Modernisasi Kekuatan Udara Kolombia: Saab Amankan Kontrak 3,1 Miliar Euro untuk 17 Gripen E/F

Perusahaan dirgantara asal Swedia, Saab, secara resmi mengumumkan penandatanganan kontrak besar dengan Pemerintah Kolombia untuk pengadaan satu skuadron yang terdiri dari 17 unit jet tempur multiperan generasi 4.5, Saab Gripen E/F.

Baca juga: Disokong Perbankan Brasil, Kolombia Dikabarkan Bakal Akusisi Jet Tempur Gripen untuk Gantikan Kfir

Kontrak ini menandai modernisasi kekuatan udara terbesar Kolombia dalam beberapa dekade, yang bertujuan menggantikan armada jet tempur IAI Kfir buatan Israel yang sudah menua.

Keputusan awal Kolombia untuk memilih JAS-39E Gripen diumumkan pada 3 April 2025. Sementara Saab mengumumkan penandatanganan kontrak secara resmi pada 15 November 2025. Nilai kontrak ini dilaporkan mencapai sekitar €3,1 miliar (setara US$3,6 miliar) untuk 17 unit jet.

Kontrak ini mencakup 17 unit jet tempur Gripen E/F, terdiri dari varian Gripen E, jet tempur kursi tunggal (single-seat) dan varian Gripen F, jet tempur kursi ganda/tandem (two-seat). Meskipun komposisi persis (misalnya 14 Gripen E dan 3 Gripen F) belum dirinci secara spesifik oleh Saab dalam rilis pers, jumlah 17 unit merupakan peningkatan dari tawaran awal 16 unit.

Dengan Kekuatan Investasi dan ‘Reputasi Tempur’, Cina Tawarkan Dua Skadron Chengdu J-10CE ke Kolombia

Detail pasti mengenai jadwal serah terima belum diumumkan secara publik dalam pengumuman kontrak final, namun pengiriman direncanakan akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Kesepakatan ini mencakup Program Offset Industri dan Sosial yang komprehensif, yang merupakan faktor kunci dalam keputusan Kolombia. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi dan strategis yang luas bagi Kolombia, yang di dalamnya termasuk Transfer Teknologi (ToT), Saab menawarkan transfer teknologi yang signifikan, mirip dengan model yang telah diterapkan di Brasil.

Kabar Buruk Buat Saab (Swedia), AS Veto Penjualan Mesin GE F414 untuk Gripen E/F yang Akan Diekspor

Kemudian mencakup penguatan basis industri lewat Inisiatif offset yang diharapkan dapat memperkuat basis industri Kolombia dan menciptakan peluang kerja jangka panjang. Bidang fokus offset mencakup sektor-sektor non-pertahanan penting, seperti Aeronautika dan Manufaktur Canggih, Keamanan Siber (Cybersecurity) dan Ketahanan Digital, Teknologi Kesehatan Masyarakat, Solusi Energi Terbarukan Berkelanjutan, Pemurnian Air dan Inovasi Lingkungan

Manfaat-manfaat ini menekankan bahwa akuisisi Gripen dipandang sebagai investasi ekonomi dan strategis yang lebih luas, melampaui sekadar pembelian peralatan militer.

Keputusan Kolombia untuk memilih Gripen E/F merupakan hasil dari proses tender yang panjang, kompetitif dan berliku. Gripen berhasil mengalahkan beberapa pesaing utama, seperti Dassaut Rafale (Perancis), Lockheed Martin F-16 Viper Fighting Falcon (AS) dan Eurofighter Typhoon (Konsorsium Eropa). (Gilang Perdana)

Gantikan Jet Tempur Kfir, Kolombia Putuskan Akuisisi 16 Unit Dassault Rafale via Jalur Cepat