
Di tengah ketegangan yang kian memuncak di Teluk Persia, ribuan pelaut Amerika Serikat kini memikul beban tugas paling berat dalam dekade ini: menjalankan blokade laut total terhadap Iran. Namun, saat kewaspadaan terhadap ancaman rudal dan drone lawan berada di titik tertinggi, musuh yang paling berbahaya justru datang dari dalam—krisis logistik yang melumpuhkan. (more…)

Ada pemandangan menarik sekaligus langka dalam pergerakan armada laut Amerika Serikat baru-baru ini. Kapal induk bertenaga nuklir USS George H.W. Bush (CVN-77) dilaporkan mengambil rute jauh dengan mengelilingi Benua Afrika melalui Tanjung Harapan, Afrika Selatan, untuk mencapai perairan Samudera Hindia dan Teluk Persia. (more…)

Eskalasi di Teluk Persia kembali memakan korban alutsista bernilai fantastis. Setelah laporan CBS menyebutkan Amerika Serikat telah kehilangan 24 unit MQ-9 Reaper dalam perang melawan Iran dengan kerugian mencapai US$720 juta, kini kabar lebih buruk menghampiri Gedung Putih. (more…)

Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas akibat serangan saturasi drone kamikaze Iran, negara-negara Teluk kini mengambil langkah strategis yang sangat pragmatis. Merasa kewalahan menghadapi efektivitas drone Shahed-136 yang murah namun mematikan, otoritas pertahanan di kawasan tersebut mulai mengadopsi doktrin anti drone yang dikembangkan oleh militer Ukraina, yaitu satu-satunya kekuatan di dunia yang telah menghadapi ribuan serangan serupa selama empat tahun terakhir. (more…)

Di saat masyarakat dunia tengah mencemaskan fluktuasi harga bahan bakar minyak, otoritas pertahanan udara di negara-negara Teluk yang menjadi sekutu utama Amerika Serikat justru menghadapi ancaman yang jauh lebih nyata, yakni kelangkaan rudal pencegat Patriot. (more…)

Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Australia akan mengirimkan sejumlah besar pasokan rudal udara-ke-udara canggih, AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile), guna membantu UEA mengatasi gelombang serangan drone dan roket yang terus meluas. (more…)

Ketegangan di kawasan Teluk Persia kini berada di ambang titik didih baru seiring mencuatnya laporan mengenai rencana operasi militer ambisius yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Fokus utama dari spekulasi strategi ini adalah Pulau Kharg (Kharg Island), sebuah daratan strategis yang berfungsi sebagai terminal ekspor minyak mentah utama Iran. (more…)

Gedung Putih kembali memanas setelah dua sekutu paling strategis Amerika Serikat di Eropa, Spanyol dan Inggris, secara terbuka menyatakan penolakan untuk terlibat dalam operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran. Keputusan ini memicu kemarahan Presiden Donald Trump, yang menilai sikap kedua negara tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen pertahanan kolektif NATO di tengah eskalasi konflik Samudra Hindia dan Timur Tengah yang kian meruncing. (more…)

Ambisi Iran untuk memproyeksikan kekuatan udara lewat laut hancur berkeping-keping. Dalam sebuah serangan udara terkoordinasi yang dilancarkan oleh armada tempur Amerika Serikat dan Israel, kapal induk drone terbaru Iran, IRIS Shahid Bagheri (C-110-4) dilaporkan telah karam di lepas pantai dekat pangkalan utama Bandar Abbas. (more…)

Buntut dari perang yang membara di Gaza, maka dikhawatirkan bakal menyulut konflik lanjutan, bukan hanya antara Israel dengan Iran, melainkan juga antara Iran dan Amerika Serikat, yang notabene hadir di Timur Tengah untuk mem-backup penuh Negeri Zionis. Lantaran ada konflik klasik yang terjadi di Teluk Persia, maka AS kini mengantisipasi bila eskalasi merembet sampai di Teluk Persia, khususnya pada Selat Hormuz yang dimonitor ketat oleh militer Iran. (more…)