntuan negosiasi nuklir di Jenewa, sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Pentagon. Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa sistem drone murah terbaru mereka, LUCAS (Low-Cost Unmanned Aircraft System), kini telah mencapai status siap operasional untuk misi ofensif.
Langkah ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan pengerahan massal drone “kamikaze” tersebut dalam konfrontasi langsung melawan Iran, sebuah strategi yang menandai pergeseran radikal dalam doktrin peperangan udara Amerika.
LUCAS sering dijuluki oleh para pengamat pertahanan sebagai “Shahed-136 knock-off” atau tiruan versi Amerika dari drone bunuh diri milik Iran. Melalui program Replicator yang dipelopori oleh Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks, AS tampaknya mengambil pelajaran berharga dari medan tempur Ukraina, bahwa kuantitas seringkali memiliki kualitasnya sendiri.
Dengan memproduksi ribuan drone murah yang mampu terbang dalam kawanan (swarm), Pentagon kini memiliki kemampuan untuk menjebol sistem pertahanan udara paling canggih sekalipun tanpa harus mempertaruhkan jet tempur siluman F-35 atau nyawa pilot mereka.
Lebih Canggih dari Shahed-136, Inilah LUCAS Drone Kamikaze AS yang Debut Tempur di Venezuela
Kemungkinan pengerahan LUCAS dalam serangan ke Iran diprediksi akan menggunakan teknik saturasi. Dalam skenario ini, ratusan atau bahkan ribuan unit LUCAS akan diluncurkan secara simultan menuju target-target strategis seperti instalasi nuklir atau pangkalan rudal. Tujuannya bukan sekadar menghancurkan target, melainkan untuk “membutakan” dan menguras cadangan rudal pertahanan udara Iran seperti S-300 atau Bavar-373.
Saat radar Iran sibuk mengunci ribuan target murah yang memenuhi layar mereka, amunisi pertahanan udara mereka akan terkuras habis. Pada titik kelelahan sistem inilah, aset strategis AS lainnya seperti F-22 Raptor yang baru saja dikerahkan ke Gurun Negev atau pembom B-52 dapat masuk dengan aman untuk melepaskan serangan presisi tinggi. Strategi ini secara efektif membalikkan keadaan ekonomi perang; Iran harus menghabiskan rudal seharga jutaan dolar hanya untuk menjatuhkan drone LUCAS yang harganya mungkin hanya sepersekian kecilnya.
Diskusi mengenai pengerahan LUCAS ini juga membangkitkan ingatan akan laporan-laporan mengenai aktivitas drone serupa di Venezuela. Meskipun Pentagon tidak pernah mengakui secara resmi, berbagai laporan investigasi dan tuduhan dari Caracas menyebutkan bahwa AS telah menguji coba kemampuan infiltrasi drone otonomnya untuk mengganggu infrastruktur kritis dan melakukan pengawasan ketat di wilayah tersebut.
Pengalaman di Amerika Latin tersebut diduga kuat menjadi “laboratorium” bagi Pentagon sebelum akhirnya merasa cukup percaya diri untuk menyatakan LUCAS siap menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh seperti Iran.
Namun, menyerang Iran adalah tantangan yang berbeda. Wilayah geografis yang luas dan jaringan pertahanan udara yang berlapis menuntut koordinasi AI yang sangat kompleks pada setiap unit LUCAS. Pentagon mengklaim bahwa keunggulan LUCAS dibanding Shahed milik Iran terletak pada kecerdasan buatannya; jika satu drone dalam kawanan ditembak jatuh, unit lainnya akan secara otomatis mendistribusikan ulang target dan menyesuaikan rute serangan secara otonom tanpa bantuan operator manusia.
Fury 120: Jet Pencegat Mini Perancis Spesialis Pemburu Drone Kamikaze Shahed-136
Pengumuman kesiapan operasional LUCAS ini dianggap banyak pihak sebagai “kartu as” diplomatik. AS ingin menunjukkan kepada Teheran bahwa mereka kini memiliki kemampuan untuk melakukan serangan massal yang sulit dibendung dengan risiko politik dan militer yang minimal bagi Washington.
Di saat kapal induk USS Gerald R. Ford mendekati pesisir Israel, kehadiran ribuan drone LUCAS di gudang senjata CENTCOM memberikan tekanan psikologis yang luar biasa pada meja perundingan di Wina.
Dunia kini menanti apakah “kawanan belalang baja” ini akan benar-benar dilepaskan. Jika terjadi, ini akan menjadi momen pertama dalam sejarah di mana sebuah negara adidaya menggunakan teknologi lawan untuk mengalahkan lawan itu sendiri di tanah airnya. (Gilang Perdana)
Iran Teken Kontrak $589 Juta untuk Pengadaan Ribuan Rudal MANPADS Verba dari Rusia



Iran’s Supreme Leader Ali Khamenei dead after IDF strike hits Tehran compound, Israeli source confirms
https://www.foxnews.com/world/irans-supreme-leader-ali-khamenei-dead-after-idf-strike-hits-tehran-compound-israeli-source-confirms
Shahed asli vs Shahed tiruan yang bernama LUCAS, palagan berikutnya adalah kawasan teluk