Bundeswehr Jerman Bentuk Enam Baterai Drone Kamikaze, Siap Operasi Penuh pada 2029

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) mengumumkan percepatan besar dalam modernisasi militer mereka dengan rencana membentuk enam baterai (kompi) khusus yang akan mengoperasikan loitering munition (LM), atau dikenal sebagai drone kamikaze.
Seperti dikutip dari Kantor Berita Jerman DPA (Deutsche Presse-Agentur) pada 26 November 2025, keputusan yang dikonfirmasi oleh Panglima Angkatan Darat Jerman, Letnan Jenderal Christian Freuding, menandai komitmen serius Jerman untuk menutup kesenjangan kapabilitas tempur yang terungkap pada perang di Ukraina.
Langkah ini merupakan bagian krusial dari strategi Zeitenwende (Titik Balik Sejarah) Jerman untuk membangun kembali kemampuan pertahanan konvensional dan pencegahan (deterrence) di Eropa.
Rencana pembentukan enam baterai drone kamikaze ini memiliki kerangka waktu yang ketat, didorong oleh kebutuhan mendesak di medan perang modern. Tahap uji coba awal akan dilakukan tahun ini (2025), Bundeswehr telah memulai pengujian intensif terhadap berbagai sistem loitering munition jarak menengah. Berlanjut ke Kesiapan Awal (IOC) pada tahun 2027, yang mana baterai loitering munition jarak menengah pertama ditargetkan mencapai Kesiapan Operasional Awal.
Dan puncaknya pada tahun 2029, telah dapat dicapai Kesiapan Penuh (FOC), seluruh enam baterai (atau formasi) diharapkan telah sepenuhnya operasional, melengkapi Angkatan Darat dengan kekuatan serangan presisi baru.
Keputusan investasi besar ini didasarkan pada tiga faktor utama, yaitu drone kamikaze menyediakan kemampuan untuk menyerang target bernilai tinggi (seperti pos komando, artileri, atau kendaraan lapis baja) dengan presisi tinggi dan latensi rendah, bahkan ketika target berada di luar jangkauan pandangan langsung.
Sebagai sistem serangan sekali pakai (one-way attack), loitering munition menawarkan alternatif yang jauh lebih hemat biaya dibandingkan rudal jelajah atau amunisi presisi besar lainnya.
Pembentukan enam baterai menunjukkan perubahan doktrin di mana loitering munition akan menjadi senjata terintegrasi yang diorganisir, bukan sekadar senjata pelengkap, yang meningkatkan daya tembak dan kapabilitas pengintaian unit darat.
Jerman saat ini sedang mengevaluasi sistem terbaik yang cocok untuk kebutuhan keenam baterai tersebut. Calon utama termasuk keluarga HERO, sistem drone kamikaze yang diproduksi oleh UVision Israel (bekerja sama dengan Rheinmetall Jerman). Sistem HERO-120 dan HERO-400 populer karena fleksibilitasnya dan kemampuannya menghancurkan berbagai jenis target.
Pengadaan akan berfokus pada sistem jarak menengah yang dapat diluncurkan oleh unit taktis dan dikendalikan oleh manusia, sesuai dengan batasan etika Jerman terhadap senjata otonom penuh.
Melalui program ini, Jerman memastikan bahwa, pada akhir dekade ini, Angkatan Darat mereka akan diperlengkapi dengan kapabilitas serangan presisi modern yang menjadi standar baru dalam konflik intensitas tinggi. (Bayu Pamungkas)
Bukan dari Israel, ‘Nenek Moyang’ Drone Kamikaze Shahed-136 Ternyata dari Jerman


