Pertama Kali Iran Luncurkan “Sejjil” ke Israel – Rudal Balistik Hipersonik yang Mendapat Julukan “Dancing Missile”

Memasuki gelombang serangan kedua belas dari Operasi True Promise 3, Iran memberikan ‘kado’ terbaru untuk Israel, yakni dengan peluncuran perdana rudal balistik hipersonik “Sejjil” – yang berarti “tanah liat yang dibakar” dalam bahasa Arab/Qur’an. Kemunculan Sejjil menjadi perhatian netizen global, khususnya karena manuver rudal ini yang tak lazim dengan memberi pertunjukan di angkasa, menjadikan Sejjil disebut sebagai “Dancing Missile”.

Baca juga: Diganyang Rudal Balistik Hipersonik Fattah 2, Sistem Pertahanan Udara Israel Dibuat Tak Berdaya

Sejjil adalah salah satu rudal balistik jarak menengah MRBM (Medium-Range Ballistic Missile) berbahan bakar padat paling canggih milik Iran. Dirancang oleh Aerospace Industries Organization, Sejjil mengadopsi roket dua tahap (two stage) yang keduanya berbahan bakar padat. Rudal Sejjil punya panjang ±17–18 meter dan berat sekitar 23 ton dan mampu menjangkau sasara di rentang 2.000 – 2.500 km.

Dalam serangannya, Sejjil membawa hulu ledak seberat ±500–1.000 kg dari jenis fragmentasi, high-explosive, atau konvensional. Karena berbahan bakar padat, Sejjil dapat diluncurkan lebih cepat (lebih sulit dideteksi satelit saat persiapan) dan mudah dimobilisasi dengan dipasang pada peluncur TEL atau truk.

Kecepatan maksimum Sejjil dilaporkan mencapai Mach 12–14 saat memasuki terminal phase dan sekitar 4.100–4.800 meter per detik di luar atmosfer. Namun perlu dicatat, Sejjil adalah rudal balistik konvensional berbahan padat, bukan HGV (hypersonic glide vehicle), berbeda dengan Fattah 2.

Rudal Sejjil (kanan) dan Qiam (kiri)

Fattah-2 dan Sejjil adalah dua jenis rudal Iran yang berbeda secara fundamental, meskipun keduanya mampu mencapai kecepatan hipersonik.

Sementara julukan Dancing Missile pada Sejjil, kemungkinan disebabkan karena manuver aktif (post-boost maneuvering) untuk menghindari intersepsi, efek aerodinamik dan kontrol vektor dorong selama re-entry. Video uji coba rudal menunjukkan trayektori tidak lurus sepenuhnya, menciptakan kesan “menari”.

Analis menduga, manuver menari meningkatkan ketahanan Sejjil terhadap sistem pertahanan rudal seperti Patriot atau Arrow. Meski begitu, kemungkinan intersepsi pada Sejjil masih lebih besar ketimbang Fattah 2 yang lintasan tak terduga dan rendah. (Gilang Perdana)

Diancam Netanyahu, Iran Unjuk Gigi Luncurkan Rudal Balistik dari eks Kapal Kontainer Sipil

2 Comments