Antisipasi Serangan RPG Kamboja, Ranpur M113 Thailand Dipasangi Proteksi Bambu

Setelah wooden (kayu) yang digunakan sebagai elemen proteksi pada ranpur (kendaraan tempur) oleh Filipina dan Rusia, rupanya Angkatan Darat Thailand juga menggunakan material alami sebagai proteksi ranpur. Seperti pada rekaman video yang beredar di media sosial, ranpur APC roda rantai M113 nampak dipasangi proteksi berupa bamboo (bambu), khususnya untuk menahan serangan RPG.

Baca juga: Pasukan Rusia Pasang Proteksi Balok Kayu (Wooden Armor) pada Ranpur MT-LB

Penggunaan bambu sebagai perisai anti-RPG pada kendaraan militer, terutama di zona konflik tropis seperti di Thailand, adalah contoh cemerlang dari rekayasa improvisasi. Meskipun bambu tidak bisa menghentikan proyektil kaliber besar, peran utamanya adalah menargetkan titik kelemahan mendasar dari amunisi anti-tank yang paling umum, yaitu Rocket-Propelled Grenade (RPG).

RPG menggunakan hulu ledak High-Explosive Anti-Tank (HEAT) atau dikenal sebagai shaped charge. Mekanisme hulu ledak HEAT adalah sebagai berikut, ketika proyektil menghantam target, sebuah pemicu di moncongnya (dikenal sebagai standoff probe) akan meledakkan bahan peledak di bagian belakang. Ledakan ini mendorong liner logam (biasanya tembaga) menjadi pancaran jet logam cair super-panas dan bertekanan tinggi yang menembus lapisan baja.

Nah, peran Bambu terletak pada pencegahan dan gangguan terhadap mekanisme tersebut. Lapisan bambu yang dipasang pada rangka luar kendaraan (serupa dengan konsep slat armor atau cage armor) berfungsi sebagai penghalang fisik yang pertama.

Saat RPG menerjang lapisan bambu, standoff probe yang sensitif di moncong granat akan terhantam dan terpicu sebelum mencapai lapisan baja utama kendaraan.

Kunci efektivitas hulu ledak HEAT adalah jarak optimal antara titik pemicuan dan lapisan baja, yang disebut jarak standoff. Jika jet logam cair dihasilkan terlalu jauh atau terlalu dekat dari lapisan baja utama, daya tembusnya akan berkurang drastis. Bambu memastikan bahwa pemicuan terjadi pada jarak yang salah (non-optimal standoff distance).

Struktur bambu yang relatif rapuh tetapi ulet dapat menghancurkan atau menekuk standoff probe granat saat benturan. Kerusakan fisik ini dapat memutus rangkaian listrik yang dibutuhkan untuk memicu ledakan secara sempurna. Jika pemicuan gagal atau terdistorsi, jet logam panas tidak akan terbentuk dengan benar atau kekuatannya akan berkurang tajam.

Wooden Armor: Murah Meriah, Balok Kayu Jadi Pelindung Ekstra Pada Ranpur

Serat bambu yang kuat dan berongga memberikan perlindungan yang unik. Rongga-rongga udara di dalam batang bambu, ditambah seratnya yang ulet, dapat menyerap dan menyebarkan energi kinetik. Lebih penting lagi, rongga ini dapat mengganggu fokus jet logam panas yang sedang terbentuk. Gangguan kecil pada jet yang bergerak dengan kecepatan hipersonik ini dapat menyebabkan jet tersebut pecah atau menyebar, secara signifikan mengurangi daya tembusnya terhadap lapisan baja utama.

Dibandingkan dengan slat armor berbahan baja atau aluminium, bambu jauh lebih ringan, yang merupakan pertimbangan penting agar tidak membebani kendaraan tempur yang sudah berat. Selain itu, jika rusak, bambu sangat mudah diganti dan diperbaiki di lapangan (field repair) karena ketersediaannya yang melimpah di wilayah tropis dan kemudahan instalasinya.

Singkatnya, bambu tidak menghentikan RPG, melainkan merusak, memicu secara dini, dan mendistorsi mekanisme peledakannya. Inilah mengapa lapisannya, meskipun terbuat dari bahan alami, menjadi solusi pertahanan yang cerdas, ringan, dan efektif secara biaya terhadap ancaman RPG di medan perang asimetris. (Gilang Perdana)

Modifikasi Proteksi Anti Drone Pada Ranpur BMP-3 Mendapat Kritikan dari Dalam Negeri, Ini Sebabnya

2 Comments