Update Krisis IranKlik di Atas

Tag: Rheinmetall Defence

Integrasi Skyspotter dan Skyshield MK3: Standar Baru Rheinmetall dalam Pertahanan Anti-Drone

Raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall Air Defence, baru saja menuntaskan rangkaian uji coba penembakan langsung (live firing) yang krusial untuk sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) terbaru mereka. Uji coba yang dilakukan di Lohja Test Range, Finlandia, berhasil mendemonstrasikan integrasi sempurna antara sensor elektro-optik pasif Skyspotter dengan sistem kanon otomatis Skyshield MK3. (more…)

Rudal Mini Anti Drone SADM: Jerman Kucurkan 490 Juta Euro untuk Integrasi ke Skyranger 30

Setelah diperkenalkan pada Pameran Dirgantara Internasional (ILA) 2024 di Berlin, kini pengembangan rudal anti drone yang disebut Small Anti Drone Missile (SADM) telah memasuki babak baru, setelah pada 8 November 2025, Parlemen Jerman (Bundestag) memberikan persetujuan untuk proyek SADM dengan estimasi anggaran sekitar €490 juta (US$565 juta). (more…)

Tembak Jatuh Beberapa Drone Shahed, Angkatan Udara Ukraina Unjuk Kinerja Efektif Sistem Hanud Rheinmetall Skynex

Mungkin sebagai wujud ‘terima kasih’ atas dukungan besarnya selama ini, Angkatan Udara Ukraina belum lama ini merilis video pendek yang memperlihatkan kinerja memuaskan dari sistem hanud (pertahanan udara) jarak pendek – SHORAD (Short Range Air Defence) Skynex buatan Rheinmetall Defence. (more…)

Exail Pasok Inertial Navigation System ke Rantis Serbu Rheinmetall Caracal 4×4 Angkatan Darat Jerman

Setelah diluncurkan pada April 2023, Light Air Assault Vehicle Caracal 4×4 hasil kemitraan Rheinmetall dengan Mercedes-Benz dan ACS Armored Car Systems, mendapatkan kontrak pengadaan jumbo dari pemerintah Jerman dan Belanda, yakni dengan total pesanan mencapai 3.000 unit. Terkait dengan kontrak akuisisi tersebut, ada kabar bahwa Caracal 4×4 juga akan dibekali dengan perangkat Inertial Navigation System (INS) produksi Excail (bagian dari Exail Technologies). (more…)

Rheinmetall dan MBDA Deutschland Tampilkan Small Anti Drone Missile (SADM) di Skyranger 30

Metode penghancuran drone lewat tembakan rudal masih menjadi pilihan, pasalnya rudal hanud (pertahanan udara) mampu menetralisir laju drone dari jarak jauh. Meski begitu, penggunaan rudal hanud untuk menjatuhkan drone masih menjadi simalakama, pasalnya harga rudal hanud dengan presisi tinggi tak sebanding dengan harga drone yang dijatuhkan. (more…)

Rheinmetall Lanjutkan Pengembangan Meriam dan Amunisi 130mm untuk MBT Next Generation

Bila tiada aral melintang, Jerman untuk pertama kali dalam 50 tahun terakhir akan memproduksi jenis amunisi dengan kaliber baru. Raksasa perusahaan pertahanan Jerman Rheinmetall dilaporkan telah menandatangani kontrak penelitian dan pengembangan beberapa minggu lalu untuk membuat versi produksi meriam dan amunisi di kaliber 130 mm. (more…)

Austria Integrasikan Turret Rheinmetall Skyranger 30 di Ranpur Pandur 6×6

Meski sebatas prototipe, namun penampilan ranpur Pindad Badak 6×6 dengan dummy kanon Rheinmetall Skyranger 30 pada Indo Defence 2022, telah menarik perhatian banyak kalangan, pasalnya secara konsep kanon reaksi cepat untuk SHORAD (Short Range Air Defence) tersebut ideal untuk dipasang pada ranpur 6×6 produksi dalam negeri. Serupa tapi tidak sama, rupanya konsep integrasi Skyranger 30 pada Badak 6×6 telah dilirik oleh angkatan bersenjata Austria. (more…)

Oerlikon Searanger 20 – Kanon di Haluan Kapal Penyapu Ranjau KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732

Tibanya kapal penyapu ranjau KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732 (Frankenthal class) dari Jerman, rupanya juga membawa jenis persenjataan baru bagi TNI AL, yakni kanon pada haluan yang mengadopsi Oerlikon Searanger 20 yang merupakan remote controlled gun station produksi Rheinmetall Defence. (more…)

Frigat Jose Rizal Class Filipina Bakal Dipasangi Kanon CIWS, Rheinmetall Millennium Gun dan Aselsan Gokdeniz Bersaing

Frigat Jose Rizal Class – BRP Jose Rizal dan BRP Antonio Luna, buatan Hyundai Heavy Industries adalah flagship bagi Angkatan Laut Filipina. Mengadopsi desain semi stealth, Jose Rizal class dibekali dengan sistem senjata yang tercanggih untuk kelas kapal perang Filipina, termasuk rudal anti kapal, rudal hanud jarak pendek (Mistral) dan helikopter anti kapal selam. Namun, ada yang kurang, Jose Rizal class belum dibekali kanon reaksi cepat – Close In Weapon System (CIWS). (more…)

Hanwha Kalahkan Rheinmetall, Australia Pilih IFV “Redback” Sebagai Pemenang Tender Land 400 Phase 3

Hanwha Redback

Sejak tahun 2020, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3 yang digelar Departemen Pertahanan Australia. Dengan target untuk menggantikan posisi ranpur M113 yang telah uzur, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence (Jerman) dan Redback buatan Hanwha Defence (Korea Selatan) bertarung dalam fase pengujian untuk memenangkan tender pengadaan IFV untuk Angkatan Darat Australia yang nilainya mencapai Aus$18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro. (more…)