Realisasi Pakta AUKUS, AS Akan Tempatkan Jet Tempur dan Pembom Stealth di Australia

Pembentukan pakta pertahanan AUKUS (Australia, United Kingdom, United States) pada 15 September 2021 membawa konsekuensi pada poros kerjasama militer antara tiga negara tersebut. Dihadirkan untuk mengimbangi kekuatan militer Cina di Pasifik, beragam persiapan telah dimatangkan untuk memperkuat poros AUKUS, selain rencana pengadaan kapal selam nuklir untuk Angkatan Laut Australia, ada kabar bahwa AS akan menempatkan jet tempur stealth dan pembom di wilayah Australia.
Baca juga: Bentuk Pakta AUKUS, Australia Bangun Kekuatan Serangan Jarak Jauh, Ini Rinciannya!
Dikutip dari eurasiantimes.com (30/11/2021), disebutkan US Pacific Air Forces Commander Jenderal Kenneth Wilsbach mengatakan kepada wartawan pada konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara bahwa telah disetujui untuk pengerahan pesawat tempur ke Australia, di antaranya F-35 Lightning II, F-22 Raptor dan pembom B-52, B-1 dan tidak menutup kemungkinan B-2 Spirit. Kehadiran unsur udara tersebut termasuk kemampuan membawa rudal jelajah anti kapal.
Ditambahkan, AU AS secara teratur melakukan latihan dengan AU Australia dan mengerahkan pesawat pengebom ke benua itu secara berkala. Keduanya merupakan bagian dari program F-35 Joint Strike Fighter dan perjanjian Five Eyes intelligence-sharing dengan Inggris, Selandia Baru, dan Kanada.

Pulau Cocos (wilayah Australia) di Samudera Hindia, kabarnya kini mulai dibicarakan sebagai calon lokasi penempatan arsenal AS untuk menghadapi Cina. Rotasi pesawat yang meningkat di Australia merupakan indikasi bahwa AS bergerak maju dengan strategi sebagai pilar utama dari postur pertahanan yang lebih keras untuk menghalangi rencana agresi Cina. AS saat ini sedang berkonstransi untuk meningkatkan kekuatan militernya di Guam dan Australia.
[the_ad id=”12235″]
Lewat Operasi (latihan_ Pacific Iron 2021 pada Agustus 2021, AU AS mulai secara bertahap menggeser kekuatan udaranya ke Pasifik Barat. Armada 25 unit F-22 Raptor berasal dari Hawaii Air National Guard dan Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, kini sudah berada di Pangkalan Udara Andersen, Guam dan Pulau Tinian.
Baca juga: Singapura Kirim Detasemen F-15SG dan F-16 ke Lanud Andersen di Guam
F-22 Raptor adalah jet tempur generasi kelima yang mencakup teknologi siluman dan menggabungkan sistem sensor onboard dengan sistem informasi off-board untuk memberikan pilot mereka pandangan lengkap tentang lingkungan pertempuran. Penggeralam Raptor turut didampingi oleh dua pesawat angkut C-130J dari 374th Airlift Wing dar Pangkalan Udara Yokota di Jepang. (Gilang Perdana)



Semoga ada Raptornya jatuh diwilayah kita, lumayan…
Stuktural dari body pespur gen 5 bisa dijadikan bahan penelitian… 🤣🤣🤣
Nah kan..repot sendiri jadinya, bukalah embargo, biarkan asia tenggara persenjatai diri sekuatnya, jangan jadi penonton di tengah gajah tawuran, kan lumayan bisa bantu nembakin si liaoning dkk😁
indo terkesan kurang serius dlm pengadaan alutsista strategisnya, Dp diperkirakan jk terjadi sesuatu yg membahayakan negeri baik dr arah utara atau selatan, ujung2nya akan saling tuding dan hancur.
Mantap jiwa ! Hajar bleh ! Welcome…Ahlan wa Sahlan…Untuk saudara2 AUKUS kita. Partner yg seimbang dalam hal strategi dan persenjataan. Kita mempersilahkan AUKUS meng-opor-kan si bebek peking terlebih dahulu, kemudian kita boleh membonceng saudara AUKUS kita utk mendarat di Spratly dan Paracel Island. Kita akan membantu mereka dengan alutsista2 maut dan terbaru yg akan segera kita miliki. Jet2 F-35A, F-16 Viper, F-15EX, Rafale, EF Typhoon, SU-35, Bergamini Class, AH-140, Scorpene dan Riachuelo Class kita siap membantu dari belakang. Laksanakan ! Bravo !
Kalau mau aman Indonesia harus bersekutu dg salah satu blok….jaman sekarang ga bsa non blok….to dg syarat sekutu kita harus benar2 bsa d andalkan dlm mensuplai senjata maupun campur tangan apa nila kita d serang oleh negara lain…kompensasinya mereka akan membuat pangkalan militer skala besar d negri ini dg sistim sewa…
Siapa tau dalam waktu dekat LordPutin berminat buat memarkirkan S-400/500/550 di wil. kedaulatan IDN. Buat jaga² saja kalau sampai ICBM geng u*s salah target dan mengorbit ke wil. IDN
Penempatan B-52, apalagi B-2 sebenarnya lebih berbahaya daripada kapal selam nuklir buat Australia. Kedua pesawat tersebut sudah jelas bisa bawa senjata nuklir. Apalagi New START sangat tidak terbuka dibanding dengan pendahulunya. Semoga berpegang teguh dengan NPT.
Tambah satu lagi perjanjiannya Ntung. Para istri2 baik pilot maupun ABK yg tewas dari kedua belah pihak menjadi hak milik kita ya Ntung. Sebagai kompensasi pampasan perang..🏃🏃🏃
Mulai skrg tanam pohon bambu yg banyak buat bikin bambu runcing, perbanyak pula clurit,golok,parang, klewang serta dorlop, mulai solat malam serta wiridan dan perdalam ilmu Kanuragan, itu sdh lbh dari cukup utk pertahanan Indonesia
Mereka mulai dgn drama perang dagang, drama koped, episode yg sedang berjalan drama lcs.
As mboh wis
Ya emang dari awal target china dan aukus adalah Asia Tenggara. Ribut2 lcs drama aja
Depan halaman Indonesia bakal nongkrong Pesawat Siluman, Pesawat Pembom radar jarak jauh kapal perang kelas berat dan KS Nuklir…pertinyiinnya dengan dinamika LCS dan pembentukan AUKUS terhadap sistem Pertahanan Indonesia yg ‘hanya’ 0.8 dari GDP dan itupun tidak semua untk pembelian Alutsista apa antisipasi Indonesia sudah mumpuni untuk menghadapi itu semua..?? Ya Salaaam
Santuy saja bro, kita nggak perlu ikut perang.
Kita cuma perlu menyewakan area laut untuk mereka perang trus kita charge ke mereka per jam pemakaiannya. Trus kalo ada peluru yang nyasar ke wilayah kita maka akan kita kenakan denda ke mereka. Nah untuk kapal dan pesawat mereka yang jatuh dan tenggelam di wilayah kota maka akan otomatis jadi milik kita.
Jadi kita dapat duit dari sewa lahan pertempuran, denda peluru nyasar dan besi rongsok dari kapal dan pesawat yang hancur.
O iya kita juga dapat duit dari pemakaman para prajurit mereka yang gugur di medan laga.
Lumayan khan?
Lhaaa..klo ditempatkan di Aussy kejauhan donk dari daratan China. Harusnya di jepang yg dekat dng china.
Sewaktu2 bisa langsung jatuhkan nuklirnya di Sanghai..👍
Waduh ini Laut China Selatan dan kita kita yg ditengah antara China dan Blok Barat mau gimana ? MEF II kemaren banyak target missed nya, banyak yg belum terlaksana, pengganti F-5 buat skadron 14 aja belum jelas