Cina Konfirmasi Kemenangan J-10CE dengan Zero Loss: Klaim 4 Jet Tempur Rafale India Jatuh dalam Duel Udara

Otoritas pertahanan Cina melalui China State Administration of Science, Technology and Industry for National Defence (SASTIND) akhirnya memberikan pernyataan resmi yang mengguncang peta kekuatan militer global. Dalam pengumuman yang dirilis baru-baru ini, Beijing mengonfirmasi bahwa varian ekspor jet tempur andalan mereka, Chengdu J-10CE, telah mencatatkan kemenangan tempur (combat victory) dalam duel udara melawan Angkatan Udara India pada Mei 2025.
Pernyataan ini merupakan langkah langka bagi Pemerintah Cina untuk secara terbuka memvalidasi performa jet tempur buatannya di medan laga yang sesungguhnya. Dalam konfirmasi resminya, Cina menyebutkan bahwa armada J-10CE milik Angkatan Udara Pakistan berhasil mendominasi ruang angkasa tanpa kehilangan satu pun unit pesawat (zero loss).
Informasi lebih detail yang dihimpun dari berbagai sumber militer mulai mengungkap skala pertempuran tersebut. Kabar yang paling membetot perhatian adalah identitas pesawat yang menjadi korban keganasan J-10CE. Setidaknya empat unit jet tempur Rafale milik India—yang selama ini dianggap sebagai jet tempur tercanggih di Asia Selatan—dilaporkan berhasil ditembak jatuh.
Nomor seri empat jet tempur Rafale Angkatan Udara India (IAF) yang ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF) selama bentrokan udara Mei 2025, telah terungkap lewat laporan majalah pertahanan Inggris, Key Aero melakukan analisis jatuhnya empat jet tempur Rafale.
#BREAKING China’s State Administration of Science, Technology and Industry for National Defense: 🇨🇳China has officially confirmed that its export-oriented J-10CE fighter jet achieved its first combat victory last May, shooting down multiple aircraft in aerial combat without… pic.twitter.com/oenGGlXW2z
— Shen Shiwei 沈诗伟 (@shen_shiwei) January 12, 2026
Laporan investigasi tersebut merinci, selama pertempuran udara selama 52 menit antara PAF dan IAF, kehilangan empat jet Rafale. Adapun nomor seri yang berhasil diidentifikasi adalah BS-001, BS-021, BS-022, dan BS-027.
Keberhasilan J-10CE dalam menjatuhkan Rafale mengejutkan banyak pihak, mengingat Rafale adalah jet tempur generasi 4.5 buatan Perancis yang secara speisifikasi kemampuannya berada di atas J-10CE. Namun, analisis pakar menunjukkan bahwa J-10CE memiliki keunggulan pada integrasi radar AESA dan penggunaan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15E. Rudal ini memiliki jangkauan operasional yang sangat jauh, memungkinkan pilot Pakistan untuk mengunci dan menembak sasaran bahkan sebelum radar Rafale mampu melakukan penguncian balik yang efektif.
Jadi Pusat Kontroversi, Inilah ‘Isi’ Sayap Vertikal Jet Tempur Rafale India yang Ditembak Jatuh
Cina menyebutkan bahwa kunci dari kemenangan tanpa cela ini adalah sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare) pada J-10CE yang sangat mumpuni. Sistem ini mampu mengacaukan frekuensi radar lawan, sehingga rudal-rudal yang diluncurkan pihak India kehilangan panduan saat mendekati target.
Selain itu, J-10CE didukung oleh mesin WS-10B yang memberikan rasio dorong-terhadap-berat yang tinggi, memungkinkan pilot melakukan manuver tajam dalam dogfight jarak dekat. Namun, sebagian besar kemenangan dalam duel Mei 2025 dikabarkan terjadi dalam skenario Beyond Visual Range (BVR), di mana koordinasi antara J-10CE dan pesawat peringatan dini (AWACS) milik Pakistan menciptakan sistem deteksi yang jauh lebih luas dibandingkan jangkauan radar mandiri jet-jet India.
Buntut Kabar Jet Tempur Rafale India Ditembak Jatuh, Saham Dassault Aviation Langsung Keok
Konfirmasi resmi dari pihak Cina ini diperkirakan akan mengubah dinamika pasar alutsista internasional secara drastis. Kemenangan J-10CE atas Rafale akan menjadi iklan terbaik bagi industri pertahanan Cina untuk menawarkan jet tempur ini ke negara-negara lain yang sedang mencari alternatif selain pesawat buatan Barat atau Rusia.
Bagi India, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi mendalam terkait efektivitas persenjataan mereka di tengah eskalasi perbatasan yang terus memanas. Bagi dunia internasional, peristiwa Mei 2025 menjadi bukti nyata bahwa teknologi dirgantara Cina telah mencapai level yang mampu menandingi, bahkan melampaui, platform tempur terbaik buatan Eropa. (Gilang Perdana)
Dari Temuan Puing Rudal Mica, Kuat Dugaan Angkatan Udara India Telah Kehilangan Jet Tempur Rafale



Bisa dilihat perbedaan laporan media independent dengan laporan klaim level negara
Klaim negara :
Klaim Pihak Pakistan
Pakistan mengklaim berhasil menembak jatuh setidaknya 5 hingga 6 jet tempur India pada 7 Mei 2025 menggunakan jet tempur J-10C buatan China:
3 unit Dassault Rafale: Jet tempur tercanggih India buatan Prancis.
1 unit Sukhoi Su-30MKI: Pesawat tempur superioritas udara buatan Rusia.
1 unit Mikoyan MiG-29: Jet tempur multiperan.
1 unit Mirage 2000: Klaim tambahan yang disampaikan PM Pakistan beberapa hari setelah konflik.
1 unit Drone: Pesawat nirawak pengintai.
Klaim india
India mengklaim berhasil menembak jatuh 6 pesawat Pakistan menggunakan sistem pertahanan udara S-400
Laporan media independen
laporan majalah pertahanan Inggris, Key Aero melakukan analisis jatuhnya empat jet tempur Rafale.
Yang jelas jatuh nya Rafale ada bukti fisik nya 🤣soalnya masyarakat India sendiri kan yg dulu memfiral kan nyA? Coba yg menemukan lebih dulu militer? Yakin gak di tutupi?
Sedangkan klaim jatuh nya jet tempur Pakistan masih isu doang, bukti fisik nya belum jelas 🤣
Kesimpulan konflik khasmir :
PLOT Twist YANG MENJADI KORBAN TERBESAR JET TEMPUR DI KONFLIK ITU MALAH JET TEMPUR TERCANGGIH INDIA RAFALE?
SEDANGKAN JET TEMPUR LAINNYA MENGALAMI KERUGIAN YANG SEDIKIT
KESIMPULAN NYA : ADA KEMUNGKINAN RAFALE DI KONFLIK ITU BELUM TER INTEGRASI DENGAN SISTEM INDIA ATAU TIDAK BISA DI INTEGRASIKAN, JADI RAFALE TERBANG TANPA SISTEM PENGINDERAAN JARAK JAUH AWACS INDIA
BERBEDA DENGAN PAKISTAN
Analisis Pakar: Pakar militer Barat mencatat efektivitas sistem kill chain Pakistan yang mengintegrasikan pesawat J-10C buatan China dengan pesawat intai Swedia untuk melumpuhkan Rafale India.
PLOT WIST, PESAWAT AWACS YG DIPAKE PAKISTAN CUMAN BUATAN SWEDIA, SEDANG AWACS BUATAN CHINA SUDAH DI ALIH FUNGSIKAN KARENA PERFOMA JELEK (bisa dj cari di internet)
INTINYA SECANGGIH APAPUN JET TEMPUR, JIKA TIDAK TERINTEGRASI MAKA AKAN JADI SASARAN TEMBAK MUSUH DOANG 🤣
KEUNGGULAN PUNYA AWACS SAAT BERTEMPUR ADALAH JET TEMPUR TIDAK PERLU MENGHIDUPKAN RADAR AKTIF NYA (RADAR HIDUP BERARTI TERDETEKSI OLEH MUSUH) DENGAN CATATAN UDAH TERINTEGRASI
@Tukang Ngitung
Berarti cuman mau nyoba, tapi setelahnya ga bisa complain, tapi belum juga tanding kemungkinan salah satu udh grounded gara2 rusak airframe nya.
Jadi gimana dong ?
Kalo udah mau beli JF-17, ya beli sekalian lah J-10CE itu. Kebenaran berita dan klaim tersebut baru bisa dibuktikan kalo kita sendiri yang mencobanya. Oleh sebab itu perlu punya Rafale sekaligus J-10CE. Nanti dalam latihan bisa kita tandingin antara Rafale dan J-10CE. Biar saling mengunci dan menjamming elektronik lawan.
Kalo hanya punya salah satu saja ya nggak bisa lihat sendiri yang mana yang lebih unggul. Jadi harus punya dua-duanya baik Rafale maupun J-10C.