
Punya dua lawan (Cina dan Pakistan) yang harus dihadapi secara bersamaan, membuat India mutlak memiliki kesadaran situasional optimal. Selain penggelaran radar intai di permukaan dan pesawat peringatan dini, India juga memanfaatkan luar angkasa untuk pengintaian strategis. Selain menggunakan solusi satelit intai produksi dalam negeri, India rupanya melirik teknologi HawkEye 360. (more…)

Satelit Icarus dalam film James Bond “Die Another Day” (2002) memperlihatkan serangan dari luar angkasa ke permukaan Bumi menggunakan sinar laser, yang mana energi laser didapatkan dari pengumumpulan energi matahari menggunakan cermin raksasa di orbit. Fiksi sudah pasti, namun bukan tak mungkin ide dalam film tersebut bakal teralisasi, pasalnya Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengangapnya sebagai sesuatu yang potensial untukd diwujudkan. (more…)

Satu yang tak bisa dilepaskan dari keunggulan udara Australia adalah keberadaan pesawat intai Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). Dioperasikan oleh Skadron No. 2, saat ini Angkatan Udara Australia (RAAF) mengoperasikan enam unit E-7A Wedgetail, yang secara bertahap akan mulai dipensiunkan pada semester kedua tahun 2030. (more…)

Milisi Houthi di Yaman telah melancarkan serangan terpilih kepada kapal-kapal dagang berbendera Amerika Serikat, Inggris, Israel dan sekutu-sekutunya yang terkait dengan konflik di Gaza. Namun, bukan perkara mudah untuk melancarkan serangan dengan rudal balistik dan drone kamilkaze, pasalnya ada ratusan kapal yang melintasi kawasan Laut Merah, Teluk Aden dan Laut Arab. (more…)

Berlabel sebagai kapal riset, Cina dikenal mengoperasikan Yuang Wang series sebagai kapal pelacak satelit dan rudal balistik yang berukuran dan tonase raksasa. Seperti Yuan Wang 6 dengan panjang 222 meter, lebar 25,2 meter dan bobot mati mencapai 22.686 ton, pada bulan April 2021 pernah melintasi Selat Sunda yang termasuk dalam ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) I. Nah, rupanya Cina belum lama ini kembali meluncurkan kapal pelacak satelit terbaru, dengan bobot yang lebih jumbo. (more…)

Sebagai matra tersendiri di dalam angkatan bersenjata Amerika Serikat, US Space Force (Angkatan Luar Angkasa AS) maka harus mempunyai alutsista yang mumpuni, bukan hanya yang berada di orbit luar angkasa, namun termasuk aset tempur yang berada di daratan (ground based). (more…)

Ketegangan akibat konflik yang terjadi di Bumi secara tak langsung membawa pengaruh di luar angkasa, khususnya pada konstelasi dan pergerakan satelit di genre misi militer, seperti satelit komunikasi dan satelit intai (spy satellite) dari negara-negara terkait. (more…)

Startup asal Cina, Bluelink Satcom diwartakan telah menggalang pendanaan tahap awal untuk membangun jaringan satelit yang mampu mendeteksi sinyal Bluetooth dari ruang angkasa. (more…)

Airbus Defence and Space (ADS) lewat siaran pers (29/3/2025), mengumumkan telah dipilih oleh Badan Antariksa Eropa – European Space Agency (ESA) dan Thales Alenia Space (TAS – usaha patungan antara Thales (67%) dan Leonardo (33%), kontraktor utama industri ExoMars, untuk membangun sistem utama wahana penjelajah Rosalind Franklin (d/h ExoMars) yang akan menjelajah Planet Merah, Mars. (more…)

Dogfight alias pertempuran jarak dekat rupanya tidak hanya ada di dunia jet tempur dan drone (seperti yang terjadi di Ukraina), dogfight kini telah melebar maknanya di segmen satelit. Dogfight pada satelit di luar angkasa pertama kali diungkapkan oleh petinggi di Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force/USSF). (more…)