Bila sebagian kapal kombatan TNI AL mengadopsi sistem anti rudal produksi Terma dari Denmark, maka tetangga di selatan Indonesia juga menerapkan teknologi anti rudal yang serupa. Namun, Angkatan Laut Australia memilih solusi dari Rheinmetall, Jerman, guna memberikan proteksi armada kapal perangnya dari rudal anti kapal dan rudal berpemandu laser. (more…)
Keberadaan ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Puma ibarat buah simalakama bagi militer Jerman yang tengah menggenjot tingkat kesiapan tempurnya. Di satu sisi, ranpur penerus IFV Marder ini telah menorehkan noda pada citra kualitas kendaraan tempur produksi Jerman. Sementara pada sisi lain, Puma yang tersedia dalam layanan operasional jumlahnya masih cukup banyak. (more…)
Meski kondang sebagai manufaktur Main Battle Tank (MBT) dan sistem pertahanan udara. Namun, Rheinmetall dari Jerman sejatinya juga memproduksi drone, lebih tepatnya drone intai yang diberi label Luna – Luna UAS dan Luna NG. Dan seiring perubahan lanskap pertahanan di Eropa, Rheinmetall kini tengah mengembangkan Luna sebagai drone kombatan (UCAV) yang dapat melakukan serangan ke posisi lawan. (more…)
Citra keandalan ranpur lapis baja produksi Negeri Bavaria telah ternoda, yakni setelah Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan tidak akan melanjutkan pembelian ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Puma produksi Projekt System Management GmbH. Alasan penghentian pesanan Puma disebabkan 18 unit ranpur Puma mengalami ‘mogok’ setelah masalah teknis yang serius selama latihan. (more…)
Siapa yang tak kenal dengan Rheinmetall, manufaktur asal Jerman ini namanya sangat mendunia sebagai pemasok alutisista kelas berat berkualitas tinggi, sebut saja mulai dari Main Battle Tank sampai kanon reaksi cepat, identik sebagai produksi Rheinmetall. Namun, tahukah Anda, Rheinmetall ternyata juga memproduksi helm, tentu bukan helm motor. (more…)
Meski beritanya sempat ‘ditutupi’ ke negara mana akan dikirim, menurut informasi yang diterbitkan oleh situs surat kabar Jerman “Handelsblatt” pada 9 Desember 2022, menyebutkan pesanan dua sistem kanon hanud swagerak (self propelled) Skynex yang diumumkan oleh perusahaan Jerman Rheinmetall Defence adalah untuk Ukraina. (more…)
Guna menciptakan peluang pemasaran, maka kerja sama diperlukan antar manufaktur dalam wujud integrasi pada produk yang akan dipasarkan. Seperti pada Indo Defence 2022, Rheinmetall Defence mencoba untuk masuk ke pasar self propelled anti aircraft gun di Indonesia. Konkritnya, pabrikan asal Jerman ini menggandeng PT Pindad untuk menawarkan ranpur lapis baja roda ban, Badak 6×6 sebagai platform untuk kubah kanon Rheinmetall Oerlikon Skyranger. (more…)
Masih ingat dengan frigat Sachsen Class? Inilah frigat milik Angkatan Laut Jerman yang batal dikirim ke Laut Cina Selatan pada Agustus 2021. Alih-alih dikirim ke Laut Cina Selatan, frigat Sachsen Class dikabarkan akan mendapatkan upgrade penggantian sistem radar di kapal perang berbobot 5.800 ton itu. Dan, masih terkait Sachsen Class, diwartakan untuk pertama kalinya AL Jerman melakukan uji coba penghancuran drone lewat senjata laser, yang dilakukan dari frigat Sachsen Class. (more…)
Angkatan Darat Australia (Australian Army) telah mengumumkan kemampuan operasional awal – initial operational capability (IOC) untuk armada ranpur roda ban Boxer 8×8. IOC ini menjadi tonggak sejarah di bawah program Land 400 Phase 2 dengan nilai US$3,53 miliar. IOC dapat diraih setelah Australia menerima batch pertama Boxer 8×8 produksi Rheinmetall pada Juni tahun lalu. Sebelumnya, Angkatan Darat Australia telah menerima enam unit Boxer 8×8 untuk uji coba dan pelatihan. (more…)
Rheinmetall lewat anak perusahaannya di Amerika Serikat, American Rheinmetall Munitions, telah mengumumkan akan mengembangkan munisi untuk kanon MK46, persisnya Rheinmetall mendapatkan kontrak senilai US$14,3 juta (setara €13,5 juta) untuk mengembangkan prototipe munisi airburst solution di kaliber 30 x 173 mm untuk kebutuhan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). (more…)