Pasca Nasib Tragis Korvet IRIS Dena, Sri Lanka Ambil Alih Kendali Kapal Tanker Iran IRIS Bushehr

Pasca serangan torpedo yang mengkaramkam korvet Angkatan Laut Iran IRIS Dena (75) di Lepas Pantai Sri Lanka, kini perhatian dunia tertuju pada nasib kapal pendukung, yakni kapal tanker IRIS Bushehr (422), yang mendampingi IRIS Dena selama mengikuti latihan militer Milan 2026 yang dihelat Angkatan Laut India.
Berbeda dengan nasib malang yang menimpa IRIS Dena, otoritas Sri Lanka telah mengambil alih kendali penuh atas kapal tanker tersebut di lepas pantai mereka. Langkah ini diambil sebagai tindakan darurat kemanusiaan dan keamanan untuk memastikan keselamatan para personel serta mencegah eskalasi lebih lanjut di perairan strategis Samudra Hindia.
Fokus utama dari operasi pengambilalihan ini adalah keselamatan 208 awak kapal yang berada di atas IRIS Bushehr. Otoritas Sri Lanka, bertindak sebagai penjamin keamanan di wilayah teritorialnya, segera mengerahkan tim medis dan personel keamanan untuk mengevakuasi serta memberikan perlindungan kepada seluruh awak.
Peran Kolombo menjadi sangat krusial; mereka tidak hanya bertindak sebagai fasilitator evakuasi, tetapi juga sebagai mediator netral yang memastikan para pelaut Iran mendapatkan perlakuan sesuai dengan hukum maritim internasional di tengah situasi geopolitik yang sangat panas antara Washington dan Teheran.
Sri Lanka has decided to formally take charge of the Iranian vessel IRIS Bushehr (422) and its 208 crew, following days of discussions with relevant authorities, diplomatic missions and the ship’s captain.
SLNS Sagara (P622) and SLNS Gajabahu (P626) and several tugs are… pic.twitter.com/cJlyF9VdqH
— Intelschizo (@Schizointel) March 5, 2026
Melihat lebih dalam pada spesifikasi teknisnya, IRIS Bushehr merupakan aset vital bagi operasional jarak jauh Iran. Kapal tambahan (auxiliary ship) ini memiliki peran sebagai kapal tanker dan logistik dengan panjang mencapai 108 meter dan bobot sekitar 4.500 ton. Kapal ini dibangun oleh galangan kapal domestik Iran, yang dirancang khusus untuk memperpanjang napas armada tempur mereka di laut lepas.
Dengan kapasitas penyimpanan bahan bakar yang sangat besar, Bushehr mampu menyuplai kebutuhan diesel dan bahan bakar jet bagi kapal perang dan helikopter, menjadikannya “pangkalan logistik terapung” yang sangat berharga.
The 208 crew members of the Iranian vessel “IRIS Bushehr” anchored near the Port of Colombo are being brought ashore by the Sri Lanka Navy.
They will be taken to the Welisara Naval Base, while the vessel is expected to be moved to the Port of Trincomalee, the President said. pic.twitter.com/5cJAUgYC1P
— Vidharshana Fernando (@MsVidharshana) March 5, 2026
Selain membawa muatan bahan bakar yang masif, IRIS Bushehr juga memiliki kemampuan untuk menyimpan air tawar dan pasokan kargo kering dalam jumlah besar. Struktur lambungnya didesain untuk menahan beban berat logistik, yang dalam insiden ini sempat memicu kekhawatiran akan potensi kebocoran jika terjadi benturan fisik. Namun, berkat langkah cepat Angkatan Laut Sri Lanka dalam mengamankan posisi kapal, stabilitas kapal tetap terjaga sehingga risiko pencemaran lingkungan dari tangki-tangki bahan bakarnya dapat diminimalisir sepenuhnya.
Sebagai kapal yang masuk dalam kategori Auxiliary Ship (kapal pendukung/logistik), IRIS Bushehr (422) memang tidak memiliki persenjataan berat layaknya kapal perusak atau korvet seperti IRIS Dena. Namun, kapal ini tetap dibekali sistem pertahanan diri terbatas untuk melidungi diri dari ancaman ringan.
KRI Balikpapan 901: Kapal Tanker Tua Peninggalan Perang Dingin
Umumnya kapal tanker Iran dilengkapi dengan 2 hingga 4 pucuk kanon kaliber 20mm (seringkali tipe Oerlikon atau versi lokal Iran). Senjata ini efektif untuk menghalau ancaman dari kapal cepat (speed boat) atau ancaman udara rendah. Awak kapal sering kali dibekali dengan rudal panggul pertahanan udara MANPADS (seperti seri Misagh buatan Iran) untuk menjatuhkan drone atau helikopter musuh jika diperlukan.
Keberhasilan Sri Lanka dalam mengambil alih kendali IRIS Bushehr tanpa insiden kekerasan tambahan memberikan napas lega bagi upaya diplomasi regional. Saat ini, kapal tersebut berada dalam pengawasan ketat otoritas pelabuhan setempat sembari menunggu koordinasi lebih lanjut terkait repatriasi awak dan status hukum kapal. Insiden ini membuktikan bahwa di tengah gesekan kekuatan besar, peran negara pesisir seperti Sri Lanka menjadi benteng terakhir bagi nilai-nilai kemanusiaan dan aturan hukum di laut lepas. (Gilang Perdana)



Saya kok malah kepingin lihat drone shaheed bikin arleigh burke meleduk. Kira-kira butuh berapa shaheed untuk bikin arleigh burke jadi kembang api ?
Yakin bakalan jadi target selanjutnya tuh tanker.