Iran Kerahkan Jet Latih Tempur Yak-130 Bersenjata Rudal untuk Buru Drone Lawan

Di tengah gempuran udara dari Amerika Serikat dan Israel, Angkatan Udara Iran (IRIAF) tetap mengoptimalkan segala aset udara yang tersedia. Salah satu langkah yang paling menarik perhatian adalah pengerahan jet latih tempur (Lead-In Fighter Trainer/LIFT) Yakovlev Yak-130 buatan Rusia untuk misi patroli tempur aktif.
Baca juga: Rusia Upgrade Jet Latih Tempur Yakolev Yak-130 untuk Misi Khusus
Pesawat yang aslinya dirancang untuk pelatihan pilot ini kini berada di garis depan dengan tugas spesifik, yakni mencegat dan menghancurkan drone musuh yang menyusup ke ruang udara Iran.
Langkah ini membuktikan bahwa meskipun Iran berada di bawah tekanan dominasi udara AS dan Israel, mereka tetap mampu melakukan manuver pertahanan udara yang lincah menggunakan platform yang lebih kecil dan ekonomis namun mematikan.
Berbeda dengan jet tempur berat, Yak-130 dikonfigurasi sebagai pemburu drone yang efektif. Pesawat ini telah dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara jarak pendek berpemandu inframerah (pencari panas), yaitu R-73 (AA-11 Archer).

R-73 dikenal sebagai salah satu rudal jarak pendek terbaik di dunia karena kemampuannya dalam bermanuver tajam (high off-boresight). Dengan rudal ini, Yak-130 dapat mengunci dan menghancurkan drone pengintai maupun drone kamikaze yang memiliki jejak panas rendah dengan tingkat presisi yang tinggi.
Selain rudal, Yak-130 juga dilengkapi dengan pod meriam GSh-23L kaliber 23mm yang sangat berguna untuk menetralisir target udara lambat tanpa harus membuang rudal yang mahal.
Pengerahan Yak-130 untuk patroli pencegatan drone dianggap sebagai keputusan taktis yang cerdas, karena beberapa alasan, seperti biaya operasional rendah, mengoperasikan Yak-130 jauh lebih murah dibandingkan menerbangkan jet tempur berat untuk sekadar mencegat drone.
Selain itu, Yak-130 mampu terbang dengan kecepatan rendah yang stabil, membuatnya lebih mudah untuk membayangi drone yang umumnya terbang jauh lebih lambat daripada jet supersonik. Meskipun ukurannya kecil, jet ini memiliki kokpit kaca (glass cockpit) dan sistem navigasi digital yang kompatibel dengan jet tempur generasi keempat dan kelima Rusia, memudahkan pilot untuk mendeteksi target kecil pada radar.
Rusia Umumkan Prototipe Pertama Jet Latih Tempur Yakovlev Yak-130M Siap Jalani Uji Darat dan Udara
Hingga awal Maret 2026, kekuatan armada Yak-130 Iran dilaporkan berada dalam kondisi siap tempur. Berdasarkan catatan pengiriman dan integrasi sejak tahun 2023, IRIAF diyakini mengoperasikan setidaknya 24 unit Yak-130.
Unit-unit ini ditempatkan secara strategis di beberapa pangkalan udara utama, termasuk di Pangkalan Udara Syahid Babaei di Isfahan. Awalnya, jet-jet ini didatangkan untuk melatih pilot Iran agar terbiasa dengan sistem pesawat Rusia sebelum mereka beralih ke jet tempur Su-35. Namun, dengan pecahnya konflik saat ini, Yak-130 telah bertransformasi dari sekadar “guru di kelas” menjadi “petarung di langit” yang krusial bagi pertahanan titik kedaulatan Iran. (Bayu Pamungkas)



Cerdas!
Mengingat serangan presisi operasi gabungan AS-Israel ini di segmen jet tempur adalah Stand-Off tanpa harus masuk jangkauan lebih dalam ke wilayah Iran yang sangat beresiko. Ditunggu debut F-14, F-4 dan MiG-29 IRIAF berani intercept jet-jet tempur canggih AS dan Israel yang hendak melakukan SEAD ke wilayah mereka 👍😁