Setelah 60 Tahun, Angkatan Udara Taiwan Resmi Pensiunkan Keluarga Jet Tempur F-5

Angkatan Udara Taiwan (Republic of China Air Force/ROCAF) secara resmi memensiunkan jet tempur F-5E/F Tiger II pada 4 Juli 2025. Upacara perpisahan berlangsung di Pangkalan Udara Hualien, Taiwan timur. Dalam upacara tersebut, tiga unit RF-5E Tigereye (varian pengintai) dan dua unit F-5F (varian latih dua kursi) melakukan penerbangan perpisahan sebelum mendarat dan melewati “water gate ceremony” sebagai simbol akhir masa tugas mereka.
Baca juga: Akhir Tahun Taiwan Resmi Pensiunkan Armada F-5E/F Tiger, Kecuali RF-5E Tigereye
Pada puncak operasionalnya, Taiwan mengoperasikan hingga 336 unit F-5, termasuk sekitar 100 unit yang diproduksi secara lokal. Menjelang pensiun, hanya sekitar 10 unit yang masih aktif, terdiri dari lima F-5F dan lima RF-5E, yang sebagian besar digunakan untuk pelatihan dan misi pengintaian.
Sebagai pengganti F-5, Taiwan telah mengembangkan dan mulai mengoperasikan T-5 Brave Eagle, jet latih lanjut buatan dalam negeri. Sebanyak 66 unit T-5 direncanakan akan menggantikan peran F-5E/F dan AT-3 dalam pelatihan pilot.
Sementara itu, varian RF-5E akan tetap beroperasi untuk sementara waktu hingga sistem pengintai baru, seperti pod MS-110 yang dipasang pada F-16V dan drone MQ-9B, sepenuhnya menggantikan perannya dalam misi intelijen dan pengawasan.
Dengan pensiunnya F-5E/F, Taiwan menandai akhir dari hampir 60 tahun pengabdian jet tempur ini dalam menjaga kedaulatan udara negara tersebut sejak pertama kali dioperasikan pada tahun 1965.
Dari sejarahnya, Taiwan mulai mengoperasikan F-5A Freedom Fighter pada pertengahan 1960-an, dan varian pertama yang diterima adalah F-5A dan F-5B (versi latih dua kursi). Jet termpur tersebut didapatkan dari AS di bawah program bantuan militer (MAP). F-5A/B digunakan sebagai jet tempur ringan dan latih, serta interceptor ringan.
Northrop Grumman Pasok Pengadaan Suku Cadang untuk Armada F-5 E/F Tiger Taiwan
Sementara, generasi yang lebih baru, F-5E/F Tiger II mulai masuk ke dalam arsenal Angkatan Udara Taiwan pada tahun 1975, menggantikan F-5A/B yang lebih tua. Varian pengintai RF-5E Tigereye menyusul kemudian pada awal 1990-an. Sebagian besar unit F-5E/F diproduksi secara lokal oleh AIDC (Aerospace Industrial Development Corporation), melalui lisensi dari Northrop (AS). Sekitar 242 unit F-5E dan 66 unit F-5F diproduksi oleh AIDC antara 1975 hingga akhir 1980-an.
Untuk varian intai, RF-5E Tigereye, mulai dipesan tahun 1995 dan resmi dioperasikan Taiwan pada tahun 1997. Total 12 unit RF-5E dibeli dari AS. Pesawat ini digunakan untuk misi pengintaian taktis (tactical reconnaissance), dengan kamera optik dan IR di bagian hidung (mengganti radar tempur).
Secara keseluruhan, lebih dari 330 unit dalam berbagai varian digunakan Angkatan Udara Taiwan, dengan komposisi F-5A/B (1960-an hingga awal 1990-an), F-5E/F (1980-an hingga 2025) dan RF-5E (hingga saat ini, untuk sementara masih digunakan). (Gilang Perdana)



Mbah kapal selamnya belum pensiun tuh, ntar kita saingin pake kasel Cakra