Donasi dari AS, Ukraina Pamerkan M1117 Guardian – Ranpur Hasil Pengembangan dari V-150 Commando

Ranpur (kendaraan tempur) yang satu ini bukan barang baru lagi, pasalnya M1117 Guardian adalah ranpur roda ban 4×4 yang sudah digunakan sejak tahun 1999. Ranpur yang layak disebut panser ini punya desain yang mirip dengan V-150 Commando, yang tak lain kedua ranpur diproduksi oleh pabrikan yang sama, Cadillac Gage (sekarang – Textron Marine & Land Systems). Dan ada kabar bahwa unit perdana M1117 telah tiba di Ukraina sebagai bagian dari paket donasi persenjataan dari AS.

Baca juga: Cuci Gudang, AS ‘Hibahkan’ 1.200 Unit Ranpur M1117 Guardian ke Yunani

M1117 Guardian atau disebut juga Armored Security Vehicles (ASV), belum lama ini telah dipamerkan oleh militer Ukraina, setelah sebelumnya AS menjanjikan pengiriman M1117 pada tahun 2022. Menurut laporan Militarnyi, militer Ukraina membagikan rekaman yang menunjukkan M1117 selama latihan di salah satu tempat latihan Ukraina.

Pasokan ASV ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah AS untuk memberikan bantuan keamanan tambahan kepada Ukraina di bawah Ukraine Security Assistance Initiative (USAI). Paket bantuan militer AS senilai US$400 juta yang diumumkan pada November 2022, yang di antaranya mencakup pasokan 250 unit ASV M1117 yang diperbarui serta peralatan dan dukungan lainnya.

Tentang M1117 Guardian, ranpur ini serasa tak asing bagi netizen di Indonesia, pasalnya M1117 memang dirancang sebagai pengembangan dari ranpur Cadilage Cage V-150 Commando yang kini digunakan Batalyon Kavaleri 7 Pragosa Satya Kodam Jaya.

Sebagai penyempurnaan dari V-150 Commando, M1117 Guardian tampil dengan peningkatan lapisan proteksi dengan IBD Modular Expandable Armor System. Mulai ditugaskan sebagai elemen patroli internal di basis militer AS, M117 menjadi salah satu ranpur pertama AS yang dirancang dengan lambung khusus tahan ledakan ranjau.

Karena punya mobilitas tinggi dan mampu menahan efek ledakan ranjau, maka ranpur berbobot 15 ton ini ikut diturunkan AS dalam laga konflik di Irak, Afghanistan, Kolombia dan Suriah. Di wilayah konflik, biasanya M1117 ‘diserahkan’ penggunaannya kepada mitra pertahanan lokal. Tak heran, ada lebih dari 634 unit M1117 milik Pasukan Afghanistan yang kini jatuh ke tangan Taliban.

Diproduksi oleh Textron Marine & Land Systems, total sudah 2.058 unit M1117 yang dibuat sampai saat ini. Sebuah varian sempat dievaluasi oleh Korps Marinir Amerika Serikat sebagai bagian dari program ranpur Mine Resistant Ambush Protected (MRAP). Namun pada Mei 2007, prototipenya disebut gagal dalam pengujian balistik di Aberdeen Proving Ground.

Dari aspek persenjataan, tidak ada yang terlalu menonjol dari ranpur berbobot 13,4 ton ini, mengingat peran ranpur ringan lebih untuk patroli terbatas. Kombinasi senjata paling tinggi di M1117 yakni adopsi kubah yang berisi senapan mesin berat M2HB 12,7 mm dan pelontar granat otomatis MK19. (Gilang Perdana)

HMV-150: Reinkarnasi Cadilage Cage V-150 Commando versi Thailand

One Comment