Senjata Gelombang Mikro 20GW Cina: Inovasi NINT yang Sanggup Bakar Sirkuit Drone dan Satelit

Dunia militer internasional kembali dikejutkan oleh pencapaian teknologi pertahanan Cina yang melampaui batas imajinasi. Tim ilmuwan dari Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an, yang dipimpin oleh pakar riset terkemuka Huang Wenhua, dilaporkan sukses membangun senjata gelombang mikro berkekuatan 20 Gigawatt (GW) pertama di dunia.
Senjata ini bukan sekadar alat pengganggu sinyal biasa; kekuatannya diklaim mampu memancarkan energi masif dalam durasi hingga 60 detik secara terus-menerus—sebuah durasi yang jauh melampaui kemampuan teknologi serupa milik negara-negara Barat saat ini.
Lembaga NINT bukanlah pemain baru dalam dunia riset strategis. Berbasis di Xi’an, institusi ini merupakan pusat penelitian rahasia yang memiliki spesialisasi dalam dampak radiasi dan perlindungan elektromagnetik. Dengan keahlian tersebut, tim Huang Wenhua berhasil mengatasi kendala teknis yang selama ini menghambat senjata energi terarah (Directed Energy Weapons).
Senjata ini bekerja dengan cara memancarkan gelombang mikro berenergi tinggi yang mampu menembus perlindungan elektronik musuh dan langsung “membakar” sirkuit internal pada drone, satelit, hingga sistem radar secara permanen.
Stryker Leonidas – Integrasi High Power Microwave Counter Drone di Ranpur Lapis Baja
Keunggulan utama yang dikembangkan NINT adalah sistem manajemen energinya yang revolusioner. Jika senjata gelombang mikro sebelumnya hanya mampu menembakkan pulsa singkat dalam hitungan milidetik karena risiko panas berlebih, inovasi ini mampu mempertahankan serangan selama satu menit penuh. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan material superkonduktor suhu tinggi dan teknologi isolasi maju, yang memungkinkan aliran energi setara dengan output beberapa pembangkit nuklir mengalir tanpa merusak komponen internal senjata itu sendiri.
Namun, di balik kekuatan monsternya, senjata 20GW ini membawa tantangan logistik yang signifikan. Kebutuhan akan pasokan energi listrik yang sangat besar menjadikannya sulit untuk digelarkan secara lincah di medan tempur.
Untuk menghasilkan daya sebesar itu, diperlukan infrastruktur energi yang stabil, kapasitor raksasa, dan sistem pendingin super-kompleks yang mampu membuang panas ekstrem. Akibatnya, penggelaran senjata ini kemungkinan besar akan terbatas pada instalasi pertahanan pangkalan permanen atau kapal perang besar yang memiliki reaktor energi mumpuni.
Tangkal Serangan Drone di Arab Saudi, Washington Kirim Phaser High Power Microwave Counter Drone
Keberhasilan para ilmuwan NINT ini menegaskan bahwa Cina kini mulai mendikte arah masa depan peperangan elektronik global. Dengan durasi tembakan yang panjang dan daya rusak fisik pada perangkat elektronik, senjata ini menjadi solusi “peluru tak terbatas” yang sangat efisien untuk menghalau serangan kawanan drone (swarm drones).
Kini, dunia internasional terpaksa harus merombak total sistem perlindungan elektronik pada aset-aset strategis mereka agar tidak lumpuh seketika saat berhadapan dengan “pedang energi” dari Xi’an ini. (Cakra)
Cina Uji Coba Norinco Hurricane-3000 – Senjata Hanud Anti Swarm Drone dengan High Power Microwave


