Setelah 15 tahun pengembanganRostec State Corporation, konsorsium perusahaan pertahanan Rusia lewat akun Telegram pada 20 Mei 2025, menyebut telah memulai uji coba negara (state trials) atas kendaraan tempur (ranpur) lapis baja APC amfibi BT-3F, khususnya dalam peningkatan kemampuan operasi amfibi. (more…)
Lantaran berusia tua dan belum ada penggantinya, penggelaran ranpur amfibi BTR-50 milik Yonranratfib (Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi) Korps Marinir kerap mengundang pro kontra, khususnya terkait aspek keselamatan pada ranpur APC yang akrab disebut “Pansam (Panser Amfibi)” oleh warga Korps Baret Ungu. (more…)
Warganet di Cina, terutama mereka yang antusias dengan sektor alutsista, beberapa hari yang lalu sempat dibuat heboh dengan salah satu foto yang tersebar luas di media sosial yang menunjukkan sebuah tongkang untuk pendaratan amfibi. Banyak analisis yang berspekulasi bahwa tujuan pembangunan tongkang tersebut adalah untuk berpartisipasi terhadap invasi ke Taiwan yang bisa saja timbul di waktu mendatang. (more…)
Setelah penyerahan batch perdana ranpur amfibi angkut personel ZAHA (Zırhlı Amfibi Hücum Araçları) Marine Assault Vehicle (MAV) ke Komando Angkatan Laut – (Korps Marinir) Turki pada bulan Maret 2023, belum ada kabar lanjutan tentang debut ranpur APC amfibi yang juga ditawarkan serius ke Indonesia ini. Pelibatan ZAHA dalam operasi amfibi yang sesungguhnya tentu dinanti netizen di Tanah Air. (more…)
Sejak tahun 2018, manufaktur tank asal Rusia, UralVagonZavod, telah merilis desain ranpur amfibi roda rantai yang diberi label BMMP. Ranpur ini diciptakan untuk unit naval infantry atau Korps Marinir. Seperti halnya BMP-3, maka BMMP mengedepankan rancangan IFV (Infantry Fighting Vehicle). Bedanya, BMMP dirancang dengan desain modular, bahkan bentuk lambung depan BMMP sudah lebih mirip kapal. (more…)
Meski sampai saat ini belum juga menuai pesanan, hadirnya prototipe ranpur lapis baja APC (armored personnel carrier) dengan kemampuan amfibi produksi PT Pindad, yakni Anoa 2 6×6 Amphibious, sempat membuat warganet di Indonesia bangga. (more…)
Mengurutkan keluarga dan garis keturuan ranpur BMP-3 memang cukup banyak jenisnya, seperti jauh hari sebelum maraknya penggunaan drone sebagai wahana intai pergerakan kavaleri, AD Rusia pernah mengandalkan BRM-3K Rys “Lynx” sebagai ranpur intai (combat reconnaissance vehicle). (more…)
Meski Marinir Rusia punya beragam alutsista amfibi yang terbaik di kelasnya, sebut saja seperti ranpur BTR-80/90 dan BMP-3, namun darri aspek kecepatan, sebagai ranpur lapis baja, kemampuan lesatnya di air tentu tak bisa terlampau diharapkan. Sementara ada kebutuhan hadirnya wahana amfibi yang mampu melesat cepat baik di air dan di darat. Berangkat dari hal tersebut, Baltic Machine-Building Company (BMK), perusahaan yang berbasis St Petersburg, memperkenalkan wahana amfibi yang terbilang unik. (more…)
Setelah mengerahkan helikopter dan pesawat udara untuk mengatasi kebakaran hutan, rupanya masih dipandang perlu menggunakan wahana lain untuk menaklukan si jago merah, terlebih untuk menjangkau titik api yang sulit ditaklukan. Wahana yang dimaksud ini tergolong berbeda dari yang pernah digunakan di Indonesia, yaitu MT-LBu-GPM-10. Wujudnya lebih identik sebagai ranpur (kendaraan tempur) lapis baja, tentu tak salah bila dikira demikian, lantaran MT-LBu-GPM-10 berasal dari basis ranpur APC amfibi MT-LBu yang kondang di era Uni Soviet. (more…)