Rusia Klaim Sistem Hanud Barat, Termasuk THAAD dan Arrow-3, Tak Berdaya Hadapi Rudal Oreshnik

Pasca serangan rudal balistik hipersonik Oreshnik kedua ke Ukraina pada 9 Januari 2026, Rusia menegaskan dominasi teknologinya di bidang pertahanan udara dan rudal. Berdasarkan laporan dari kantor berita TASS (13/1/2026), pakar militer Rusia menyatakan bahwa sistem pertahanan udara milik negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, tidak memiliki kemampuan untuk mencegat hulu ledak dari sistem rudal Oreshnik.

Baca juga: Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Oreshnik Kedua ke Lviv (Ukraina): Kecepatan 13.000 Km/Jam Tak Terbendung Patriot

Alexander Mikhailov, Kepala Biro Analisis Militer-Politik (Military-Political Analysis Bureau), yakni lembaga think thank non pemeintah yang berbasis di Moskow, mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada satu sistem di dunia yang mampu mencegat rudal balistik jarak menengah dan hulu ledak hipersonik, yaitu sistem S-500 Prometheus buatan Rusia.

Mikhailov memberikan kritik tajam terhadap sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS. Meskipun THAAD dirancang untuk mencegat rudal balistik di dalam dan luar atmosfer, Mikhailov menilai sistem tersebut tidak akan mampu mengejar hulu ledak Oreshnik.

“Masalahnya adalah Oreshnik tidak akan ‘berdiam diri’ di ruang udara untuk menunggu AS menembak jatuh hulu ledak kami,” ujarnya. Ia juga membantah klaim pakar Barat yang menyebut sistem Arrow-3 milik Israel bisa mengimbangi kecepatan rudal hipersonik Rusia, dengan menyatakan bahwa hingga kini tidak ada bukti nyata sistem Barat pernah sukses mencegat senjata hipersonik dalam kondisi tempur.

Spionase Drone di Pangkalan Udara Jerman: Sistem Rudal Arrow 3 Jadi Incaran Saat Ancaman Rudal Oreshnik Rusia Meningkat

 

Pernyataan Mikhailov muncul setelah serangan Oreshnik ke pabrik perbaikan pesawat di Lviv, Ukraina Barat, pada 9 Januari lalu, yang diklaim Rusia melumpuhkan kemampuan logistik jet tempur F-16 dan MiG-29 milik Ukraina.

Secara teoritis, S-500 memang dirancang dengan spesifikasi untuk menghancurkan target di ketinggian sangat tinggi dan kecepatan hipersonik, sesuatu yang masih menjadi tantangan bagi sistem Patriot lawas milik AS.Dalam beberapa insiden konflik di Ukraina, terdapat laporan bahwa sistem pertahanan udara Barat kewalahan menghadapi serangan rudal balistik berkecepatan tinggi, yang memperkuat narasi Rusia tentang “ketidaksiapan” Barat.

Mengenai sistem Arrow-3 dari Israel, banyak analis menyebutnya sebagai salah satu sistem pencegat paling canggih yang terbukti sukses dalam skala besar saat menghadapi serangan rudal Iran, meskipun mencegat senjata hipersonik murni (seperti Oreshnik) memang diakui sebagai tantangan teknis yang sangat berat bagi semua negara saat ini. (Bayu Pamungkas)

Tandingi THAAD, Rusia Lindungi Moskow dengan Sistem Hanud S-500 Prometheus

 

2 Comments