Saling Pepet di Ruang Angkasa, Satelit Rusia Dekati Satelit Mata-mata AS

Saling pepet dan intai dari jarak dekat rupanya bukan cuma terjadi antar jet tempur atau pembom Amerika Serikat versus Rusia. Di ruang angkasa pun, pepet memepet juga terjadi antar satelit kedua negara. Seperti ada kabar yang menyebut satelit mata-mata (spy satellite) milik AS diduga telah dikuntit dari jarak dekat oleh satelit milik Negeri Beruang Merah.

Baca juga: Siap Geser Dominasi dan Akurasi GPS, Cina Sukses Luncurkan Satelit Navigasi BeiDou Terakhir

Dikutip dari TheVerge.com, pada Januari lalu, sebuah satelit Rusia yang diidentifikasi sebagai Kosmos 2542 telah memposisikan dirinya begitu dekat dengan satelit mata-mata AS (USA 245) di orbit sekitar Bumi. Meskio belum ada fakta bahwa satelit Rusia mengganggu satelit mata-mata AS, namun spekulasi di kalangan space trackers telah mencuat akan adanya dugaan maksud tersendiri dari manuver satelit Kosmos 2542.

Kosmos 2542 mengemban peran sebagai wahana untuk ‘memeriksa’ satelit lain, yang legalnya disebut untuk memeriksa satelit milik Rusia sendiri. Sepanjang Januari 2020, komunitas pelacak satelit amatir terus memantau perilaku aneh satelit Kosmos 2542 Rusia. Kosmos 2542 terbilang satelit baru, lantaran baru diluncurkan pada November 2019. Uniknya Kosmos 2542 mengorbit begitu dekat dengan satelit mata-mata USA 245 yang dioperasikan National Reconnaissance Office (NRO), USA 245 sendiri telah mengorbit di luar angkasa sejak tahun 2013.

Sebagai informasi, NRO adalah badan militer yang punya spesialisasi dalam pengawasan dan mengoperasikan sejumlah besar satelit mata-mata. Lantaran berstatus spy satellite, maka banyak hal yang tak ingin diungkapkan oleh AS tentang satelit ini. Hanya saja fakta mengungkapkan, bahwa kedua satelit (Kosmos dan USA 245) melintas secara berdekatan setiap 10 hari, dimana jarak antar kedua satelit berkisar 150 – 300 km.

“Ini sangat mencurigakan, tetapi tidak membuktikan apa-apa, karena ada banyak satelit yang berada di orbit tersebut,” ujar Michael Thompson, asisten pengajar pascasarjana di Universitas Purdue yang berspesialisasi dalam satelit dan astrodinamika.

Kosmos 2542 menarik perhatian ketika melakukan serangkaian manuver, satelit tersebut menggunakan pendorong onboard untuk mendekati USA 245. Saat ini, Kosmos 2542 perlahan-lahan menjauh, tetapi akan berada dalam garis pandang langsung dari USA 245 selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Walau belum ada indikasi gangguan (jamming) dari satelit Rusia, namun, kekhawatiran lain muncul di kalangan pejabat Washington, seperti misalnya tabrakan antar satelit, atau penyemprotan bahan kimia, sampai perusakan lewat senjata laser. Peperangan di luar angkasa semacam itu memang belum pernah terjadi, tetapi rupanya segala kemungkinan telah dipikirkan oleh Amerika Serikat.

Baca juga: Demi Lindungi Putin dan Instalasi Penting, Rusia Lakukan ‘Spoofing’ GPS dalam Skala Luas

Saling pepet antar satelit sebelumnya sudah pernah terjadi, Rusia dan Cina telah melakukan inspeksi dekat terhadap satelit mereka di masa lalu. Dan pada 2015, satelit Rusia yang dikenal sebagai Luch menempatkan dirinya di samping dua satelit komunikasi AS yang dioperasikan oleh Intelsat, dan tetap di sana selama lima bulan sebelum pindah posisi. (Bayu Pamungkas)

16 Comments