Author: indomiliter

Airbus Defence and Space Perkenalkan Teknologi Counter Drone (UAV)

cus_powerstation_700

Penggunaan drone/UAV (unmanned aerial vehicle) dipercaya bakal kian masif dalam beragam operasi pengintaian (surveillance). Selain ongkos gelaran yang lebih hemat, aksi drone juga tak menimbulkan potensi kehilangan nyawa personel. Selain terus memajukan teknologi pengoperasian drone, tak kalah penting juga adalah pengembangan teknologi anti drone itu sendiri. Seperti halnya bila kita mengedepankan teknologi kapal selam, selaras juga harus didukung penguasaan teknologi AKS (anti kapal selam). (more…)

Pulau Natuna Akan Dipersiapkan Sebagai Basis Drone UAV

1625785_-_main

Guna menghadapi eskalasi dan tantangan di kawasan Laut Cina Selatan, TNI akan mempersiapkan penempatan satuan drone/UAV (Unmmaned Aerial Vehicle) di Pulau Natuna. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam kunjungan kerjana ke Lanud Ranai di Kepulauan Riau dan Pos Perbatasan TNI di Pulau Sekatung. (more…)

Nexter Systems Perkenalkan CAESAR 155/52mm 8×8 dengan Platform Truk Tatra T815

Caesar-8x8-front-Nexter-EHB-Roanne-4-Sept-2015-IMG_5884-1024x683

TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 telah didapuk sebagai ikon SPH (Self Propelled Howitzer) Yon Armed (Artileri Medan) TNI AD. Masuk dalam pengadaan alutsista MEF (minium essential force) I, TNI AD mendapat perkuatan 37 unit CAESAR untuk ditempatkan kedalam dua batalyon Armed dan satu unit untuk Pusdik Armed. Nah, tanpa merubah platform meriam kaliber 155/52 mm, pada ajang DSEI (Defence and Security Equipment International) Exhibition di London 15 – 18 September 2015, pihak Nexter Systems selaku manufaktur memperkenalkan CAESAR baru dengan platform kendaraan truk 8×8. (more…)

Scorpene Class Malaysia: Antara Kecanggihan Kapal Selam dan Skandal Korupsi

scorpenesub

Belakangan pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kerap didera berbagai demonstrasi oleh kelompok oposisi. Dari beragam tuntutan melengserkan sang Perdana Menteri, kembali diungkap skandal pengadaan kapal selam Scorpene Class yang telah memperkuat TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) sejak tahun 2009. Dibalik isu korupsi yang sedang ramai, keberadaan Scorpene Malaysia secara teknologi rupanya menarik untuk dikupas lebih dalam.

(more…)

Army Lift Truck 8M6x4: Kendaraan Serbu Sat-81/Gultor Kopassus dengan Platform Lift

4

Dari tampak depan, kendaraan ini memang tak ubanhnya Isuzu D Max yang biasa digunakan beragam satuan TNI AD. Tapi jika menengok kesisi samping, maka terlihat perbedaan yang mencolok, Isuzu D Max milik Sat-81/Gultor (Penanggulangan Teror) Kopassus ini punya konfigurasi empat roda di bagian belakang. Dan inilah Arlit (Army Lift Truck) Type 8M 6×4, kendaraan khusus (ransus) untuk misi penyerbuan ke ketinggian tertentu, baik di gedung atau pesawat. (more…)

M43 120mm: Mortir Kaliber Besar Era Operasi Trikora

13-pasmar1-apel-khusus

Keberadaan mortir memang tak bisa dilepaskan dari pergerakan tempur pasukan infanteri. Karena dinamika yang terjadi dalam pertempuran, mortir yang bertindak sebagai ‘artileri mandiri’ pada unit infanteri juga membutuhkan kaliber mortir yang memadai. Selain standar digunakan kaliber 40 mm, 60 mm, dan 81 mm, TNI juga pernah menggunakan mortir heavy barrel (kaliber besar) 120 mm yang ukuran kalibernya melampaui kaliber Howitzer TNI kebanyakan. (more…)

Lewat Lobi Dubes, Denmark Tawarkan ToT dan Kerjasama Produksi Radar Intai

MFTR-2100-40dB-with-camera-1024x682

Seolah mengikuti gaya lobi empat duta besar negara pembuat Eurofighter Typhoon ke Kementerian Pertahanan RI, Selasa pekan lalu (1/9/2015), Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Casper Clynge melakukan kunjungan ke Menhan Ryamizard Ryacudu di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Agenda Sang Dubes terkait tawaran kerjasama dalam pembuatan radar dan transfer of technology (ToT). (more…)

Rudal Hanud S-300: Setelah Dilirik Kini Mulai Dijajaki Untuk Indonesia

S-300-(1)

Meski realisasinya masih terasa jauh, namun ada secercah harapan bagi Indonesia untuk kelak memiliki alutsista hanud (pertahanan udara) rudal anti serangan udara jarak jauh S-300 buatan Rusia. Hal ini tersirat dari pernyataan Atase Pertahanan RI di Rusia Kolonel (Pnb) Andi Kustoro yang menyebut sista S-300 jadi salah satu persenjataan yang tengah dijajaki pembeliannya oleh Indonesia. (more…)