Tandem Seat, KAI Perlihatkan Prototipe Ketiga dan Keempat Jet Tempur KF-21 Boramae

Selain berita rencana hibah tiga korvet dari Korea Selatan untuk TNI AL, dalam 24 jam terakhir jagad netizen Indonesia dibuat ramai dengan dirilisnya foto-foto terbaru dari prototipe jet tempur masa depan Korea Selatan dan Indonesia, KF-21 Boramae. Update terbaru adalah penampakan sosok prototipe unit ketiga dan keempat KF-21 Boramae dengan konfigurasi dua kursi (tandem seat).
Seolah ingin menjadi perhatian, pada pesawat prototipe ketiga dan keempat, pada vertical stabilizer-nya sudah dicat dengan ikon khusus, dimana juga tertera label prototipe ketiga dan keeempat pada ekor tegak pesawat berdesain futuristik tersebut. Tandem seat pada jet tempur bisa ada dua makna, yaitu bisa dipersiapkan sebagai varian latih tempur atau varian intai, dimana posisi kursi di belakang ditempati oleh navigator/weapons officer.
Sampai saat ini, Korea Aerospace Industries (KAI) telah merampungkan pembuatan prototipe pertama. Bila tidak aral melintang, uji mesin F414-GE-400K pada KF-21 Boramae akan dilakukan pada bulan Februari, dan selanjutnya akan dilakukan uji taxii. Dari aspek teknis, F414-GE-400K termasuk jenis mesin jet turbofan. Fitur andalan pada F414 mencakup Full Authority Digital Electronic Control (FADEC) yang dapat meningkatkan karakteristik operasional, memperpanjang usia komponen dan lebih hemat bahan bakar. Bahkan GE Aviation menyebut seri mesin ini dapat mengurangi ownership costs hingga 20 persen.

[the_ad id=”12235″]


Secara umum, GE F414 punya daya dorong (dengan afterburner) 22.000 pound atau setara 98 kN. Panjang mesin ini mencapai 3,9 meter dan diameter 0,98 meter, sementara inlet diameternya mencapai 0,79 meter. Airflow yang dihasilkan dari F414 disebut hingga 77,1 kg per detik. KAI menyebut bahwa uji terbang perdana prototipe KF-21 Boramae akan dilangsungkan pada Bulan Juli mendatang.
Baca juga: General Dynamics M61A2 – Inilah Kanon Gatling Gun “Organik” di Jet Tempur KF-21 Boramae
KAI akan menggarap enam unit prototipe KF-21 Boramae, dimana tiap unit mencerminkan tingkat pengembangan, evaluasi dan perbaikan untuk penyempurnaan desain serta rancangan jet tempur twin engine garapan Korea Selatan dan Indonesia tersebut. Khusus pilot evaluation, cockpit lighting ground test dan injection performance test dilakukan pada prototipe unit ketiga. (Gilang Perdana)



15% dicicil 5x pembayaran, kira² ada pritotype untuk kita ga ya…?????
” Hari gini buat nozzle pespur biar bisa manuver 3D? ”
————————————————————-
Sebab gak mampu buat yg 3D ya tol..sugatol. mentok di ilmu 2D doank. Sama mentoknya dng membuat rudal hypersonic makanya dibela2in melarikan ilmuwan roket hypersonic china sebagai jalan pintas…😂😂
” Ya kali rudal Rusia yg cuman bisa dipandu”
————————————————————-
Gak perlu dipandu, dan gak perlu pespur Rusia repot melepaskan rudalnya mbah tol sugatol. Cukup dibiarin aja, tuh pespur paman Abidin toh pasti nyungsep sendiri kok.🤣🤣
Ya. Salaamm…😁😁
Entah gmn strategi pemerintah tentang proyek pespur, proyek ifx sendiri Indonesia cuma kebagian bikin sayap sama ekor doang sedangkan teknologi lain Indonesia sangat di batasi sampe ada insinyur US yg mengawasi tentang teknologi agar gak bocor ke Indonesia. Klo dah gini apa langkah Indonesia selanjutnya????
Apa ujungnya tetep dapet dengan cuma beli jadi tanpa tot nya…
Hari gini buat nozzle pespur biar bisa manuver 3D?? Hhhhhhhhhh, Manuver buat Dog fight itu udah ketinggalan jaman. Jaman sekarang rudal udah bisa lock and kill, bukan lagi cuman fire and forget. Ya kali rudal Rusia yg cuman bisa dipandu. Gak dipandu ntar rudalnya nyungsep, kalo dipandu gak bisa lari kalo dikejar rudal lawan. Hhhhhhhhhh
Gaskeun. Situasi geopolitik memanas sehingga transfer teknologi dilonggarkeun
Kf21>Su35 ekspor
PT dirgantara akan membuat Prototipe KFX/IFX ke 5 di bandung
https://www.kemhan.go.id/badiklat/2016/05/02/proyek-pesawat-tempur-kfxifx-indonesia-korea.html
Apa tidak bisa buat SEAD juga? Misi penting yang setahu saya biasanya butuh dua orang. F-35 walaupun LO tetapi tidak ada versi twin seat.
F 22 RAPTOR versi Lite 👍
Benet bro brahmos ga masalah minyak goreng kita mahal asal harga diri kita ga diinjak negara lain cepet selesaikan KF 21,tempatkan di natuna
Fitur andalan pada F414 mencakup Full Authority Digital Electronic Control (FADEC)
————————————————————-
Ooohh…saya kira fitur andalannya bisa 3D Vectoring macam mesin Sukhoi Strong bingit.
Upppssstt….lupa klo paman Abidin cuma bisa bikin mesin yg knalpotnya ngangguk2 doank spt lg sakau nyabu alias cuma 2D. Blom mampu buat yg versi 3D biar pespurnya bisa menari tarian india…acha..acha…nehi babu, makanya amraam gak pernah berhasil mengenainya alias melenceng terusss kena tarian Sukhoi..😂😂
Ya. Salaamm…😁😁
Mantap jiwa ! Hajar bleh ! Selamat utk Korsel, walau masih tetap menjadi “kekasih yg tak dianggap” dalam pembangunan Si Borameong ini, kita tetap bangga. Tak salah jika kita sedikit GR, dengan berprasangka bahwa cat merah putih pada kepala elang itu adalah warna bendera kita. Sawit…sawit dan sawit…adalah alat pembayaran modern kita. Mungkin krn pembayaran dari sawit utk Si Borameong ini lah harga minyak goreng jadi tinggi. Cara cerdas utk menghemat 11.000 T yg ada di kantong. By the way, Si Borameong hrus ditempatkan di Natuna utk melindungi LNU dr gangguan armada Si Bebek Peking. Sekaligus utk menjadi unsur penggentar yg bisa mendirikan bulu ketek musuh. Laksanakan ! Bravo !
Bagaimana progress pembayaran dr kita min?
Engineer PTDI sudah terlibat lagi kah?
Kok simbolnya msh kf-21, ga ada if-21 padahal bayar cicilan udh lanjut, kayaknya minta batubara gak di kirim ke korsel nih
Indonesia kebagian prototipe yg ke berapa..? Apa itu gambar photo yg ke 4 yg ada gambar Garudanya..