Tag: Cina

Norinco Sky Dragon 50: “Kuda Hitam” Sistem Rudal Hanud Jarak Sedang Untuk Indonesia

sky-dragon-50

Alutsista dari Cina ibarat kuda hitam di Indonesia, tidak pernah jadi unggulan namun dari jenis dan kuantitas sudah banyak tersebar di setiap matra. Dan salah satu pencapaian “emas” alutsista dari Cina yakni perannya yang dominan memasok kebutuhan sistem rudal hanud (pertahanan udara) dan rudal anti kapal. Dan kini Cina kian giat melakukan penetrasi ke pasar Indonesia, salah satu yang mendapat highlight adalah upaya Norinco (North Industries Corporation) untuk menawarkan sistem rudal hanud medium air defence (Menad) Sky Dragon 50 (GAS2) untuk kebutuhan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas TNI AU. (more…)

Saab BAMSE: Sistem Rudal Hanud Penantang Dominasi NASAMS

bamse530

Bila merujuk ke agenda, mestinya di MEF (Minimum Essential Force)II sudah ada kontrak pengadaan alutsista hanud MERAD (Medium Air Defence). Yang sudah terang-terangan menyebut pengadaan sistem senjata ini adalah Korps Paskhas TNI AU. Seperti disebut oleh Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Watimena, kandidat yang mendapat perhatian serius adalah NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) dari Norwegia, LY-80, Flying King, dan Sky Dragon 50. Ketiga yang disebut terakhir berasal dari Cina. (more…)

AS901A 3D: Radar Intai dan Penjejak Sasaran Kanon Giant Bow 23mm Arhanudri Kostrad

bagus

Sebagai satuan pemukul terbesar dengan kekuatan 30.000 prajurit, Kostrad TNI AD terbilang lengkap dalam urusan persenjataan. Di segmen pertahanan udara, Kostrad memiliki dua Batalyon Pertahanan Udara Ringan (Yon Arhanudri) yang dilengkapi sistem senjata rudal SAAB RBS-70 dan kanon twin gun Type 80 Giant Bow kaliber 23 mm. Bila rudal VSHORAD (Very Short Air Defence System) RBS-70 mengandalkan radar Giraffe sebagai penjejak sasaran, maka kanon Giant Bow 23 mm juga punya pasangan radar penjejak sasaran tersendiri, yakni jenis mobile radar AS901A 3D. (more…)

SR-74: Radar Intai Sistem Senjata TD-2000B Arhanud TNI AD

sr74-radar

Dalam latihan puncak Armada Jaya XXXIV/2016 yang berlangsung 14 September lalu, TNI AL melakukan uji tembak rudal anti kapal C-705 dari KCR (Kapal Cepat Rudal) KRI Clurit 641. Meski penembakkan bisa disebut gagal karena rudal telat meluncur, dan kemudian tidak mengenai sasaran, yang juga menjadi perhatian adalah keberadaan radar pengendali tembakan TR-47C dan radar intai SR-47AG. Radar buatan Cina ini dapat mendeteksi sasaran di udara dari jarak 40 Km dan deteksi sasaran pada permukaan sejauh 25 Km. Nah, jauh sebelum diadopsi oleh kapal perang TNI AL, radar yang labelnya mirip sudah dioperasikan oleh Arhanud TNI AD. (more…)

Cina Sempat Tawarkan Radar Intai Over The Horizon SLR-66 ke Indonesia

ceic-radar

Sebagai pemasok radar untuk TNI, Cina jelas kalah kondang dari Belanda, Perancis, Amerika serikat, Inggris dan Denmark. Namun jangan salah kira, Cina juga punya rekam jejak sebagai pemasok sistem radar militer di Indonesia. Jika dirunut ke belalang, sistem teknologi radar buatan Cina yang telah eksis seperti radar pemandu rudal QW-3, TH-5711 Smart Hunter Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas dan SR-74 Arhanud TNI AD. Ada lagi yang paling baru, MLAAD-SR (Mobile Low Altitude Air Defence-Surveillance Radar) yang dioperasikan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). (more…)

Ini Dia WS-43, Rudal Jelajah dari Cina yang Ditawarkan ke Indonesia

chinese-ws-43-cruise-missile-system-loitering-attack-munition-export-iran-pakistan-pla-army-2

Oleh pengembangnya jenis senjata strategis ini disebut sebagai loitering rocket (rocket-assisted glide bomb), namun karena kemampuannya menggabungkan kebisaan antara drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan rudal, maka WS-43 juga populer dengan label Attack Cruise Missile. Yang jadi menarik perhatian adalah rudal serang berkemampuan jelajah ini baru saja merampungkan tahapan uji coba. Meski belum masuk masa produksi, kabarnya selain didapuk untuk militer Cina, WS-43 sudah dilirik oleh Pakistan dan Cina. Indonesia pun sudah ditawari rudal canggih ini. (more…)

Instruktur Norinco Latih Awak Kanon Type 90/35mm dan Radar AF902 FCS Korps Marinir

AKM_7752-(Copy)

Instruktur dari Norinco, manufaktur persenjataan dari Cina, mulai hari ini melangsungkan program pelatihan pada 16 prajurit pengawak kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Type 90/35 mm Twin Gun dan operator radar pengendali tembakan AF902 FCS (Fire ControlSystem). Seperti telah disebutkan dalam berita terdahulu, satuan Artileri Pertahanan Udara Korps Marinir TNI AL telah mendapat pengadaan kanon PSU dual laras Type 90/35 mm, yang tak lain adalah lisensi dari kanon Oerlikon GDF buatan Rheinmetall Air Defence AG (d/h Oerlikon Contraves). (more…)

AVIC AG-600 Flying Boat: “Tiruan” ShinMaywa US-2 dengan Payload Lebih Besar

ag600_amp_1469431648

Sejak tahun lalu kebutuhan hadirnya pesawat angkut amfibi terus dikumandangkan, terlebih saat pesawat ini melakoni aksi water bombing mengatasi kebakaran hutan. Citranya tambah meroket saat pesawat amfibi digunakan dalam mendukung misi SAR di lautan lepas. Dari dua jenis pesawat yang berkompetisi, yakni Beriev Be-200 dari Rusia dan ShinMaywa US-2 dari Jepang, masing-masing punya keunggulan spesifikasi. Bahkan lebih jauh manufaktur pesawat yang didukung pemerintahnya juga mengaku sudah mendapat respon ketertarikan dari pemangku kebijakan di Indonesia. (more…)