Detik-detik AS Hancurkan Buk-M2E Venezuela di Caracas: Analisis Kegagalan Sistem Hanud Beroda Ban Rusia-Belarusia

Bukti visual terbaru dari Pangkalan Udara Caracas mengonfirmasi hancurnya salah satu aset paling berharga milik Angkatan Bersenjata Venezuela (FANB), sistem pertahanan udara jarak menengah Buk-M2E. Foto-foto yang beredar memperlihatkan kendaraan peluncur yang hangus terbakar, membuktikan bahwa AS telah melancarkan serangan udara presisi untuk melumpuhkan “payung udara” pelindung rezim Maduro sebelum operasi penangkapan dilakukan.
Baca juga: BREAKING: Delta Force Tangkap Maduro di Caracas! Operasi Militer AS Guncang Dunia
Laporan intelijen terbuka menunjukkan bahwa unit Buk-M2E ini dihancurkan di dalam pangkalan militer saat dalam posisi siaga. Sebagai eksekutor serangan, AS diduga menggunakan rudal anti-radiasi AGM-88 HARM atau bom presisi GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB) yang diluncurkan dari jet tempur stealth (F-22 atau F-35).
Sistem Buk-M2E Venezuela menggunakan sasis MZKT-6922 beroda ban. Meskipun memiliki mobilitas tinggi di jalan raya, sistem ini tetap rentan jika jaringan radar peringatan dini (Early Warning) di sekitarnya sudah dilumpuhkan terlebih dahulu melalui peperangan elektronik (jamming).
Radar sistem Buk kemungkinan besar tidak sempat melakukan lock-on karena serangan datang dari arah dan ketinggian yang tidak terduga di bawah kawalan pengacau sinyal AS.

🚨A Buk-M2 system was destroyed by the US at Higrote Airport, east of Caracas. 🇻🇪
🔈 pic.twitter.com/pAoUeMBILx— BiffBifford™ 🇺🇸 (@TBifford) January 3, 2026
Hingga saat ini, kondisi personel operator di lokasi belum diketahui pasti, namun melihat kerusakan pada kabin kendaraan yang menggunakan sasis MZKT tersebut, kemungkinan besar ada korban jiwa di pihak militer Venezuela.
Berbeda dengan varian Buk milik militer Rusia yang umumnya menggunakan roda rantai (GM-569), Venezuela adalah salah satu pengguna utama varian ekspor yang dipasang pada sasis beroda ban 6×6 MZKT-6922 yang diproduksi oleh MZKT di Belarusia.
Destroyed Venezuelan BUK-M2E TEL at Carlota airbase, Caracas pic.twitter.com/hlgxbs3tL0
— VolgaLad (@cym27s) January 3, 2026
Venezuela tercatat memiliki sekitar 12 unit (dua baterai) sistem Buk-M2E yang dibeli pada era Presiden Hugo Chávez (kontrak tahun 2009, tiba sekitar 2013-2015).
Sasis roda ban MZKT-6922 dipilih karena memberikan mobilitas yang jauh lebih baik di jalan raya beraspal sekitar Caracas dan pesisir Venezuela dibandingkan roda rantai yang lambat dan merusak aspal.
Spesifikasi dan Keunggulan Buk-M2E (Sasis MZKT-6922)
Sistem ini merupakan perpaduan mematikan antara teknologi rudal Rusia dan keahlian kendaraan Belarusia. Platform MZKT-6922 adalah kendaraan khusus high-mobility 6×6. Kendaraan ini dilengkapi sistem suspensi hidro-pneumatik yang dapat diatur ketinggiannya, memberikan stabilitas saat menembak dan kecepatan hingga 80 km/jam di jalan raya.

Rudal pada Buk-M2E adalah 9M317, yang punya jangkauan 3 km hingga 50 km, serta ketinggian untuk mencegat target hingga 25 km. Kecepatan rudal ini adalah Mach 4 (sangat cepat untuk mencegat jet tempur manuver tinggi).
Radar pada kendaraan TELAR Buk-M2E dapat melacak dan menyerang hingga 4 target sekaligus per kendaraan peluncur secara mandiri jika terpisah dari baterai utamanya.
Kaitan dengan Indonesia dan Jalur Belarusia
Topik ini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dan pemerhati militer di Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia disebut akan mengakuisisi varian Buk-MB2K langsung dari Belarusia.
Kesamaan penggunaan sasis roda ban (MZKT) menjadi poin krusial karena infrastruktur jalan di Indonesia yang mirip dengan Venezuela. Hancurnya Buk-M2E di Caracas memberikan pelajaran berharga bagi TNI bahwa sehebat apapun mobilitas dan rudal sebuah sistem SAM, tanpa dukungan peperangan elektronik yang memadai, mereka tetap rentan terhadap serangan udara modern AS yang berbasis teknologi siluman dan rudal anti-radar. (Bayu Pamungkas)



@Bocil Free Fire
Mana mungkin kita bisa dapet izin beli Growler, kalau Karashuka masih ada kekurangan over horizon. Tapi memang paling masuk akal Karashuka sih, atau sekalian beli E7 Wedgetail.
Aneh ini pemerintah Venezuela, negaranya di obok2 kok gak reaksi keras, ini penghinaan berat karena presidennya diculik, jadi sejarah yg memalukan bangsa, harusnya wapres segera ambil alih negara, gelorakan bela negara, ambil tindakan balasan dengan sista yg ada, lakukan kamikaze ke armada AS,
Karena kalou diem2 aja, AS akan melakukan penghancuran ekonomi seperti di irak, suriah & Libya, AS akan menguasai cadangan minyak Venezuela yg terbesar di dunia,
Conteklah iran, panglima nya banyak yg mati, tapi malah tambah galak je AS, Kalou Wapres diem2 bae, mungkin doi sudah kongkalikong sama AS, yg penting jadi presiden😁
Konspirasi militer Venezuela terhadap pemimpinnya sendiri…begitu mudah dan tidak ada perlawanan sama sekali???
@BFF: Mohon maaf, petinggi militer dan penentu kebijakan di negeri ini masih ‘platform minded’ di era network centric warfare untuk mengejar modernisasi program yang belum capai targetnya 😔
“Radar sistem Buk kemungkinan besar tidak sempat melakukan lock-on karena serangan datang dari arah dan ketinggian yang tidak terduga di bawah kawalan pengacau sinyal AS.”
Sekali lagi EW menjadi pemenang dalam pertempuran modern ini, apalagi dalam gelar operasi kilat tersebut
Terkadang jika diperhatikan arah alusista impor TNI itu banyak yang aneh..
Kita banyak memborong pespur, kaprang canggih dan alusista darat yang bagus, akan tetapi tanpa dukungan AWACS
Padahal dengan adanya AWACS selain menjadi radar pengawasan juga dapat berfungsi sebagai radar komado dari 3 matra
Terlebih lagi peperangan zaman sekarang lebih mengedepankan drone dan rudal canggih sperti hipersonik dan bomb berpemandu
Sudah sepantasnya juga kita wajib memiliki alat peperangan elektronik seperti Krasukha-4 atau EA-18G Growler atau lainnya untuk minimalisir keberhasilan misi dari pihak lawan selain hanya mengandalkan payung udara