Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Senapan Mesin Berat Eks OV-10F Bronco, Dikaryakan Menjadi Senjata Pertahanan di Satuan Radar

Sudah jamak bila pesawat atau helikopter yang telah purna tugas, lantas diabadikan sebagai koleksi museum atau dikaryakan sebagai monumen. Dalam fase tersebut, umumnya ‘jeroan’ seperti perangkat elektronik, mesin dan persenjataan dilepas, yang kemudian sebagian besar digundangkan, ada juga yang dijadikan koleksi museum, namun beberapa yang masih fungsional, bisa diberdayakan untuk tugas lain. Contohnya seperti pada eks pesawat Counter Insurgency (COIN) OV-10F Bronco TNI AU.

Baca juga: Browning M2HB – Senapan Mesin Berat Ranpur Kavaleri

Setelah OV-10F Bronco di-grounded pada tahun 2007, maka ada komponen yang kemudian diberdayakan kembali, yaitu senapan mesin berat (SMB) Browning M2HB kaliber 12,7 mm. Dalam ajang Indo Defence 2018, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau), memperlihatkan M2HB (Heavy Barrel) dalam wujud tripod. Tak ada yang spesial memang dari penampakannya, tapi jika diketahui asal usulnya, M2 yang satu ini jelas punya sejarah panjang, betapa tidak, M2 eks OV-10F Bronco pernah dijajal melibas Fretilin saat Operasi Seroja.

Adopsi M2HB pada OV-10F Bronco sendiri merupakan kreasi dari Dislitbangau pada era 70-an, aslinya empat sponson pada pesawat tempur turbo propeller ini menggunakan senapan mesin M-60 kaliber 7,62 mm.
Dan, kini saat OV-10F Bronco telah pensiun, Dislitbangau kembali yang melepas M2 dan mempersiapkannya untuk peran lain. Persisnya saat ini M2 eks OV-10F Bronco dioperasikan oleh Korps Paskhas, disebutkan senjata ini diperankan sebagai elemen pertahanan vertical dan horizontal pada Satuan Radar (Satrad).

Senjata dengan bobot 13 kg ini mampu menghantam sasaran secara akurat dalam jarak 2500 meter. Selain unggul dalam hal akurasi, tidak ada satupun rompi anti peluru yang mampu menangkal penetrasi proyektil 0.50 inci M2HB. Bahkan lapisan kaca anti peluru plexiglass pun jeboll dihajar proyektil ini.

Browning M2HB menggunakan amunisi kaliber 12,7 x 99 mm. Amunisinya tersedia dalam berbagai tipe dengan inti baja keras antara lain Armour Piercing MU3-P yang unggul karena mempunyai daya tembus terhadap lapisan baja, Mild Steel dengan ketebalan 16 mm pada jarak 150 meter.

Baca juga: Inilah Fakta Tentang FN Herstal M3P di Super Tucano TNI AU

Selain digunakan di OV-10F Bronco, M2HB juga dipasang secara portable sebagai door gun dalam versi twin pada helikopter Puma SA-330 Skadron Udara 8. Saat ini, penerus OV-10F Bronco, yaitu EMB-314 Super Tucano juga dilengkapi dua pasang senapan mesin berat di kaliber yang sama, namun jenis yang digunakan adalah FN Herstal M3P buatan Belgia. (Bayu Pamungkas)

10 Comments