Detik-detik AS Hancurkan Buk-M2E Venezuela di Caracas: Analisis Kegagalan Sistem Hanud Beroda Ban Rusia-Belarusia

Bukti visual terbaru dari Pangkalan Udara Caracas mengonfirmasi hancurnya salah satu aset paling berharga milik Angkatan Bersenjata Venezuela (FANB), sistem pertahanan udara jarak menengah Buk-M2E. Foto-foto yang beredar memperlihatkan kendaraan peluncur yang hangus terbakar, membuktikan bahwa AS telah melancarkan serangan udara presisi untuk melumpuhkan “payung udara” pelindung rezim Maduro sebelum operasi penangkapan dilakukan.

Baca juga: BREAKING: Delta Force Tangkap Maduro di Caracas! Operasi Militer AS Guncang Dunia

Laporan intelijen terbuka menunjukkan bahwa unit Buk-M2E ini dihancurkan di dalam pangkalan militer saat dalam posisi siaga. Sebagai eksekutor serangan, AS diduga menggunakan rudal anti-radiasi AGM-88 HARM atau bom presisi GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB) yang diluncurkan dari jet tempur stealth (F-22 atau F-35).

Sistem Buk-M2E Venezuela menggunakan sasis MZKT-6922 beroda ban. Meskipun memiliki mobilitas tinggi di jalan raya, sistem ini tetap rentan jika jaringan radar peringatan dini (Early Warning) di sekitarnya sudah dilumpuhkan terlebih dahulu melalui peperangan elektronik (jamming).

Radar sistem Buk kemungkinan besar tidak sempat melakukan lock-on karena serangan datang dari arah dan ketinggian yang tidak terduga di bawah kawalan pengacau sinyal AS.

Hingga saat ini, kondisi personel operator di lokasi belum diketahui pasti, namun melihat kerusakan pada kabin kendaraan yang menggunakan sasis MZKT tersebut, kemungkinan besar ada korban jiwa di pihak militer Venezuela.

Berbeda dengan varian Buk milik militer Rusia yang umumnya menggunakan roda rantai (GM-569), Venezuela adalah salah satu pengguna utama varian ekspor yang dipasang pada sasis beroda ban 6×6 MZKT-6922 yang diproduksi oleh MZKT di Belarusia.

Venezuela tercatat memiliki sekitar 12 unit (dua baterai) sistem Buk-M2E yang dibeli pada era Presiden Hugo Chávez (kontrak tahun 2009, tiba sekitar 2013-2015).

Sasis roda ban MZKT-6922 dipilih karena memberikan mobilitas yang jauh lebih baik di jalan raya beraspal sekitar Caracas dan pesisir Venezuela dibandingkan roda rantai yang lambat dan merusak aspal.

Spesifikasi dan Keunggulan Buk-M2E (Sasis MZKT-6922)
Sistem ini merupakan perpaduan mematikan antara teknologi rudal Rusia dan keahlian kendaraan Belarusia. Platform MZKT-6922 adalah kendaraan khusus high-mobility 6×6. Kendaraan ini dilengkapi sistem suspensi hidro-pneumatik yang dapat diatur ketinggiannya, memberikan stabilitas saat menembak dan kecepatan hingga 80 km/jam di jalan raya.

Rudal pada Buk-M2E adalah 9M317, yang punya jangkauan 3 km hingga 50 km, serta ketinggian untuk mencegat target hingga 25 km. Kecepatan rudal ini adalah Mach 4 (sangat cepat untuk mencegat jet tempur manuver tinggi).

Radar pada kendaraan TELAR Buk-M2E dapat melacak dan menyerang hingga 4 target sekaligus per kendaraan peluncur secara mandiri jika terpisah dari baterai utamanya.

Kaitan dengan Indonesia dan Jalur Belarusia
Topik ini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dan pemerhati militer di Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia disebut akan mengakuisisi varian Buk-MB2K langsung dari Belarusia.

Kesamaan penggunaan sasis roda ban (MZKT) menjadi poin krusial karena infrastruktur jalan di Indonesia yang mirip dengan Venezuela. Hancurnya Buk-M2E di Caracas memberikan pelajaran berharga bagi TNI bahwa sehebat apapun mobilitas dan rudal sebuah sistem SAM, tanpa dukungan peperangan elektronik yang memadai, mereka tetap rentan terhadap serangan udara modern AS yang berbasis teknologi siluman dan rudal anti-radar. (Bayu Pamungkas)

Rusia Buktikan Rudal Hanud Buk-M3 dan Tor-M2 Mampu Hancurkan Sasaran di Ketinggian Kurang dari 10 Meter

5 Comments