Pameran pertahanan Indo Defence 2022 yang berlangsung awal November lalu, mencatatkan momen tersendiri dalam jagad sistem senjata artileri pertahanan udara (arhanud). Pasalnya lewat kesepakatan bersama Kementerian Pertahanan RI, dua vendor besar alutsista global berhasil ‘diikat’ untuk mengembangkan solusi arhanud yang dirancang khusus untuk kebutuhan Indonesia. Kedua vendor yang dimaksud adalah Roketsan dari Turki dan Excalibur Army dari Ceko. (more…)
Pamor ekspor alutsista Turki banyak dipengaruhi oleh reputasinya di medan tempur. Lantaran sukses dengan drone Bayraktar TB2 di beberapa medan konflik, kini Turki diwartakan mengirim jenis alutsista yang tergolong baru untuk memasok militer Ukraina. Yang dimaksud adalah TRLG-230, jenis rudal balistik berpemandu laser (laser guided missile) yang diproduksi Roketsan. (more…)
Mockup rudal Atmaca di Indo Defence 2022 (Indomiliter)
Rudal anti kapal Atmaca buatan Roketsan, Turki, namanya ikut terangkat dalam ajang Indo Defence 2022. Selain sebelumnya dikabarkan telah dilirik TNI AL, siaran pers dari Kementerian Pertahanan RI juga telah menyiratkan adanya potensi kerja sama atas akuisisi rudal Atmaca. Tapi perlu dicatat, ini baru potensi dan belum dituangkan dalam bentuk kontrak pengadaan alutsista. (more…)
Full mockup rudal Khan di Indo Defence 2022 (Indomiliter.com)
Gelaran Indo Defence 2022 telah menorehkan beberapa kontrak dari Kementerian Pertahanan RI kepada para manufaktur persenjataan dari dalam dan luar negeri. Salah satu kabar datang dari Roketsan, manufaktur alutsista asal Negeri Ottoman ini mewartakan hasil dari partisipasinya dalam Indo Defence 2022, yakni dengan menyebut Indonesia akan menjadi negara pengguna pertama rudal balistik taktis Khan. (more…)
Roketsan punya nama besar sebagai manufaktur persenjataan asal Turki, dan dari beragam jenis senjata yang telah dirilis, satu yang mungkin terlewatkan dari perhatian adalah kemampuan Roketsan dalam merancang dan memproduksi rudal balistik taktis. Bukan sekedar wacana, dan juga bukan lagi prototipe, Roketsan sejak 2018 telah meluncurkan Bora Tactical Ballistic Missile, yang notabene kini telah digunakan Artileri Angkatan Darat Turki. (more…)
Ada kesamaan antara Indonesia dan Turki, yakni sama-sama punya obsesi dalam mengembangkan rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems). Di Indonesia, pengembangan rudal MANPADS sempat digawangi PT Pindad pada tahun 2017 lalu. Sementara di Turki, pengembangan rudal MANPADS dilakukan oleh manufaktur alutsista, Roketsan, dalam label Sungur Air Defence Missile System. (more…)
Netizen yang budiman tentu tahu tentang rudal Atmaca, yakni rudal anti kapal produksi Roketsan, manufaktur persenjataan kampiun asal Negeri Ottoman. Setelah serangkaian uji coba penembakan dilakukan dari atas kapal perang permukaan, ada kabar terbaru, bahwa Roketsan telah sukses meluncurkan rudal Atmaca dari platform kendaraan taktis di darat (land based variant). (more…)
Roketsan, manufaktur persenjataan asal Turki, belum lama ini merilis kabar telah menuntaskan uji coba dan pengembangan rudal anti tank – anti-tank guided missile (ATGM) Karaok (Arrow). Dengan tuntasnya uji coba Karaok, maka dijawalkan rudal ini akan masuk ke dalam aset militer Turki pada akhir tahun 2022 ini. (more…)
Roketsan, manufaktur alutsista kondang asal Turki, baru saja meluncurkan keluarga rudal anti kapal terbaru yang diberi label “ÇAKIR.” Pada 31 Maret lalu, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, ÇAKIR diluncurkan sebagai rudal jelajah anti kapal multi platform yang dapat diluncurkan dari darat, laut dan udara. (more…)
Setiap negara yang mengoperasikan armada kapal selam, umumnya punya proyeksi untuk memproduksi torpedo secara mandiri. Di Indonesia misalnya, PT Dirgantara Indonesia pernah memproduksi heavyweight torpedo SUT (Surface Underwater Torpedo) secara lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft), Telefunken, Jerman. Dan ada kabar terbaru datang dari Negeri Erdogan, diwartakan bahwa Turki untuk pertama kalinya telah meluncurkan torpedo produksi dalam negeri. (more…)