Jagad pecinta alutsista tentu mengenal sosok senapan mesin model laras putar M134D Minigun. Lewat debutnya dalam banyak palagan pertempuran dunia, berlanjut pada adopsi senjata ini pada door gun di helikopter NBell-412 Puspenerbad, menjadikan nama sang produsen, Dillon Aero begitu dikenal. Dan belum lama ini, tepatnya pada ajang SHOT Show 2020 (21 – 24 Januari) di Las Vegas, Amerika Serikat, Dillon Aero memperlihatkan desain senapan mesin laras putar terbarunya. (more…)
Sebagian dari Anda mungkin masih ingat dengan BDLTech War-V2, yaitu prototipe robot tempur lapis baja karya startup dalam negeri. Setelah mendapat pengakuan dari Kemenristekdikti, startup bergenre industri pertahanan ini kemudian memperoleh bantuan pendanaan untuk pengembangan robot tempur. Dan masih dengan genre yang sama, kini dari Balitbang Kemhan, dirilis prototipe mirip War-V2, sama-sama beroda rantai (karet), namun yang satu ini tidak lapis baja tapi punya senjata lebih lethal.(more…)
Satuan yang satu ini punya peran penting dalam operasi pendaratan amfibi, dengan ranpur lapis baja yang diluncurkan dari Landing Ship Tank (LST) maupun Landing Platform Dock (LPD), elemen kavaleri yang tergabung dalam Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) Korps Marinir digerakan ke pantai tumpuan untuk men-deploy personel infanteri dengan perlindungan terpadu, baik dari senjata yang ada di unit tank amfibi (tankfib) maupun ranpur lapis baja angkut personel. (more…)
Sudah jamak bila pesawat atau helikopter yang telah purna tugas, lantas diabadikan sebagai koleksi museum atau dikaryakan sebagai monumen. Dalam fase tersebut, umumnya ‘jeroan’ seperti perangkat elektronik, mesin dan persenjataan dilepas, yang kemudian sebagian besar digundangkan, ada juga yang dijadikan koleksi museum, namun beberapa yang masih fungsional, bisa diberdayakan untuk tugas lain. Contohnya seperti pada eks pesawat Counter Insurgency (COIN) OV-10F Bronco TNI AU. (more…)
Diantara update beragam alutsista keluaran terbaru, menelusuri jejak alutsista tua yang masih tersisa menjadi sesuatu yang manarik, pasalnya ada sejarah yang melekat dari senjata tersebut. Di lini armanda TNI AL, seperti telah diulas sebelumnya, masih terdapat beberapa KAL (d/h sebagian pernah menjadi KRI) yang mengadopsi kanon Oerlikon 20 mm/70 MK dan kanon 2M3 25 mm Twin, yang keduanya notabene sudah eksis sejak era Perang Dunia II. (more…)