Misteri di Dek USS Carl M. Levin: Destroyer Terbaru AS Pasang Peluncur Senjata yang Tak Dikenal di San Diego

Jagat pemerhati pertahanan global kembali dikejutkan oleh penampakan sistem senjata misterius pada kapal perusak (destroyer) terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Carl M. Levin (DDG-120). Foto yang diabadikan pada 29 Maret 2026 di sekitar Pangkalan Angkatan Laut San Diego ini memperlihatkan sebuah instalasi peluncur baru di dek belakang yang belum pernah terlihat sebelumnya pada kapal perusak Arleigh Burke class mana pun.
Baca juga: Debut ‘Black Tomahawk’: Rudal Jelajah Terbaru Raytheon yang Memulai Serangan ke Iran
USS Carl M. Levin sendiri merupakan aset “gres” dalam jajaran armada Pasifik AS. Kapal varian Flight IIA Technology Insertion ini baru saja menjalani upacara komisioning pada 24 Juni 2023 lalu di Baltimore. Fakta bahwa kapal yang baru bertugas kurang dari tiga tahun ini sudah dipasangi modul senjata rahasia menunjukkan bahwa US Navy tengah menggunakan kapal-kapal terbarunya sebagai platform uji coba (test-bed) untuk teknologi peperangan masa depan.
Foto tersebut diambil oleh personel Marinir (USMC) dari atas kapal amfibi USS Comstock saat kedua kapal berpapasan di perairan San Diego. Dalam gambar yang beredar, terlihat jelas sebuah perangkat baru yang terletak di bagian atas dek buritan, tepat di antara tabung peluncur torpedo sisi kiri dan instalasi Vertical Launch System (VLS) Mk 41. Desainnya memiliki beberapa sel luncur dan diduga menggunakan basis yang dapat berputar (rotating base) untuk mengatur posisi elevasi sebelum penembakan.
Hingga Desember 2025, instalasi ini dipastikan belum ada di atas USS Carl M. Levin. Kemunculannya yang tiba-tiba memicu spekulasi kuat bahwa US Navy tengah gencar menguji sistem pertahanan jarak dekat (point defense) baru untuk menghadapi ancaman kamikaze drone atau kapal cepat yang kian marak di berbagai zona konflik.

Analis dari The War Zone menduga perangkat tersebut memiliki kemiripan dengan sistem peluncur pencegat White Spike dari Zone 5 Technologies. Namun, US Navy juga diketahui tengah mempertimbangkan integrasi berbagai interseptor lain seperti Roadrunner-M dari Anduril dan Coyote dari Raytheon.
Menariknya, bentuk fisik yang terlihat pada DDG-120 kali ini tidak sepenuhnya cocok dengan varian publik dari sistem-sistem interseptor yang pernah muncul di kapal lain seperti USS Bainbridge.
Lockheed Martin Pasok Senjata Laser HELIOS di Kapal Perusak Arleigh Burke Class
Kandidat kuat lainnya adalah peluncur untuk AGM-179 Joint Air-to-Ground Missile (JAGM). Lockheed Martin sebelumnya memang pernah mempresentasikan konsep modul empat sel untuk rudal JAGM yang diletakkan tepat di buritan kapal perusak Arleigh Burke class. Dengan sistem pemandu aktif (active seeker), JAGM sangat efektif untuk menetralisir ancaman asimetris seperti drone maupun gerombolan kapal cepat (speedboat) sebelum mencapai badan kapal.
Selain sebagai senjata ofensif, muncul spekulasi bahwa sistem ini berfungsi sebagai peluncur target palsu (decoy) atau drone umpan otonom. US Navy belakangan ini gencar bereksperimen dengan kendaraan otonom jarak jauh untuk mengalihkan rudal anti-kapal musuh menjauh dari target utama. Hal ini sejalan dengan permintaan proposal dari Defense Innovation Unit (DIU) baru-baru ini mengenai peluncur drone berbasis kontainer yang bisa digelar cepat di atas kapal perang.
Pihak US Navy hingga saat ini masih menutup rapat informasi mengenai identitas “modul misterius” tersebut. Namun, kehadiran instalasi baru pada kapal canggih sekelas USS Carl M. Levin di San Diego menandakan bahwa teknologi ini sudah masuk dalam tahap uji coba operasional di laut. (Gilang Perdana)
Jet Tempur AL Cina Shenyang J-15 Terbang Melintasi Kapal Perusak Arleigh Burke Class


