Kehilangan dominasi di luar angkasa menjadi mimpi terburuk Washington, betapa tidak, hampir sebagian besar sistem pertahanan udara (hanud) Negeri Paman Sam bertumpu pada elemen yang ada di luar angkasa. Dan belum lama berselang, persisnya pada 15 Novemver 2021, sebuah satelit mata-mata tua era Soviet berhasil dihancurkan oleh Rusia saat masih berada di orbit rendah Bumi. (more…)
Ada kemiripan antara Cina dan Iran, yaitu kedua negara sama-sama terobsesi untuk menarget kapal induk nuklir milik Amerika Serikat. Seperti Iran, dalam propandanya sampai membuat dummy kapal induk nuklir. Iran membangun kapal induk dummy tersebut pada periode 2013-2014. Dan pada ajang latihan militer Great Prophet IX di Februari 2015, kapal induk palsu tersebut dihancurkan dalam simulasi serangan udara dan permukaan. (more…)
Pembentukan pakta pertahanan tiga negara, Australia, Inggris dan Amerika Serikat dalam AUKUS (Australia, United Kingdom and United States) membawa perubahan mendasar dalam strategi pertahanan Negeri Kanguru, khususnya dalam menghadapi perkembangan masa depan di wilayah Indo Pasifik. Guna mengimbangi ambisi kekuatan militer Cina, langkah-langkah stategis di level pembangunan kekuatan tempur Australia telah dicanangkan. (more…)
Beijing rupanya mulai gerah dengan serangkaian manuver kapal perang Amerika Serikat dan sekutunya di sekitaran Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan. Alih-alih hanya meladeni psy war dan aksi saling intai, Angkatan Laut Cina belum lama ini melakukan aksi ‘balasan’ dengan langkah berani dan di luar dugaan, yakni melayarkan armada kapal perangnya ke wilayah Zona Ekononi Eksklusif (ZEE) Amerika Serikat di Kepulauan Aleutian, Alaska. (more…)
Apa yang Anda baca berikut mungkin terkesan seperti adegan di film fiksi ilmiah, dimana kontainer atau peti kemas sipil, bukan berisikan komoditi barang dagangan, melainkan berisi rudal balistik. Tapi faktanya itu bukan fiksi, di era Perang Dingin, Uni Soviet telah melakukan penyamaran tersebut. Adopsi peluncur rudal pada truk kontainer sipil dilakukan dengan tujuan untuk mengelabui pengintaian dari udara, baik oleh pesawat intai maupun satelit mata-mata. (more…)
Antara Amerika Serikat dan Uni Soviet memang punya strategi yang berbeda dalam mengusung platform peluncur rudal balistik antar benua, tak seperti Soviet, AS tidak memilih platform peluncur rudal balistik mobile dengan menggunakan basis heavy truck, alih-alih Negeri Paman Sam lebih mengedepankan mobilitas launcher rudal balistik lewat arsenal kapal selam nuklirnya. (more…)
Saling pepet dan intai dari jarak dekat rupanya bukan cuma terjadi antar jet tempur atau pembom Amerika Serikat versus Rusia. Di ruang angkasa pun, pepet memepet juga terjadi antar satelit kedua negara. Seperti ada kabar yang menyebut satelit mata-mata (spy satellite) milik AS diduga telah dikuntit dari jarak dekat oleh satelit milik Negeri Beruang Merah. (more…)
Di Indonesia, pelibatan unsur militer dalam misi bantuan tugas penegakan hukum sipil dikenal dengan istilah BKO (Bawah Kendali Operasi), dimana militer mendapat mandat untuk mendukung tugas pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian. Tapi lain halnya di Amerika Serikat, pelibatan unsur militer untuk mengatasi masalah sipil, memicu kontroversi. Selain keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan ribuan Pasukan Garda Nasional untuk meredam kerusuhan rasial yang meluas di berbagai kota, kini parlemen kembali mempertanyakan pengerahan pesawat intai ‘mata-mata’ selama aksi unjuk rasa dan kerusahan rasial akibat tewasnya George Floyd. (more…)
Wabah pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mempengaruhi proses pengadaan alutsista TNI. Pemerintah Indonesia telah memangkas anggaran pertahanan tahun 2020 sebesar hampir Rp9 triliun (US$588 juta). Sebelum wabah ini mendera terlebih dahulu kebijakan CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act) dari Amerika Serikat ditengarai telah menjadi salah satu penyebab terganjalnya proses pengadaan Sukhoi Su-35. Sekalipun telah dibangun shelter untuk Su-35 di Lanud Iswahyudi dan pengiriman sejumlah pilot tempur ke Rusia untuk belajar menerbangkan Su-35, namun hingga kini pesawat pengganti F-5 E/F Tiger II itu belum jelas juga juntrungannya. (more…)
Betapa ‘sempurna’ sistem penginderaan jarak jauh Australia. Bukan sebatas telah mengoperasikan armada Airborne Early Warning and Control (AEW&C) E-7A Wedgetail dan nantinya drone High Altitude Long Endurance (HALE) MQ-4C Triton. Unit deteksi udara dari permukaan (ground based) yang dioperasikan Negeri Kangguru tergolong spektakuler, sebut saja Jindalee Operational Radar Network (JORN) yang sapuan deteksinya hingga 3.000 km dan dapat menjangkau wilayah Indonesia. Tapi itu belum cukup, masih ada yang bakalan lebih ‘mantul’ dari itu. (more…)