Menarik Perhatian di Indo Defence 2024, Ranpur Amfibi Korps Marinir Thailand AWAV 8×8 Layak Diuji di Indonesia

Meski profil ranpur amfibi ini sudah pernah kami ulas pada artikel terdahulu, namun membahas kembali Armored Wheeled Amphibious Vehicle (AWAV) 8×8 rasanya masih menarik, terlebih untuk pertama kalinya AWAV 8×8 dengan tongkrongan yang besar dan sangar, ikut dipamerkan dalam demo statis di Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025). Apakah akan AWAV akan ditawarkan ke Indonesia?

Baca juga: Chaiseri Tampilkan Prototipe Ranpur Lapis Baja Amfibi AWAV 8×8, Dipesan Tujuh Unit oleh Korps Marinir Thailand

Sejatinya setiap vendor yang memamerkan produknya di Indo Defence, punya harapan produknya dapat diakuisisi oleh negara penyelenggara pameran. Dan ketika Indo Defence 2024 usai, harapan netizen adalah ‘paling tidak’ AWAV 8×8 dapat duji coba oleh PT Pindad, atau lebih khusus lagi oleh Korps Marinir TNI AL, seperti halnya saat ranpur amfibi APC roda rantai Zaha dari FNSS dipamerkan di Indo Defence 2022.

Berbeda dengan produk manufaktur lain pada Indo Defence 2024, AWAV 8×8 yang dipamerkan sudah dalam status milik Korps Marinir Thailand, seperti pada unit yang dipamerkan di Jakarta International Expo, sudah dengan label RTMC (Royal Thai Marine Corps), bahkan pengawak personel marinir Thailand ikut hadir menyertai AWAV 8×8.

AWAV 8×8 diproduksi oleh Chaiseri Defence, dan telah mendapatkan pesanan dari Kementerian Pertahanan Thailand untuk kebutuhan RTMC. Jumlah yang dipesan memang belum banyak, baru tujuh unit, namun apa yang dicapai oleh Chaiseri Defence lebih baik ketimbang pencapaian PT Pindad, yang pernah meluncurkan ranpur amfibi Anoa APC 6×6, namun hanya berakhir di level prototipe.

Tujuh unit AWAV 8×8 ditempatkan di Batalyon Kendaraan Amfibi Serbu Marinir dan dimodifikasi dari prototipe awal, yang diperlihatkan pada ajang Thai Defense & Security 2023.

Setiap AWAV 8×8 menjalani pengujian ketat sebelum pengiriman, termasuk pengujian jalan terus-menerus sejauh 200 kilometer, operasi laut tanpa gangguan selama dua jam, dan lintasan rintangan yang dirancang untuk mensimulasikan medan yang menantang. Meskipun ukurannya kecil, AWAV 8×8 mampu mendaki lereng hingga 60 derajat, memenuhi kriteria kinerja yang ditetapkan oleh Korps Marinir Thailand.

Kontrak yang didapatkan Chaiseri Defence tak diraih dengan mudah, pasalnya kontrak dapat diraih setelah AWAV mampu mengungguli produk pesaing (juga dari Dalam Negeri), yakni Panus R600 8×8 dari Panus Assembly and the Defence Technology Institute.

AWAV 8×8 dirancang dengan tiga awak dan dapat membawa sebelas penumpang. Sebagai rampur amfibi, AWAV 8×8 menawarkan perlindungan balistik STANAG 4569 Level 2 dan perlindungan ranjau Level 3b.

AWAV 8×8 dirancang untuk kinerja optimal baik di darat maupun di air, ranpur ini berukuran panjang 9,2 meter, lebar 3,1 meter, dan tinggi 3 meter, serta berat 23,2 ton. Didukung oleh mesin diesel berkekuatan 711 tenaga kuda, AWAV 8×8 dapat mencapai kecepatan maksimum 105 km/jam di darat dan 10 km/jam di air, dengan jangkauan tempur 600 kilometer.

Ranpur amfibi ini dapat mengangkut 11 personel selain tiga awak, termasuk pengemudi, penembak, dan komandan. Ranpur ini juga dilengkapi dengan turret tanpa awak dengan remote control weapon station (RCWS) Guardian 1.5 buatan perusahaan Spanyol Escribano Mechanical and Engineering (EM&E), yang dipasangi senapan mesin berat 12,7 mm dan peluncur granat asap 76 mm.

AWAV 8×8 dirancang untuk kemampuan beradaptasi yang cepat, mampu bertransisi dengan mulus antara operasi darat dan laut tanpa memerlukan perubahan dalam mode mengemudi. Sistem propulsi jet airnya yang kuat, yang dirancang oleh tim teknik Chaiseri, memungkinkannya beroperasi secara stabil di lingkungan laut, dengan kinerja yang sebanding dengan kendaraan amfibi AAV-7A1. Selain itu, sistem turret yang dikendalikan dari dalam, menunjukkan akurasi tinggi selama pengujian, dengan rata-rata 90% tembakan mengenai sasaran. (Gilang Perdana)

Korps Marinir Thailand Terima AWAV 8×8 – “Dukungan Nyata pada Ranpur Amfibi Produksi Dalam Negeri”

2 Comments