Kazakhstan, negera di Asia Tengah ini boleh dikata jarang terdengar inovasi alutsistanya, malahah kabar yang terdengar baru-baru ini, Kazakhstan jadi negara sebelum Indonesia (di Asia) yang resmi mengorder pesawat angkut Airbus A400M Atlas. Namun, belum lama ini ada kabar, bahwa Kazakhstan bukan saja telah meluncurkan, melainkan sudah mulai memproduksi ranpur lapis baja Barys yang berpenggerak 6×6. (more…)
PT PAL Indonesia pada 22 November lalu melakukan Commodore Inspection pada kapal selam KRI Cakra 401 di Panarukan, yang dipimpin oleh Waasops Kasal – Laksma TNI Wasis Priyono. Setelah dilaksanakannya serangkaian uji coba (HAT & SAT), dilakukan Commodore Inspection dalam rangka meninjau kesesuaian dan kelaikan hasil dari overhaul (OVH) atau perbaikan menyeluruh pada kapal selam KRI Cakra-401 sesuai yang diamanatkan dalam kontrak. (more…)
Amerika Serikat sudah barang tentu tak akan tinggal diam ketika Ukraina mendapat ancaman serangan atau kemungkinan invasi dari Rusia. Meski masih malu-malu menempatkan unit militernya, namun Washington sejak beberapa waktu telah mulai memasok berbagai jenis persenjataan ke Ukraina. Seiring eskalasi yang terjadi di Donbas, kucuran persenjataan kian ditingkatkan oleh AS. (more…)
Selain menghadirkan paket persenjataan yang mematikan, helikopter serang Kamov Ka-50/Ka-52 juga memperhatikan pada aspek keselamatan kedua awaknya. Bukan hanya proteksi yang melindungi area kokpit dari terjangan proyektil, lain dari itu, helikopter serang twin rotor koaksial ini juga dilengkapi dengan kursi pelontar layaknya yang diadopsi pada jet tempur. (more…)
MLRS (Multiple Launch Rocket System) selama ini dikenal sebagai arsenal persenjataan berat di lini artileri medan. Lantaran tergolong heavy weapon, sejauh ini MLRS di kaliber 122 mm belum pernah dicicipi oleh satuan lintas udara, padahal satuan (linud) yang mengandalkan penerjunan lewat udara (air droppable) juga membutuhkan bantuan tembakan artileri yang signifikan. (more…)
Mau tidak mau, Rusia sangat berkepentingan terhadap kelangsungan alutsistanya yang dijual ke luar negeri, terlebih bila alutsista yang dimaksud tergolong maskot ekspor. Dan ketika tujuh unit sistem hanud Pantsir S-1 berhasil dihancurkan oleh serangan drone di Libya pada pertengahan 2020 lalu, maka Rusia harus melakukan langkah pendekatan pada negara pengguna untuk melakukan upgrade pada Pantsir S-1 yang ada. (more…)
Melihat kondisi geografis di Tanah Air, maka menuntut kolaborasi antara helikopter Puspenerbad dengan pesawat angkut C-130 Hercules TNI AU. Dengan ketersediaan helikopter TNI yang terbatas di medan operasi, maka dalam waktu singkat diperlukan kekuatan BKO (Bawah Kendali Operasi) tambahan. (more…)
Sebagai salah satu negara maju di Eropa, Swedia terbilang jarang mengakuisisi alutsista dari negara lain, sebagian besar kebutuhan persenjataan negara Skandinavia non NATO ini, dapat ditopang oleh industri dalam negeri. Termasuk untuk urusan alutsista hanud (pertahanan udara), selama ini ini Swedia telah mengandalkan sistem hanud VSHORAD RBS-70 dan SHORAD BAMSE yang diproduksi oleh Saab Bofos Dynamics. (more…)
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki rupanya kian meningkat, bukan sebatas pada proyek medium tank Harimau, ada kabar bahwa combat management system (CMS) buatan Havelsan akan diadopsi pada kapal patroli lepas pantai – offshore patrol vessel (OPV) 90M TNI AL yang kini sedang dibangun oleh PT Daya Radar Utama (DRU). (more…)
Rupanya lumayan lama bagi Filipina untuk mengakuisisi helikopter serang AH-1S Cobra. Meski jumlahnya hanya dua unit, sejak tahun 2018 perjanjian hibah dari Yordania sudah dijalankan, namun baru pada 19 November 2021, unit perdana helikopter battle proven ini resmi diterima Angkatan Udara Filipina. (more…)