Kebocoran Data dan Dokumen Rahasia Kapal Selam Scorpene India (Kalvari Class), Guncang Reputasi Naval Group

Naval Group akhirnya meraih kontrak efektif untuk pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya. Meski target pemasaran terpenuhi, namun, Naval Group (d/h DCNS) punya catatan tersendiri terkait kerja sama produksi dan alih teknologi kapal selam ke negara mitra, salah satunya kewaspadaan pada potensi kebocoran dokumen dan data rahasia, seperti yang pernah terjadi pada pembangunan Scorpene class di India.

Baca juga: Akhirnya! Kontrak Efektif Pembangunan Dua Kapal Selam Scorpene Evolved untuk TNI AL Telah Berjalan

Kilas balik ke tahun 2016, dunia pertahanan sempat dikejutkan oleh laporan besar mengenai kebocoran data rahasia kapal selam Scorpène class yang dibangun untuk Angkatan Laut India. Insiden ini muncul pertama kali di media Australia, khususnya The Australian, dan mendapat perhatian luas secara internasional.

Persisnya, pada Agustus 2016, The Australian menerbitkan laporan bahwa lebih dari 22.000 halaman dokumen rahasia mengenai desain kapal selam Kalvari class (Scorpène India) bocor ke publik. Disebut sebagai dokumen rahasia, lantaran memuat informasi teknis sangat sensitif, termasuk sistem sonar, frekuensi deteksi dan jangkauan, sistem tempur dan senjata, sistem komunikasi dan siluman (stealth), sampai spesifikasi menyelam (depth rating).

Dokumen tidak hanya menyangkut India, tetapi juga mengindikasikan bahwa rancangan dasar Scorpène yang digunakan oleh negara lain bisa ikut terdampak, termasuk Scorpene Malaysia (KD Tunku Abdul Rahman, KD Tun Razak), Chili dan Brasil (varian dengan modifikasi) Namun, data yang bocor tidak mencakup sistem nuklir, karena Scorpene adalah kapal selam konvensional (diesel-elektrik).

Telah Meluncur INS Vagir, Kapal Selam Diesel Listrik Scorpene Class Produksi India

Pembangunan kapal selam Scorpene class di India dilakukan di bawah program yang dikenal sebagai Project 75, yang dikerjakan oleh Mazagon Dock Shipbuilders Limited (MDL) di Mumbai dengan dukungan teknologi dari Naval Group.

Dari hasil investigasi, bocoran tersebut tidak berasal dari India, tetapi diduga kuat berasal dari mantan subkontraktor Naval Group di Eropa atau Asia Tenggara.

Meskipun ada data dan dokumen yang bocor, Angkatan Laut India dan Kementerian Pertahanan India menegaskan bahwa desain akhir telah dimodifikasi setelah dokumen tersebut disusun, dan tidak semua informasi dalam bocoran valid atau masih relevan. Naval Group juga menyatakan bahwa tidak ada kebocoran dari sistem mereka secara langsung, dan insiden ini terjadi karena kesalahan di pihak mitra asing.

Investigasi lanjutan dilakukan oleh berbagai pihak, baik dari pemerintah India, Naval Group (Perancis), maupun otoritas di Australia, tempat pertama kali kebocoran terpublikasi. Namun, hingga kini tidak diketahui adanya sanksi langsung atau penuntutan besar-besaran yang diumumkan secara terbuka.

AL India Resmikan Operasional INS Vela, Kapal Selam dari Keluarga Scorpene Class

Meski tidak berdampak langsung terhadap operasional Scorpene India (Kalvari class), kejadian ini membuka mata soal risiko keamanan data pertahanan global, terutama dalam proyek kerja sama teknologi antarnegara.

India telah membangun dan memesan enam unit kapal selam Kalvari class (yang merupakan varian lokal dari Scorpène class) sebagai bagian dari Project 75. Hingga saat ini, kelima unit pertama sudah dioperasikan oleh Angkatan Laut India, dan unit keenam sedang dalam tahap akhir pembangunan/uji coba.

Beberapa analis menyebut insiden kebocoran data rahasia atas Scorpene India, menjadi salah satu dari banyak faktor yang kemudian memperburuk hubungan Australia-Perancis, dan berujung pada pembatalan kontrak kapal selam konvensional oleh Australia “Attack Class” (yang kemudian memilih AUKUS/submarine nuklir).

Sebagai catatan, Australia membatalkan proyek kapal selam Attack class dengan Naval Group pada tanggal 15 September 2021. Pembatalan ini dilakukan ketika Australia mengumumkan kesepakatan keamanan baru dengan Amerika Serikat dan Inggris yang dikenal sebagai AUKUS, yang akan memungkinkan Australia untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir (meskipun bukan bersenjata nuklir).

Australia Bersedia Bayar Kompensasi Pembatalan 12 Kapal Selam Attack Class ke Perancis

Dengan latar belakang insiden kebocoran data yang terjadi pada tahun 2016, maka tidak heran bila Naval Group sepertinya akan mengambil sejumlah langkah penting untuk memperketat keamanan data dan sistem kemitraan. Proyek pembangunan Scorpene class di Surabaya dilakukan dengan protokol keamanan multilapis, akses terbatas pada sistem kritis, dan pengawasan langsung dari Naval Group.

Tujuannya jelas, mencegah pengulangan kebocoran seperti yang pernah mengguncang reputasi mereka. (Gilang Perdana)

Australia Batalkan Order Kapal Selam Diesel Listrik dari Perancis, Beralih ke Kapal Selam Nuklir

One Comment