Persenjatai Kapal Cepat Rudal Stealth Trimaran, Rudal Jejalah ÇAKIR Akan Diproduksi di Indonesia

Melanjutkan kesepakatan di Jalarta pada bulan Agustus tahun lalu, pada IDEF 2025 (22-27 Juli) , Indonesia menandatangani perjanjian dengan Turki untuk memproduksi rudal jelajah ÇAKIR, yang kelak akan menjadi sistem senjata pada program Kapal Cepat Rudal (KCR) yang akan dibangun galangan Republik Palindo, bagian dari Republikorp.
Baca juga: Kemhan dan Republikorp Tandatangani Kontrak Kerja sama Rudal Cakir dan Sungur dari Turki
Seperti dikutip Breaking Defense (23/7/2025), selama IDEF (International Defence Industry Fair) 2025, General Manager Roketsan Murat İkinci dan Eksekutif Republikorp Norman Joesoef menandatangani perjanjian yang berfokus pada rudal jelajah ÇAKIR. Perjanjian ini mencakup produksi serial dan transfer teknologi ke Indonesia dan diumumkan kepada publik pada hari kedua pameran.
Meskipun belum ada angka yang diumumkan mengenai jumlah unit atau ketentuan keuangan, kontrak ini sejalan dengan strategi pertahanan Turki yang lebih luas untuk membangun kemitraan industri jangka panjang daripada hanya mengandalkan ekspor senjata. Indonesia kemungkinan akan menggunakan rudal jelajah Cakir pada kapal rudal siluman baru yang tengah dikembangkan oleh Republik Palindo.
Rudal Çakir mulai diproduksi massal pada 9 Juli 2024, setelah peluncuran perdananya pada 31 Maret 2022. Rudal ini ditenagai oleh mesin turbojet KTJ-1750 yang dikembangkan oleh Kale Arge. Versi peluncuran udara memiliki panjang 3,3 meter dan berat 275 kg, sedangkan versi peluncuran permukaan memiliki panjang 3,8 meter dan berat 350 kg karena penambahan booster berbahan bakar padat. Rudal ini memiliki hulu ledak seberat 70 kg, dengan muatan yang tersedia, termasuk jenis berdaya ledak tinggi, fragmentasi ledakan, semi-penembus lapis baja dengan efek partikel, dan termobarik.

Kecepatan jelajahnya antara Mach 0,75 dan Mach 0,85. Versi peluncuran udara memiliki jangkauan lebih dari 150 kilometer, dan versi peluncuran permukaan melebihi 100 kilometer. Sistem pemandunya mengintegrasikan navigasi inersia, altimeter barometrik dan radar, navigasi referensi medan, dan GNSS anti-jamming. Pemandu terminal menggunakan pencari inframerah, frekuensi radio, atau hibrida, sementara tautan data jaringan dua arah memungkinkan pembaruan saat terbang, termasuk pengalihan dan pembatalan misi.
ÇAKIR kompatibel dengan berbagai platform. Rudal ini dapat digunakan dari pesawat sayap tetap, helikopter, kendaraan udara tempur nirawak, kapal permukaan nirawak, kendaraan beroda taktis, dan kapal angkatan laut permukaan. Hingga empat rudal dapat dimuat di jet, UCAV, atau USV, dua di helikopter atau pesawat kargo, dan hingga delapan di kapal serang cepat.
Sea Skimming, Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Serangan Rudal Anti Kapal
Roketsan menyebut ÇAKIR punya kemampuan bertahan yang tinggi berkat desainnya yang unik dengan bahan penyerap radar yang digunakan pada frame. Seperti halnya rudal anti kapal pada umumnya, ÇAKIR punya kemampuan super sea skimming dan dan terrain masking dalam kombinasi dengan struktur penyerap radar yang meminimalkan pendeteksian oleh sistem pertahanan udara musuh.
ÇAKIR dapat menyerang target darat dan laut, termasuk kapal permukaan, infrastruktur pesisir, bunker bawah tanah, dan situs berbenteng. Çakir dapat terbang di ketinggian rendah untuk meminimalkan deteksi radar dan dirancang untuk tetap berfungsi saat terjadi gangguan GPS atau gangguan elektronik.
Semua versi didasarkan pada desain modular, yang memungkinkan logistik dan dukungan bersama di berbagai varian. Varian-varian ini meliputi ÇAKIR CR untuk serangan darat, ÇAKIR AS untuk peran anti-kapal, ÇAKIR LIR untuk misi peperangan elektronik, dan Cakir SW untuk serangan gerombolan terkoordinasi.
Ciri khas rudal ini dapat menjalankan jalur penerbangan 3D terprogram dan manuver mengikuti medan untuk menghindari deteksi dan meningkatkan kemampuan bertahan misi.
Roketsan dan galangan Indonesia Republik Palindo dilaporkan akan menandatangani perjanjian terpisah untuk mengintegrasikan rudal ÇAKIR pada kelas baru kapal rudal siluman trimaran dengan material serat karbon sepanjang 20 meter dan lebar 7,9 meter, yang dirancang khusus untuk operasi penyerangan dan interdiksi di perairan dangkal di sepanjang garis pantai Indonesia yang luas.
Kapal rudal siluman trimaran dirancang untuk menjalankan misi pesisir berkecepatan tinggi dengan visibilitas radar rendah dan dapat mencapai kecepatan hingga 53 knot. Kapal-kapal ini dirancang untuk beroperasi sebagai bagian dari kelompok kapal yang terhubung jaringan dan dapat membawa rudal Cakir atau Atmaca dan kendaraan udara nirawak. (Gilang Perdana)



Kasian northseaboat
Gutbay NSM😁
wooaaah, mantap, tinggal hisar nih kapan x siper