Drone Kamikaze ‘Damocles’ Textron Resmi Terpilih untuk Infanteri Angkatan Darat AS

Angkatan Darat AS (US Army) secara resmi mengumumkan pemilihan sistem drone kamikaze (loitering munition) terbaru yang akan menjadi ujung tombak pasukan infanteri mereka. Melalui program Low Altitude Stalking and Strike Ordnance (LASSO), US Army menjatuhkan pilihannya pada Damocles, sebuah drone kamikaze canggih yang dikembangkan oleh Textron Systems.
Baca juga: Angkatan Darat AS Uji Drone Tertambat (Tethered Drone) dengan Pod Perang Elektronik
Pemilihan ini menandai langkah signifikan Pentagon dalam memodernisasi kekuatan tempur tingkat kompi dan peleton, belajar dari efektivitas drone bunuh diri yang mengubah wajah pertempuran di konflik-konflik global terbaru.
Program LASSO dirancang untuk membekali tim tempur brigade infanteri dengan kemampuan serangan presisi jarak jauh yang dapat dibawa secara portabel. Fokus utamanya adalah menyediakan senjata yang mampu mengintai (stalking) dan menyerang (strike) target dari ketinggian rendah, memberikan prajurit di darat kemampuan untuk menghancurkan tank atau kendaraan lapis baja musuh tanpa harus terlihat.
Damocles menonjol di atas para pesaingnya karena desainnya yang dirancang khusus untuk kebutuhan operasional yang berat. Damocles dilengkapi dengan hulu ledak shaped-charge yang sangat efektif untuk menembus lapisan baja tank modern dari bagian atas (top-attack), di mana proteksi biasanya paling lemah.

Damocles punya jangkauan operasional lebih dari 40 km (dengan dukungan data link yang stabil) dengan endurance selama 30 menit. Kecepatan jelajah sekitar 60–70 knot (sekitar 110–130 km/jam) dan kecepatan menukik saat melakukan serangan terakhir ke target, Damocles dapat melesat lebih cepat untuk meminimalisir kemungkinan intersepsi oleh sistem pertahanan titik (point defense) musuh.
Drone kamikaze ini memiliki sensor elektro-optik dan inframerah (EO/IR) yang memungkinkan operator untuk mengidentifikasi, melacak, dan mengunci target baik di siang maupun malam hari dengan tingkat akurasi tinggi.
Perkuat Pasukan Infanteri, Korps Marinir AS Gandeng Anduril untuk Pengadaan Drone Kamikaze Bolt-M
Damocles dirancang portabel (Tube-Launched), sistem ini dapat diluncurkan dari tabung silinder, membuatnya sangat praktis untuk dibawa oleh prajurit di dalam ransel atau dipasang pada kendaraan taktis ringan. Salah satu fitur keselamatan terpenting adalah kemampuan operator untuk membatalkan serangan di detik-detik terakhir jika ada warga sipil yang terdeteksi di sekitar target, menjadikan Damocles senjata yang sangat terkontrol.
Dalam pernyataan resminya, Textron Systems menekankan bahwa Damocles dibangun berdasarkan pengalaman puluhan tahun mereka dalam pengembangan sistem udara tak berawak (UAS). Pemilihan ini bukan hanya karena performa drone itu sendiri, tetapi juga karena kemudahan penggunaan bagi prajurit di lapangan.
Urgent! Infanteri Angkatan Darat AS Butuh LASSO – Drone Kamikaze Penghancur Tank
“Damocles memberikan keunggulan asimetris bagi unit infanteri kami,” ungkap salah satu pejabat pengadaan militer AS. “Ini memberikan jangkauan pandangan dan serangan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh aset udara besar atau artileri berat.”
Dengan ditandatanganinya kontrak LASSO ini, Textron akan segera memulai produksi massal untuk pengiriman tahap awal ke unit-unit tempur aktif. Langkah ini dipandang sebagai upaya AS untuk tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi drone taktis, memastikan setiap prajurit memiliki kemampuan untuk mendominasi medan tempur dari jarak yang aman. (Bayu Pamungkas)
Bisa Intai Sekaligus Serang, Rusia Luncurkan Grom, Drone Quadcopter Lipat untuk Infanteri


