Sempat disebut punya tingkat akurasi yang kurang memuaskan, nama meriam howitzer tarik KH-178 seolah ‘tenggelam’, meriam buatan Korea Selatan ini juga jarak ditampilkan dalam ajang pameran pertahanan. Namun, dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2024 (26 Agustus hingga 6 September 2024), rupanya KH-178 kembali ikut disertakan oleh TNI AD, termasuk berhasil melakukan uji tembak menggunakan amunisi tajam, bersama meriam howitzer M119 105 mm milik Angkatan Darat AS. (more…)
Namanya jelas kondang di jagad senapan serbu, siapa yang tak kenal Heckler & Koch (H&K) G36, senapan dengan desain futuristik yang ikut di endorse Tom Cruise dalam Mission Impossible III. Meski debutnya tak semoncer HK416 dan MP5, senapan serbu asal Jerman yang pernah dianggap bermasalah soal overheat ini pun lumayan banyak digunakan oleh beragam satuan khusus dunia, baik militer maupun kepolisian. Termasuk pasukan elite TNI yang turut menggunakan beberapa varian G36. (more…)
Meski sudah disebut sebelum tahun 2016, namun hingga kini tidak ada informasi resmi yang menjelaskan bahwa senjata anti tank AT-4 produksi Saab Bofors Dyanmics telah dijual ke Indonesia. Bahkan di tahun 2016, pimpinan Saab di Indonesia pernah menyebut, belum ada AT-4 yang dikirimkan ke Indonesia, yang kala itu menanggapi informasi di wikipedia yang menyebut Indonesia sebagai salah satu negara pengguna AT-4. (more…)
Mortir tentunya tak asing lagi di arsenal persenjataan TNI, terutama dikelompokan sebagai senjata bantu infanteri. Selain penggunaan mortir kaliber 40, 60 dan 81 mm, ada kabar bahwa TNI AD akan mengoperasikan mortir dengan kaliber lebih besar, yakni 120 mm. (more…)
Melanjutkan pencapaian pada pameran pertahanan Indo Defence 2022, Komandan Pussenarmed TNI AD Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, beserta sejumlah delegasi yang mewakili Kementerian Pertahanan, Mabesas, Puspalad dan Pussenarmed berkesempatan untuk menyaksikan Live Firing Demonstrasi rudal balistik Khan di fasilitas Latihan Kementrian Pertahanan Turki di daerah Sinops, Turki. (more…)
Warga Moskow tengah mendapat tontonan baru, yakni digelarnya pameran alutsista rampasan dari perang Ukraina “War Trophies”, yang berlangsung selama satu bulan di Victory Park. Sekitar 30 kendaraan tempur (ranpur) dan kendaraan taktis (rantis) dari 12 negara donatur Ukraina, dipamerkan dalam kondisi mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. (more…)
Ibarat ungkapan “nggak ada matinya,” meriam penangkis serangan udara (PSU) S-60 yang telah digunakan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD sejak awal dekade 60-an, rupanya masih jauh dari kata pensiun. Dioperasikan dalam jumlah yang lumayan besar, meriam kaliber 57 mm buatan Soviet ini, nampaknya masih akan terus digunakan TNI AD di masa depan. (more…)
TNI AD, khususnya satuan Artileri Medan (Armed) mendapat tambahan alutsista baru, yaitu berupa drone copter untuk menunjang misi Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR). Drone copter berukuran mini tersebut adalah Alpha A900 buatan perusahaan asal Spanyol, Alpha Unmanned Systems SL. (more…)
Ranpur (kendaraan tempur) yang satu ini bukan barang baru lagi, pasalnya M1117 Guardian adalah ranpur roda ban 4×4 yang sudah digunakan sejak tahun 1999. Ranpur yang layak disebut panser ini punya desain yang mirip dengan V-150 Commando, yang tak lain kedua ranpur diproduksi oleh pabrikan yang sama, Cadillac Gage (sekarang – Textron Marine & Land Systems). Dan ada kabar bahwa unit perdana M1117 telah tiba di Ukraina sebagai bagian dari paket donasi persenjataan dari AS. (more…)
Dalam rencana modernisasi Puspenerbad (Pusat Penerbangan Angkatan Darat) di tahun 2017, telah dicanangkan pengadaan pesawat angkut sedang sebagai pengganti DHC-5 Buffalo buatan de Havilland Canada, bersama dengan rencana (saat itu) pengadaan helikopter serang AH-64 Apache dan helikopter serbu ringan AS550/AS555 Fennec, tersebut juga rencana pengadaan Airbus C-295 untuk TNI AD. (more…)