Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Filipina Resmi Upgrade 11 Unit FA-50PH: Bakal Mampu Luncurkan Rudal AMRAAM!

Angkatan Udara Filipina (PAF) dipastikan akan memiliki taring yang jauh lebih tajam dalam menjaga kedaulatan wilayah udaranya. Pada 12 Desember 2025, pemerintah Filipina secara resmi menandatangani kontrak strategis dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk melakukan peningkatan kemampuan (upgrade) besar-besaran terhadap 11 unit jet tempur FA-50PH Fighting Eagle yang saat ini dioperasikan.

Baca juga: Jatuh Saat Misi Tempur, Angkatan Udara Filipina Kesampingkan Penyebab Insiden FA-50PH Berasal dari Faktor Teknis

Langkah ini diambil sebagai bagian dari program modernisasi militer tahap kedua (Horizon 2) guna merespons dinamika keamanan regional yang kian memanas.

Proyek peningkatan performa ini menelan biaya sebesar $64 juta (sekitar Rp1 triliun). Alokasi dana tersebut akan difokuskan untuk mengubah peran FA-50PH yang sebelumnya lebih dominan sebagai pesawat serang darat ringan, menjadi jet tempur dengan kemampuan tempur udara-ke-udara jarak jauh yang mumpuni.

Keputusan untuk melakukan upgrade pada unit eksisting dianggap sebagai langkah efisien bagi Manila untuk menutup celah kemampuan pertahanan udara sebelum unit-unit baru pesanan masa depan tiba di tanah air.

Disebut Hanya Tiga Unit Jet Tempur FA-50PH yang Siap Terbang, Ini Tanggapan AU Filipina

Poin paling krusial dalam kontrak ini adalah integrasi sistem kontrol tembakan yang memungkinkan FA-50PH mengoperasikan rudal AIM-120 AMRAAM. Dengan rudal ini, FA-50PH Filipina akan memiliki kemampuan Beyond Visual Range (BVR), yang berarti pilot dapat mengunci dan menghancurkan target udara musuh dari jarak jauh sebelum target tersebut terlihat oleh mata telanjang.

Selain integrasi rudal AMRAAM, paket upgrade ini mencakup pemasangan Sniper ATP, penggunaan Sniper Advanced Targeting Pod untuk identifikasi target presisi tinggi, penambahan tangki bahan bakar eksternal, berupa tangki 300 galon untuk memperluas jangkauan patroli di wilayah perbatasan laut. Upgrade juga mencakup peningkatan perangkat lunak radar untuk deteksi yang lebih jauh dan akurat.

Akuisisi Varian Tercanggih ‘Block 20’, Filipina Bentuk Skadron Kedua Jet Tempur Ringan FA-50 Fighting Eagle

Proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2026. Proses pengerjaan akan dilakukan secara bertahap oleh teknisi KAI agar kesiapan operasional Angkatan Udara Filipina tidak terganggu. Seluruh rangkaian upgrade pada 11 unit tersebut ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada akhir tahun 2027.

Menuju Standar “Enhanced Block 10”
Meskipun peningkatan ini membawa fitur-fitur canggih yang mendekati varian Block 20, secara teknis armada ini tetap akan berada pada level yang sering disebut para analis sebagai “Enhanced Block 10”. Hal ini dikarenakan unit tersebut adalah hasil optimalisasi dari struktur pesawat lama, bukan unit baru yang dibangun dengan infrastruktur radar AESA bawaan pabrik.

Namun, dengan kemampuan meluncurkan AMRAAM, FA-50PH Filipina kini bukan lagi sekadar jet tempur latih-tempur, melainkan aset pertahanan udara yang mematikan dan disegani di kawasan Asia Tenggara. (Gilang Perdana)

Filipina Tuntaskan Kontrak Pengadaan 12 Unit FA-50 Block 20 Fighting Eagle Senilai US$700 Juta

One Comment