Kontrak Jumbo $275 Juta: Elbit Systems Pasok Sistem Proteksi Helikopter ke Salah Satu Negara Asia Pasifik

Perusahaan pertahanan terkemuka asal Israel, Elbit Systems, baru saja mengumumkan keberhasilan mereka mengamankan kontrak senilai $275 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) untuk memasok paket perlindungan diri (self-protection suite) terintegrasi bagi armada helikopter militer di salah satu negara kawasan Asia Pasifik.
Baca juga: Rusia Terima Dua Unit Baru Pembom Strategis Tu-160M dengan Proteksi Laser DIRCM
Kontrak berdurasi lima tahun ini mencakup pengiriman, integrasi, dan dukungan operasional berkelanjutan. Langkah ini menggarisbawahi prioritas angkatan bersenjata di kawasan Indo-Pasifik yang kini semakin fokus pada aspek survivability (kemampuan bertahan) di tengah ancaman rudal darat-ke-udara yang kian canggih.
Inti dari paket teknologi yang dipasok oleh Elbit adalah sistem Mini-MUSIC DIRCM (Directed Infrared Counter-Measure, yaitu sistem pertahanan berbasis laser yang dirancang khusus untuk mengalahkan rudal berpemandu inframerah (pencari panas).
Sistem ini bekerja dengan cara mendeteksi lewat sensor inframerah memantau datangnya rudal musuh secara real-time. Kemudian melacak lewat perangkat optik mengunci kepala rudal dalam hitungan milidetik, dan melumpuhkan dengan laser berenergi tinggi yang ditembakkan langsung ke arah mata pemandu rudal, membuatnya “buta” dan melenceng dari target.


Selain DIRCM, paket ini juga mencakup penerima peringatan radar (Radar Warning Receiver), sensor peringatan laser, dan sistem penyebaran countermeasure otomatis lainnya.
Meskipun Elbit Systems tidak menyebutkan nama negara tersebut karena alasan kerahasiaan pertahanan, beberapa indikator kuat menunjukkan kemungkinan besar negara tersebut adalah Korea Selatan atau Australia.
Korea Selatan memiliki sejarah kemitraan yang sangat erat dengan Elbit Systems. Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) telah menggunakan sistem DIRCM Elbit pada pesawat angkut mereka. Selain itu, Korea Selatan tengah melakukan modernisasi besar-besaran pada armada helikopter angkut dan serbu mereka untuk menghadapi ancaman rudal panggul (MANPADS) dari arah utara.
Jenis helikopter terkait kemungkinan besar sistem ini akan dipasang pada helikopter angkut CH-47 Chinook atau helikopter serbu lokal mereka, KAI KUH-1 Surion.
Sementara Australia baru-baru ini mempercepat modernisasi armada helikopter mereka setelah mempensiunkan dini beberapa model lama. Mereka membutuhkan perlindungan tingkat tinggi untuk helikopter baru mereka yang akan beroperasi di lingkungan maritim dan tropis yang kompetitif. Sistem proteksi ini berpotensi dipasang untuk armada baru UH-60M Black Hawk atau CH-47F Chinook.
Airbus A400M Angkatan Udara Jerman Dipasangi Sistem Anti Rudal DIRCM dari Elbit Systems
Sistem Mini-MUSIC DIRCM buatan Elbit Systems merupakan salah satu teknologi perlindungan helikopter yang paling laris di pasar global karena ukurannya yang ringkas dan bobotnya yang ringan.
Berdasarkan data operasional hingga 2026, sistem ini telah terintegrasi dan terpasang pada berbagai platform helikopter militer dan VIP di seluruh dunia.Jenis helikopter yang telah menggunakan sistem ini adalah CH-47 Chinook, CH-53 Sea Stallion, UH-60 Black Hawk, AH-64D/E Apache, AW101 Merlin dan NH90.
Elbit Systems Deutschland Pasang Sistem Anti Rudal J-MUSIC DIRCM di Airbus A350 Kenegaraan Jerman
Sistem Mini-MUSIC sangat populer di kalangan armada wahana VVIP karena memberikan perlindungan maksimal tanpa mengubah aerodinamika pesawat secara signifikan. Helikopter VVIP yang telah mengadopsi Mini-MUSIC adalah AgustaWestland AW139/AW189 dan Mi-17. Meskipun merupakan produk Rusia, beberapa negara yang menggunakan Mi-17 memilih untuk memasang sistem proteksi Barat seperti Mini-MUSIC untuk menjamin keamanan pemimpin mereka.
Keunggulan utama Mini-MUSIC adalah sifatnya yang “Open Architecture”, artinya ia bisa “dikawinkan” dengan sistem radar peringatan (RWR) buatan negara lain, menjadikannya pilihan favorit bagi negara-negara yang memiliki armada campuran (Barat dan lokal). (Gilang Perdana)
Tangkal Serangan Rudal MANPADS, Rusia Pasang Perangkat Jammer DIRCM di Helikopter Serang Kamov Ka-52



Ciri khas Israel ya begini🤣alutsista buatan negara manapun bisa di modif dan di integrasikan
Diatas kertas teknologi besutan Israel itu canggih
Tapi jika digunakan buat bertempur, tergantung skil operator nya 🤣
Salah satu konsumen besar Israel kan India?
Cek aja gimana reputasi tempur India vs Pakistan 🤣