Didukung Tanker A330 MRTT, Su-30MKI India dan Rafale Perancis Terbang dalam Formasi Campuran Langka

Angkatan Udara India (IAF) dan Angkatan Udara dan Antariksa Perancis menunjukkan tingkat interoperabilitas, para pilot tempur dari kedua negara baru-baru ini menerbangkan formasi tempur campuran yang langka, menggabungkan jet tempur berat Sukhoi Su-30MKI buatan Rusia dengan jet multiperan Rafale buatan Perancis.

Baca juga: RESMI: Thailand Jadi Launch Customer Airbus A330 MRTT+, Tanker Militer Generasi Terbaru A330-800neo

Formasi ketat yang jarang terjadi ini merupakan bagian dari Latihan Garuda 25—edisi kedelapan dari latihan udara bilateral yang diadakan di Pangkalan Udara 118 Mont-de-Marsan, Perancis, dari 16 hingga 27 November 2025.

Latihan Garuda 25 melibatkan lebih dari 500 personel dan sekitar 25 pesawat. Foto-foto yang dirilis dari pangkalan Mont-de-Marsan menunjukkan kru IAF mengoperasikan enam Su-30MKI terbang sangat dekat dengan jet Rafale Prancis, didukung pula oleh pesawat tanker A330 MRTT Phénix.

Integrasi aset yang kontras ini memiliki makna taktis yang mendalam, Su-30MKI dikenal sebagai jet tempur multiperan berat dengan daya angkut dan daya tahan yang tinggi. Dengan avionik campuran Barat dan Israel serta mesin thrust-vectoring, Su-30MKI sangat efektif untuk dominasi udara jarak jauh dan operasi patroli yang diperpanjang.

Sementara Rafale adalahj jet tempur omnirole yang unggul dalam serangan presisi, peperangan elektronik canggih, dan penekanan pertahanan udara musuh berkat kelincahannya yang tinggi.

Latihan ini secara operasional menunjukkan bagaimana dua filosofi desain yang berbeda, jet tempur berat turunan Rusia dan jet omnirole Perancis, dapat disatukan menjadi kekuatan tempur yang kohesif melalui prosedur, taktik, dan komunikasi bersama.

Dalam skenario tempur yang kompleks, pembagian peran diilustrasikan dengan jelas, Su-30MKI cocok untuk peran dominasi udara ke depan (forward air dominance) dan manajemen medan tempur (battlespace management) karena radar dan jangkauannya yang kuat, dan Rafale unggul dalam serangan presisi dan menembus pertahanan musuh (SEAD/DEAD).

Kehadiran tanker MRTT Phénix berfungsi sebagai pengganda kekuatan (force multiplier), memungkinkan formasi gabungan ini melakukan profil serangan jarak jauh dan pertahanan udara yang relevan untuk operasi di Indo-Pasifik dan Eropa.

Di tingkat geopolitik, foto Su-30MKI dan Rafale terbang berdampingan membawa pesan yang jelas tentang keselarasan strategis antara India dan Perancis di tengah persaingan kekuatan besar. Garuda 25 meningkatkan tingkat interoperabilitas dalam perencanaan, komando, kontrol, dan penggunaan data-link, mempercepat kemampuan kedua angkatan udara untuk beroperasi bersama dalam koalisi dadakan atau menanggapi krisis regional.

Pesawat Tanker Australia Tiba di Lanud Ngurah Rai, Ternyata Pengguna Pertama A330 MRTT Bukan Perancis atau Inggris

Persamaan Rafale dan Su-30MKI
Rafale dan Su-30MKI menggunakan teknik pengisian bahan bakar di udara yang sama, yaitu sistem Probe-and-Drogue (Hose). Sistem ini adalah metode pengisian bahan bakar di udara di mana pesawat tanker (seperti A330 MRTT Phénix) mengeluarkan selang panjang di ujungnya terdapat kerucut berbentuk payung yang disebut drogue.

Sebagai penerima, jet tempur (Rafale dan Su-30MKI) memiliki tiang penerima yang disebut probe yang menonjol, biasanya dari bagian depan moncong atau di dekat kokpit.

Pertama Kali, Pesawat Tanker KC-135 Stratotanker Lakukan Air Refueling ke Jet Tempur Buatan Rusia, Sukhoi Su-30MKM

Meskipun Rafale adalah jet Perancis (NATO) dan Su-30MKI adalah jet Rusia, keduanya menggunakan sistem Probe-and-Drogue, sistem ini adalah standar yang banyak digunakan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Preancis serta banyak sekutu NATO lainnya.

Su-30MKI telah dikustomisasi secara ekstensif oleh India. Salah satu modifikasi utama adalah penambahan probe pengisian bahan bakar yang kompatibel dengan standar Probe-and-Drogue (kemungkinan besar untuk kompatibilitas dengan tanker buatan Barat atau tanker India sendiri yang menggunakan sistem tersebut).

Kompatibilitas ini adalah kunci untuk interoperabilitas jarak jauh, memungkinkan kedua jet mengisi bahan bakar dari tanker yang sama, yang vital untuk operasi jarak jauh. (Gilang Perdana)

Air Refueling Probe Patah di Udara, Jet Tempur Rafale-M Mendarat Darurat di Malta

One Comment