Dibangun Hanya Satu Bulan, USV “Comet” Tampil Bersenjata Rudal Hellfire dan AIM-9X Sidewinder

Ajang pameran pertahanan Sea Air Space 2026 (19-22 April 2026) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, menjadi panggung bagi BlackSea Technologies untuk memamerkan inovasi radikalnya, Comet. Kapal tanpa awak (Unmanned Surface Vessel/USV) sepanjang 13,1 meter ini memicu decak kagum karena proses manufakturnya yang hanya memakan waktu satu bulan.
Baca juga: Misterius, Cina Kembangkan USV Submersible Trimaran Sebagai Peluncur VLS Rudal Jelajah
Meskipun dibangun dalam waktu singkat, Comet hadir sebagai platform tempur modular yang sangat mematikan. BlackSea Technologies mengonfirmasi bahwa drone permukaan ini dirancang untuk mengemban berbagai misi kompleks, mulai dari pengintaian dan perang elektronik (EW), hingga peran pertahanan udara dan serangan permukaan dengan mengintegrasikan rudal AIM-9X Sidewinder dan AGM-114 Hellfire.
Kemampuan tempur Comet didukung oleh sistem sensor yang komprehensif, mencakup radar akuisisi target serta sistem deteksi dan akuisisi optik canggih. Dengan lebar kapal mencapai 3 meter, platform ini mampu melesat hingga kecepatan maksimal di atas 83 km/jam (45+ knot).
Kapasitas angkutnya pun tidak main-main, total muatan (payload) termasuk bahan bakar mencapai 4.535 kilogram. Keunggulan ini memungkinkan Comet untuk membawa persenjataan berat dan perangkat elektronik pengintai sekaligus, menjadikannya aset multifungsi di lini depan pertempuran maritim.

Data operasional yang dirilis menunjukkan fleksibilitas jangkauan yang luar biasa berdasarkan jenis misinya. Dalam mode endurance (ketahanan), Comet mampu menempuh jarak hingga 1.852 kilometer saat membawa beban 1.360 kilogram pada kecepatan 74 km/jam di kondisi laut hingga Sea State 3.
Sementara untuk misi tempur murni, USV ini memiliki jangkauan 926 kilometer dengan muatan penuh seberat 3.400 kilogram pada kecepatan 37 km/jam, bahkan saat menghadapi kondisi laut yang bergejolak. Kemampuan ini memastikan Comet dapat beroperasi jauh dari kapal induk atau pangkalan pesisir untuk memberikan perlindungan maupun melakukan serangan presisi.
Munculnya Comet menambah deretan drone permukaan berkecepatan tinggi milik Amerika Serikat, bersaing dengan inovasi lain seperti Quickfish buatan Seasats yang dikenal mampu beroperasi di tengah badai dengan ketinggian gelombang hingga 6 meter. Namun, Comet unggul dalam hal modularitas persenjataan dan kecepatan produksi.
Dengan filosofi “bergerak cepat dan membawa lebih banyak”, Comet bukan sekadar kapal eksperimental, melainkan solusi nyata bagi kebutuhan perang asimetris masa depan di mana kecepatan inovasi industri dan daya pukul hulu ledak menjadi penentu kemenangan di lautan. (Gilang Perdana)
Pertama Kali, Ukraina Gunakan USV Kamikaze Bersenjata Rudal R-73 “FrankenSAM”


