Israel Luncurkan “Ofek 19” – Satelit Mata-mata dengan Synthetic Aperture Radar, Pengumpul Intelijen Visual Seluruh Timur Tengah

Diluncurkan pada malam hari, peluncuran roket Shavit dari Pangkalan Udara Palmachim di pesisir Mediterania, sekitar 15 kilometer selatan Tel Aviv, sempat membuat kenapikan, pasalnya peluncuran ‘dadakan’ itu dikira sebagai peluncuran rudal hanud (pencegat), yang menyiratkan adanya serangan udara dari Iran.

Baca juga: Kontroversial, Maroko Beli Dua Satelit Mata-mata Optsat 3000 dari Israel Seharga US$1 Miliar

Rupanya roket Shavit yang diluncurkan pada hari Selasa, 2 September 2025, pukul 22.30 waktu setempat, membawa muatan yang sangat penting bagi sistem pertahanan dan intelijen Israel, yakni satelit mata-mata (spy satellite) Ofek 19. Seperti dikutip Times of Israel, peluncuran roket mendadak menyebabkan “kepanikan singkat” di beberapa wilayah.

Ofek 19 akan digunakan oleh militer Israel untuk mengumpulkan intelijen visual di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk kemampuannya untuk menghasilkan citra objek di Bumi sekecil 50 cm.

Setelah peluncuran dan uji coba satelit yang sukses, para pejabat pertahanan Israel memuji misi tersebut di media sosial dan maknanya bagi kemampuan militer negara zionis itu.

“Peluncuran satelit Ofek 19 merupakan pencapaian tingkat global tertinggi. Hanya sedikit negara yang memiliki kemampuan ini,” tulis Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, di X. “Ini juga merupakan pesan kepada semua musuh kami, di mana pun mereka berada — kami mengawasi Anda setiap saat dan dalam situasi apa pun.”

Ofek 19 adalah satelit radar apertur sintetis atau synthetic aperture radar (SAR), yang beroperasi di Low Earth Orbit (LEO), sejenis wahana yang dapat memberikan citra objek di Bumi yang detail dan beresolusi tinggi, serta dapat melihat permukaan dengan menembus awan dan dalam segala kondisi pencahayaan.

Satelit buatan Israel Aerospace Industries (IAI) ini berfungsi untuk memberikan data intelijen secara real-time kepada angkatan bersenjata dan lembaga keamanan Israel. Ofek 19 akan memantau aktivitas militer di negara-negara musuh dan kelompok militan di kawasan Timur Tengah.

Israel Sukses Luncurkan Ofek 16, Satelit Mata-mata dengan Electro Optical Reconnaissance

Berat spesifik Ofek 19 bersifat rahasia. Namun, satelit dalam seri Ofek biasanya memiliki berat yang relatif kecil, yaitu sekitar 300 hingga 400 kg. Berat yang ringan ini dirancang agar sesuai dengan roket Shavit, yang memiliki kapasitas muatan terbatas.

Sensor SAR pada satelit dan wahana antariksa lainnya menjadi alat yang ampuh, tidak hanya dalam pengawasan militer tetapi juga respons bencana dan pemantauan lingkungan, berkat kemampuannya mendeteksi perubahan posisi objek yang sangat kecil dan bekerja dalam kondisi yang tidak dapat dilakukan oleh satelit optik. (Bayu Pamungkas)

Israel Luncurkan Satelit Mata-mata Terbaru “Ofek 13”, Dibekali Synthetic Aperture Radar