Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Pukulan Telak! Kapal Induk Drone Iran ‘IRIS Shahid Bagheri’ Karam Akibat Serangan Udara Masif

Ambisi Iran untuk memproyeksikan kekuatan udara lewat laut hancur berkeping-keping. Dalam sebuah serangan udara terkoordinasi yang dilancarkan oleh armada tempur Amerika Serikat dan Israel, kapal induk drone terbaru Iran, IRIS Shahid Bagheri (C-110-4) dilaporkan telah karam di lepas pantai dekat pangkalan utama Bandar Abbas.

Baca juga: Lumpuhnya Armada Garda Depan: Tragedi di Pangkalan Konarak dan Akhir Era Kapal Perang Tua Iran 

Kehilangan kapal ini merupakan pukulan telak bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Insiden ini sekaligus membuktikan bahwa tanpa keunggulan udara (air superiority), aset maritim raksasa Iran menjadi “sasaran empuk” bagi rudal presisi dan bom pintar pihak lawan. Meskipun Iran masih bersikeras memblokade Selat Hormuz, hancurnya basis kekuatan laut mereka membuat efektivitas blokade tersebut dipertanyakan.

IRIS Shahid Bagheri bukanlah kapal perang konvensional sejak awal. Kapal ini merupakan hasil modifikasi radikal dari kapal kontainer raksasa sepanjang 240 meter. Iran menambahkan struktur Ski-Jump (landasan pacu melengkung) di dek atasnya untuk memungkinkan peluncuran drone tempur (UCAV) jarak jauh seperti Shahed-129 atau Mohajer-6.

Dengan dek yang diperlebar, kapal ini dirancang sebagai “pangkalan terapung” yang mampu membawa puluhan drone bunuh diri dan helikopter. Namun, desain kapal kontainer yang lamban dan sistem pertahanan titik (point defense) yang tidak memadai membuatnya tidak berdaya saat menghadapi serangan jenuh (saturation attack).

Menurut sumber intelijen satelit, IRIS Shahid Bagheri sedang berada dalam posisi siaga di Selat Hormuz bagian timur, tepatnya di koordinat dekat pintu masuk pangkalan laut Bandar Abbas. Serangan dimulai pada dini hari dengan pelumpuhan sistem radar di daratan, disusul dengan gelombang rudal anti kapal jarak jauh.

Laporan menyebutkan setidaknya tiga rudal menghantam bagian lambung kiri (port side) dan satu bom presisi menghantam area Ski-Jump, memicu kebakaran hebat pada bahan bakar drone yang tersimpan di dek bawah. Kapal tersebut miring ke kiri sebelum akhirnya karam di perairan dangkal, menyisakan sebagian struktur atasnya yang masih terlihat di atas permukaan air.

Kehilangan Shahid Bagheri berarti Iran kehilangan kemampuan utama mereka untuk meluncurkan serangan drone dari tengah laut tanpa harus bergantung pada pangkalan darat yang kini juga terus digempur. Selain itu, pangkalan laut di sekitar lokasi karamnya kapal dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur hebat, menghambat mobilitas kapal-kapal cepat IRGC yang biasanya digunakan untuk taktik “kerumunan” (swarming).

Para analis militer menyebutkan bahwa insiden ini adalah bukti nyata bahwa strategi Iran yang mengandalkan konversi kapal sipil menjadi kapal perang memiliki kelemahan fatal pada aspek survivability (daya tahan) di medan tempur modern yang didominasi oleh kekuatan udara.

Konversi dari Kapal Kontainer, Iran Luncurkan IRIS Shahid Bagheri – Kapal Induk Drone dengan Ski-Jump

Awalnya dibangun sebagai kapal kontainer pada tahun 2000 oleh Hyundai Shipyard di Korea Selatan, Bagheri sebelumnya beroperasi dengan nama Silver Craft, Iran Kerman, dan Perarin. Konversi kapal ini dimulai pada tahun 2022 di galangan kapal ISOICO dekat Bandar Abbas, dengan uji coba laut dimulai pada akhir tahun 2024.

IRIS Shahid Bagheri merupakan bagian dari proyek Iran yang lebih luas untuk mengubah kapal sipil untuk aplikasi militer, termasuk logistik, intelijen, dan pangkalan operasi garis depan. Sementara Iran telah menunjukkan kemampuan untuk meluncurkan drone dari kapal di masa lalu, Bagheri merupakan kapal pertama yang dirancang khusus untuk peran ini, yang dilengkapi landasan pacu khusus (ski-jump) dan peralatan penahan untuk pendaratan drone serta gantungan di bawah dek dan peralatan tambahan. (Gilang Perdana)

Sambangi Jakarta, Kapal Induk Iran IRINS Makran dan Korvet IRINS Dena Sandar di Tanjung Priok

One Comment