Sukhoi Su-57 Sukses Tembus Radar dan Sistem Peperangan Elektronik Ukraina

Sukhoi Su-57

Jet tempur stealth andalan Rusia, Sukhoi Su-57, kembali menunjukkan dominasinya di medan tempur Ukraina. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa pesawat tempur ini berhasil menjalankan berbagai misi berbahaya tanpa terdeteksi oleh radar canggih maupun sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare) yang digelar oleh pasukan Ukraina.

Baca juga: Sukhoi Su-57 Sukses Jalani Uji Terbang Perdana dengan Mesin Generasi Terbaru ‘Izdelie 177’

Seperti dikutip Kantor Berita Rusia Tass, CEO Rostec, Sergey Chemezov, mengonfirmasi bahwa Su-57 telah menunjukkan performa luar biasa dalam menghindari berbagai jenis rintangan sensor di teater operasi Ukraina. Keberhasilan ini memperkuat posisi Su-57 sebagai salah satu jet tempur paling mematikan di dunia saat ini.

Dalam serangkaian operasi di wilayah udara yang dijaga ketat, Su-57 dilaporkan mampu beroperasi dengan “tak terlihat.” Kemampuan ini tidak hanya mengandalkan desain bodi pesawat yang memantulkan sinyal radar (Radar Cross-Section rendah), tetapi juga berkat integrasi sistem peperangan elektronik yang sangat maju.

Berbeda dengan jet tempur Barat yang umumnya hanya memiliki satu radar di hidung, Su-57 memiliki enam radar yang tersebar di seluruh badan pesawat (termasuk di sayap). Hal ini memberikan kesadaran situasional 360 derajat dan kemampuan untuk melacak hingga 60 target sekaligus secara bersamaan.

Sukhoi Su-57 Felon, Satu-satunya Jet Tempur dengan DIRCM

Pesawat ini dilengkapi dengan Directional Infrared Countermeasures (DIRCM) yang mampu menembakkan sinar laser untuk membutakan rudal pencari panas yang mengincarnya.

Kemampuan radar Su-57 untuk bekerja dalam berbagai pita frekuensi membuatnya sangat sulit untuk “dikunci” atau diganggu oleh alat pengacau (jammer) elektronik lawan.

Salah satu peran paling krusial Su-57 di Ukraina adalah sebagai unit penekan pertahanan udara (Suppression of Enemy Air Defenses – SEAD). Dengan membawa rudal anti-radiasi Kh-58UShKE di dalam kompartemen senjata internalnya, Su-57 dapat mendekati situs radar lawan tanpa terdeteksi dan menghancurkannya sebelum musuh sempat bereaksi.

Kh-58UShK: Rudal Anti Radiasi Supersonik, Dirancang Khusus untuk Sukhoi Su-57

Baru-baru ini, Su-57 juga dikabarkan terlibat dalam misi penetrasi mendalam untuk menghancurkan drone siluman S-70 Okhotnik yang mengalami malfungsi, memastikan teknologi sensitif Rusia tidak jatuh ke tangan Barat. Dalam misi tersebut, Su-57 berhasil melakukan visual range kill menggunakan rudal R-74, membuktikan kemampuannya bermanuver di jarak dekat meski dalam mode siluman.

Selain kemampuan stealth-nya, Rusia menggunakan medan perang Ukraina sebagai laboratorium hidup untuk mematangkan sistem persenjataan Su-57. Laporan menyebutkan jet ini telah menguji coba rudal jelajah Kh-59MK2 yang memiliki fitur rendah deteksi radar serta senjata hybrid baru yang merupakan gabungan antara drone dan rudal jelajah.

‘Lepas’ Kemampuan Stealth, Sukhoi Su-57 Felon Terlihat Gotong Rudal Jelajah Kh-59M2A

Integrasi rudal balistik versi mini (serupa Kinzhal) dan rudal udara-ke-udara jarak sangat jauh R-37M menjadikan Su-57 ancaman serius bagi pesawat peringatan dini (AWACS) dan tanker milik NATO jika konflik meluas.

Keberhasilan Su-57 menghindari deteksi radar dan serangan elektronik di Ukraina menjadi promosi besar bagi industri pertahanan Rusia. Di saat banyak pihak meragukan kemampuan silumannya dibandingkan F-35 atau F-22 milik Amerika Serikat, performa nyata di medan tempur menunjukkan bahwa Su-57 memiliki cara unik—lewat kombinasi manuver ekstrem, sensor mutakhir, dan perang elektronik—untuk tetap tidak terkalahkan di langit. (Gilang Perdana)

Sukhoi Su-57 ‘Turun Gunung’ di Perang Ukraina, Pertama Kali Terjun dalam Misi Tempur Sebenarnya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *